Langsung ke konten
Kamis, 5 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Modal Bertambah, Peluang Meluas: Kisah Tri Wahyuni Membangun Bisnis Keripik Pisang

Hal inilah yang dialami Tri Wahyuni, perintis Keripik Pisang 3 Krezz yang kini mulai berkembang dengan dukungan pembiayaan Koperasi Konsumen Setia Budi

Tri Wahyuni

Tri Wahyuni (Foto: Dok.pri)

Malang | JATIMSATUNEWS.COM: Pandemi Covid-19 pada 2020 tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang bagi sebagian masyarakat untuk membangun usaha mandiri. Hal inilah yang dialami Tri Wahyuni, perintis Keripik Pisang 3 Krezz yang kini mulai berkembang dengan dukungan pembiayaan Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW).

Tri mengawali usaha makanan ringan tersebut dari rumahnya di kawasan Laksda Adi Sucipto, Malang. Berbekal kemauan untuk memperoleh penghasilan melalui usaha produktif, ia mulai memasarkan keripik pisang kepada orang-orang terdekat.

Pada tahap awal, jaringan pertemanan dan lingkungan koperasi menjadi modal penting dalam memperkenalkan produknya. Rekan sesama anggota SBW dan teman dekat menjadi pelanggan pertama yang kemudian membantu mempromosikan Keripik Pisang 3 Krezz dari mulut ke mulut.

Baca juga: Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Workshop Muslim Kaya dan Bahagia, 20 Mahasiswa Ditawari Peluang Bisnis

Baca juga: Berawal dari Pelatihan Batik, dTanbi Tumbuh Bersama Dukungan Permodalan Kopwan SBW

“Pelanggan pertama saya teman-teman SBW dan teman-teman dekat. Jadi, pemasarannya dari mulut ke mulut,” ungkap Tri.

Strategi sederhana tersebut perlahan membuahkan hasil. Pesanan mulai berdatangan seiring semakin dikenalnya produk keripik pisang buatannya.

Meski demikian, perjalanan usaha Tri tidak lepas dari kendala. Keterbatasan modal menjadi tantangan utama, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang membutuhkan biaya cukup besar.

“Tantangan awal merintis ya modalnya itu. Untuk bahan-bahannya mahal,” tuturnya.

Sebagai anggota koperasi, Tri kemudian memanfaatkan fasilitas pembiayaan melalui SBW, termasuk pinjaman yang bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Ia menyebut, pembiayaan yang semula diperoleh sebesar Rp5 juta kini meningkat menjadi Rp20 juta. Tambahan modal tersebut membantu memenuhi kebutuhan produksi dan mendukung pengembangan usahanya.

“Saya memilih SBW karena sebagai anggota koperasi bisa mendapatkan pinjaman LPDB. Awalnya cuma Rp5 juta, sekarang sudah menjadi Rp20 juta,” jelasnya.

Dukungan permodalan itu memberikan ruang bagi Tri untuk meningkatkan kapasitas produksi. Ia kini lebih leluasa memenuhi kebutuhan bahan baku dan menerima pesanan dalam jumlah lebih besar.

“Setelah mendapatkan pinjaman dari SBW, alhamdulillah usaha saya bisa bertambah maju dan bisa menerima pesanan dengan jumlah banyak,” katanya.

Menariknya, Keripik Pisang 3 Krezz hingga kini masih dikelola bersama keluarga. Tri belum merekrut tenaga kerja dari luar karena proses produksi dan kegiatan usaha masih dibantu suami serta anak-anaknya.

Di tengah perkembangan tersebut, Tri menyimpan harapan untuk membawa produknya menjangkau pasar yang lebih luas. Salah satu impian yang ingin diwujudkannya adalah memiliki toko oleh-oleh sendiri.

Bangga Menjadi Perempuan Mandiri

Bagi Tri, perjalanan membangun usaha bukan sekadar tentang memperoleh penghasilan. Ia juga merasakan kebanggaan karena mampu memiliki usaha sendiri dan menjadi bagian dari komunitas perempuan pelaku usaha di SBW.

“Saya sangat bangga dengan diri saya sebagai perempuan yang mandiri, bisa bergabung dengan ibu-ibu di SBW dan mempunyai usaha sendiri,” ujarnya.

Ia berharap Keripik Pisang 3 Krezz terus berkembang hingga mampu memiliki gerai oleh-oleh. Tri juga mengajak perempuan lain yang menghadapi kendala permodalan agar tidak ragu memanfaatkan koperasi sebagai salah satu jalan untuk mengembangkan usaha.

“Saya ingin usaha saya lebih berkembang lagi, seperti punya toko oleh-oleh. Saya juga ingin ibu-ibu yang masih kesulitan modal usaha mari bergabung di SBW,” pesannya.

Iklan

Kisah Tri Wahyuni menunjukkan bahwa usaha rumahan dapat tumbuh melalui ketekunan, dukungan keluarga, dan akses permodalan. Dari langkah sederhana saat pandemi, Keripik Pisang 3 Krezz kini menjadi salah satu upaya Tri membangun kemandirian ekonomi sekaligus mewujudkan cita-cita sebagai perempuan pelaku usaha. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.