Langsung ke konten
Minggu, 8 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Membekali Lulusan Baru Psikologi Siap Kerja melalui Pelatihan Behavioral Event Interview

Dokumentasi Foto Bersama Kegiatan Pelatihan Behavioral Event Interview

Dokumentasi Foto Bersama Kegiatan Pelatihan Behavioral Event Interview (Foto: Dok. Penulis)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Salah satu kemampuan kunci yang perlu dikuasai oleh lulusan baru psikologi adalah penguasaan metode wawancara berbasis kompetensi, dalam hal ini khususnya Behavioral Event Interview (BEI). Teknik yang dipopulerkan oleh psikolog David McClelland pada 1970-an ini telah menjadi standar emas dalam rekrutmen dan asesmen di korporasi kelas dunia seperti Google, Amazon, dan Microsoft .

BEI bekerja dengan prinsip sederhana namun ilmiah: perilaku masa lalu adalah prediktor terbaik untuk perilaku masa depan. Dengan pendekatan STAR (Situation, Task, Action, Result), pewawancara dapat menggali pengalaman konkret kandidat secara objektif dan terukur, bukan sekadar mendengar jawaban normatif atau hipotetis yang klise .Namun, sayangnya, penguasaan teknik ini seringkali luput dari perhatian serius. Masih banyak lulusan S1 Psikologi yang belum menguasai teknik ini. 

Menyadari urgensi ini, tim Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang bergerak mencari alternatif solusi. Melalui program pengabdian kepda masyarakat dengan pendanaan dari Universitas Negeri Malang, diselenggarakan pelatihan  BEI yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan kompetensi tersebut. Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan pemahaman konseptual tentang sejarah dan teori BEI, tetapi juga mengasah keterampilan praktis melalui simulasi role play dan pendekatan STAR . 

Tim Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang diantaranya Jati Fatmawiyati, S.Psi., M.Si., Ayu Dyah Hapsari S.Psi., M.A., dan Gebi Angelina Zahra S.Psi., M.Si. dan tim mahasiswa S1 Psikologi  Katarina Divania bersama Ulfa Arilia menyelenggarakan Pelatihan Behavioral Event Interview (BEI) Level Dasar bagi 27 lulusan baru (fresh graduate) sarjana psikologi pada 15 Agustus 2026 di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Pelatihan ini menghadirkan narasumber Baquandi Lutvi Yoseanto, M.Psi., Psikolog, praktisi wawancara berbasis kompetensi dan assessment center. Kegiatan bertujuan membekali lulusan dengan keterampilan wawancara berbasis kompetensi yang banyak digunakan dalam rekrutmen dan seleksi karyawan, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat.

Baca juga: Dosen Fakultas Psikologi UM Adaptasi Forms of Bullying Scale untuk Konteks Indonesia

Baca juga: Dosen Fakultas Psikologi UM Melakukan Penelitian untuk Memahami Jejak Pengalaman Masa Kecil: Peran Resiliensi Dan Welas Asih Pada Diri dalam Kesehatan Mental Emerging Adults

Pelatihan diawali dengan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Narasumber kemudian memaparkan materi mengenai sejarah dan konsep BEI, model dan kamus kompetensi, teknik STAR dan penyusunan pertanyaan wawancara, rapport, informed consent, dan probing, serta pengolahan hasil wawancara melalui coding, leveling, dan penyusunan laporan sederhana. Setelah sesi materi, peserta mendapat tugas menyusun pertanyaan wawancara BEI dan dibagi ke dalam kelompok kecil berisi 3–4 orang. Setiap kelompok melakukan role play wawancara dengan relawan yang berperan sebagai kandidat, lalu seluruh peserta melakukan refleksi dan membahas hasil role play bersama narasumber. Kegiatan ditutup dengan posttest. Hasilnya, rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 2,63 menjadi 6,41 (dari skor maksimum 15), dan 92,6% peserta yang semula sebagian besar berada pada kategori pengetahuan rendah beralih ke kategori sedang.

Kegiatan ini memberikan dampak sosial berupa penguatan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan muda. Program ini secara eksplisit mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya target 4.4 tentang peningkatan jumlah pemuda yang memiliki keterampilan relevan untuk pekerjaan layak, melalui akses pembelajaran praktis dan sumber daya pendidikan yang langsung dapat diterapkan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya target 8.6 tentang ketenagakerjaan pemuda, karena membekali lulusan baru dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen dan asesmen sumber daya manusia. Selain itu, keterlibatan praktisi asesmen sebagai narasumber mencerminkan kontribusi terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas antara dunia akademik dan dunia praktik.

Jati menyampaikan, “Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para lulusan dalam menjalankan peran profesional di bidang HR dan asesmen, serta memberikan mereka portofolio hasil praktik interview yang berharga. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi pencari kerja yang lebih siap, tetapi juga menjadi aset berharga bagi organisasi tempat mereka berkarya”. 

Iklan

Ke depan, pelatihan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berjenjang, dari level dasar ke level lanjutan dengan porsi praktik yang lebih luas. Dengan demikian, semakin banyak lulusan psikologi yang siap bersaing di dunia kerja dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.