MALANG – Alfan Bramantya, M.Pd., mahasiswa Program Doktor Teknologi Pembelajaran, Universitas Negeri Malang (UM), sekaligus dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Wisnuwardhana Malang, melaksanakan penelitian disertasi yang berfokus pada integrasi Project-Based Learning dan Design Thinkingdalam pembelajaran Geostrategi Indonesia. Penelitian tersebut memperoleh dukungan pendanaan melalui program Hibah Penelitian Internal Universitas Negeri Malang.
Dalam pelaksanaan penelitian disertasi ini, Alfan mendapatkan bimbingan akademik dari tiga akademisi di bidang Teknologi Pembelajaran, yaitu Prof. Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd., Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed., dan Dr. Henry Praherdhiono, S.Si., M.Pd. Bimbingan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan landasan teoritis, perancangan metodologi, serta penguatan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu Teknologi Pembelajaran.
Penelitian ini mengangkat judul “Pengaruh Project-Based Learning Berbantuan Design Thinking dan Self-Regulated Learning terhadap Kemampuan Prosedural dan Kreativitas Mahasiswa pada Materi Geostrategi Indonesia.” Kajian tersebut berangkat dari kebutuhan untuk mengembangkan strategi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak hanya menekankan pemahaman konseptual, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan prosedural dan kreativitas dalam menghadapi persoalan kewarganegaraan.
Dalam penelitian ini, Alfan mengintegrasikan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dengan Design Thinkingsebagai landasan dalam merancang pengalaman belajar yang berorientasi pada pemecahan masalah. Melalui integrasi tersebut, mahasiswa diarahkan untuk memahami persoalan, mengidentifikasi kebutuhan, merumuskan ide, mengembangkan alternatif solusi, hingga menghasilkan produk atau rancangan penyelesaian masalah melalui kegiatan proyek. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan proses pembelajaran lebih kontekstual dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
Selain kedua pendekatan tersebut, penelitian ini turut mengkaji Self-Regulated Learning (SRL) atau regulasi diri dalam belajar sebagai variabel moderator. Aspek ini menjadi perhatian karena kemampuan mahasiswa dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya berpotensi berkaitan dengan keberhasilan penerapan strategi pembelajaran. Dengan demikian, penelitian tidak hanya mengkaji pengaruh pendekatan pembelajaran, tetapi juga mempertimbangkan perbedaan karakteristik mahasiswa dalam mengelola kegiatan belajarnya.
Pemilihan materi Geostrategi Indonesia didasarkan pada karakteristik materinya yang berkaitan dengan persoalan strategis nasional, ketahanan nasional, serta dinamika geopolitik dan hubungan internasional. Berbagai persoalan tersebut membutuhkan kemampuan mahasiswa untuk memahami keterkaitan antarfaktor, menganalisis situasi, dan merumuskan alternatif penyelesaian secara sistematis. Oleh karena itu, pembelajaran Geostrategi Indonesia dinilai relevan untuk mengembangkan kemampuan prosedural dan kreativitas mahasiswa melalui pengalaman belajar berbasis proyek.
Melalui dukungan Hibah Penelitian Internal Universitas Negeri Malang, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Teknologi Pembelajaran, khususnya dalam inovasi strategi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Hasil penelitian juga diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai integrasi pendekatan pembelajaran berbasis proyek, Design Thinking, dan karakteristik regulasi diri mahasiswa dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi.
Bagi Alfan, penelitian ini merupakan bagian dari upaya menghubungkan pengembangan keilmuan Teknologi Pembelajaran dengan kebutuhan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Melalui penelitian tersebut, ia berharap pembelajaran PPKn di perguruan tinggi dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai ruang untuk memahami konsep dan nilai-nilai kewarganegaraan, tetapi juga sebagai sarana membangun kemampuan mahasiswa dalam menganalisis persoalan dan menghasilkan solusi kreatif terhadap berbagai tantangan kebangsaan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.