Langsung ke konten
Selasa, 27 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Fokus Agroekologi dan Kesejahteraan, FBiPK UB Gandeng Petrokimia Gresik Bangun Kemandirian Warga Pandanrejo

FBiPK UB dan PT Petrokimia Gresik meluncurkan Program PANDAWA di Dusun Pandanrejo, Wajak, Kabupaten Malang, mengintegrasikan konservasi air, demplot

Peserta FGD FBiPK UB dan PT Petrokimia Gresik meluncurkan Program PANDAWA di Dusun Pandanrejo, Wajak, Kabupaten Malang, Foto bersama

Peserta FGD FBiPK UB dan PT Petrokimia Gresik meluncurkan Program PANDAWA di Dusun Pandanrejo, Wajak, Kabupaten Malang, Foto bersama (Foto: Humas FBiPK)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: FBiPK UB dan PT Petrokimia Gresik meluncurkan Program PANDAWA di Dusun Pandanrejo, Wajak, Kabupaten Malang, mengintegrasikan konservasi air, demplot pemupukan, hingga penguatan ekonomi desa.

Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) resmi berkolaborasi dengan PT Petrokimia Gresik meluncurkan Program PANDAWA (Pandanrejo Agroecology & Welfare Village), sebuah inisiatif terintegrasi yang memadukan penguatan sektor pertanian, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan warga.
​Peluncuran program strategis tersebut diselenggarakan di Kantor Koperasi Brawijaya Agro Ventura, Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, pada Rabu (21/10/2026).

Program ini merupakan bagian langsung dari realisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Petrokimia Gresik.
​Agenda peresmian ini dihadiri langsung oleh Dekan FBiPK UB Prof. M. Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., Vice President TJSL PT Petrokimia Gresik Sutyoso Kusentyo Putra, jajaran Pemerintah Dusun Pandanrejo, serta perwakilan Perhutani Wilayah Kerja Bambang Selatan.
​Program PANDAWA dirancang secara komprehensif sebagai model pemberdayaan masyarakat jangka panjang dengan landasan agroekologi. Pendekatan ini menyatukan tata kelola sumber daya alam, peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan infrastruktur vital, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
​Dekan FBiPK UB, Prof. M. Purnomo, menegaskan bahwa kolaborasi triple-helix antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat menjadi kunci utama menjawab tantangan pembangunan perdesaan masa kini.
​“Program PANDAWA merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab tantangan pembangunan perdesaan. Melalui pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, kami ingin memastikan bahwa peningkatan produktivitas pertanian berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Prof. Purnomo.
​Ia menambahkan, FBiPK UB siap mengerahkan seluruh kompetensi akademik serta kepakaran di bidang pertanian, kehutanan, dan pengelolaan lingkungan untuk melakukan pendampingan intensif. Hal ini bertujuan agar para petani mampu mengoptimalkan potensi lokal lewat praktik bertani yang efektif, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
​Konservasi Sumber Air hingga Penguatan Rantai Pasok
​Dalam implementasinya, Program PANDAWA menitikberatkan pada sejumlah aksi konkret. Prioritas pertama menyasar konservasi lingkungan melalui penghijauan kawasan tangkapan air guna menjaga fungsi ekologis dan menjamin ketersediaan pasokan air jangka panjang, baik untuk kebutuhan harian warga maupun lahan pertanian.
​Langkah ekologis tersebut diimbangi dengan pembangunan infrastruktur irigasi pertanian modern guna menjamin kelancaran distribusi air ke lahan-lahan budidaya. Di sektor budidaya, program ini memfasilitasi pembuatan lahan percontohan (demonstration plot atau demplot) pemupukan presisi. Melalui demplot tersebut, petani dibimbing langsung menerapkan dosis dan teknik pemupukan yang efisien sesuai karakter tanah setempat.
​Dukungan sektor hulu turut diperkuat dengan penataan rantai pasok pupuk dari Petrokimia Gresik agar para petani memperoleh akses sarana produksi pertanian secara tepat waktu. Di sisi sosial, PANDAWA juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi terpadu.
​Vice President TJSL PT Petrokimia Gresik, Sutyoso Kusentyo Putra, menyatakan bahwa kolaborasi bersama institusi pendidikan tinggi menjadi pilar penting agar program sosial korporasi memiliki daya tahan dan dampak terukur.
​“Melalui Program PANDAWA, kami berupaya mengembangkan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi langkah penting untuk mengintegrasikan penguatan sektor pertanian, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu program yang berkelanjutan,” ungkap Sutyoso.
​Model Percontohan Desa Mandiri
​Berbeda dengan skema bantuan karitatif yang bersifat jangka pendek, PANDAWA mengedepankan kemandirian masyarakat sebagai tolok ukur utama keberhasilan program.
​“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan atau tersedianya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan, mengelola, dan mengembangkannya secara mandiri. Karena itu, pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting dari Program PANDAWA,” imbuh Prof. Purnomo.
​Sinergi yang terbangun harmonis bersama perangkat desa serta Perhutani Wilayah Kerja Bambang Selatan memastikan aspek legalitas dan kelestarian kawasan hutan tetap terjaga selaras dengan pemanfaatan produktif oleh warga.
​Peluncuran inisiatif PANDAWA ini sekaligus membuktikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi FBiPK UB yang menyatu langsung dengan kebutuhan riil masyarakat. Ke depan, ekosistem agroekologi di Pandanrejo diharapkan dapat menjadi cetak biru percontohan bagi desa-desa lingkar hutan lainnya di Jawa Timur.

Baca juga: Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat Pabrik pada PT Petrokimia Gresik Melibatkan Warga Sekitar dan Mahasiswa Magang

Baca juga: Mahasiswa FBiPK UB Raih Gold Medal, Juara 1 dan Juara Umum PENA 3 Lewat Gagasan Kesejahteraan Guru Honorer

FBiPK UB dan PT Petrokimia Gresik meluncurkan Program PANDAWA di Dusun Pandanrejo, Wajak, Kabupaten Malang, mengintegrasikan konservasi air, demplot pemupukan, hingga penguatan ekonomi desa.

​Jatimsatunews.com, MALANG – Komitmen nyata dalam mendorong pembangunan kawasan perdesaan berkelanjutan kembali diwujudkan kalangan akademisi dan dunia usaha. Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) resmi berkolaborasi dengan PT Petrokimia Gresik meluncurkan Program PANDAWA (Pandanrejo Agroecology & Welfare Village), sebuah inisiatif terintegrasi yang memadukan penguatan sektor pertanian, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan warga.

​Peluncuran program strategis tersebut diselenggarakan di Kantor Koperasi Brawijaya Agro Ventura, Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, pada Rabu (21/10/2026). Program ini merupakan bagian langsung dari realisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Petrokimia Gresik.

​Agenda peresmian ini dihadiri langsung oleh Dekan FBiPK UB Prof. M. Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., Vice President TJSL PT Petrokimia Gresik Sutyoso Kusentyo Putra, jajaran Pemerintah Dusun Pandanrejo, serta perwakilan Perhutani Wilayah Kerja Bambang Selatan.

Iklan

​Program PANDAWA dirancang secara komprehensif sebagai model pemberdayaan masyarakat jangka panjang dengan landasan agroekologi. Pendekatan ini menyatukan tata kelola sumber daya alam, peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan infrastruktur vital, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

​Dekan FBiPK UB, Prof. M. Purnomo, menegaskan bahwa kolaborasi triple-helix antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat menjadi kunci utama menjawab tantangan pembangunan perdesaan masa kini.

​“Program PANDAWA merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab tantangan pembangunan perdesaan. Melalui pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, kami ingin memastikan bahwa peningkatan produktivitas pertanian berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Prof. Purnomo.

​Ia menambahkan, FBiPK UB siap mengerahkan seluruh kompetensi akademik serta kepakaran di bidang pertanian, kehutanan, dan pengelolaan lingkungan untuk melakukan pendampingan intensif. Hal ini bertujuan agar para petani mampu mengoptimalkan potensi lokal lewat praktik bertani yang efektif, hemat biaya, dan ramah lingkungan.

​Konservasi Sumber Air hingga Penguatan Rantai Pasok

​Dalam implementasinya, Program PANDAWA menitikberatkan pada sejumlah aksi konkret. Prioritas pertama menyasar konservasi lingkungan melalui penghijauan kawasan tangkapan air guna menjaga fungsi ekologis dan menjamin ketersediaan pasokan air jangka panjang, baik untuk kebutuhan harian warga maupun lahan pertanian.

​Langkah ekologis tersebut diimbangi dengan pembangunan infrastruktur irigasi pertanian modern guna menjamin kelancaran distribusi air ke lahan-lahan budidaya. Di sektor budidaya, program ini memfasilitasi pembuatan lahan percontohan (demonstration plot atau demplot) pemupukan presisi. Melalui demplot tersebut, petani dibimbing langsung menerapkan dosis dan teknik pemupukan yang efisien sesuai karakter tanah setempat.

​Dukungan sektor hulu turut diperkuat dengan penataan rantai pasok pupuk dari Petrokimia Gresik agar para petani memperoleh akses sarana produksi pertanian secara tepat waktu. Di sisi sosial, PANDAWA juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi terpadu.

Iklan

​Vice President TJSL PT Petrokimia Gresik, Sutyoso Kusentyo Putra, menyatakan bahwa kolaborasi bersama institusi pendidikan tinggi menjadi pilar penting agar program sosial korporasi memiliki daya tahan dan dampak terukur.

​“Melalui Program PANDAWA, kami berupaya mengembangkan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi langkah penting untuk mengintegrasikan penguatan sektor pertanian, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu program yang berkelanjutan,” ungkap Sutyoso.

​Model Percontohan Desa Mandiri

​Berbeda dengan skema bantuan karitatif yang bersifat jangka pendek, PANDAWA mengedepankan kemandirian masyarakat sebagai tolok ukur utama keberhasilan program.

​“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan atau tersedianya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan, mengelola, dan mengembangkannya secara mandiri. Karena itu, pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting dari Program PANDAWA,” imbuh Prof. Purnomo.

​Sinergi yang terbangun harmonis bersama perangkat desa serta Perhutani Wilayah Kerja Bambang Selatan memastikan aspek legalitas dan kelestarian kawasan hutan tetap terjaga selaras dengan pemanfaatan produktif oleh warga.

​Peluncuran inisiatif PANDAWA ini sekaligus membuktikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi FBiPK UB yang menyatu langsung dengan kebutuhan riil masyarakat. Ke depan, ekosistem agroekologi di Pandanrejo diharapkan dapat menjadi cetak biru percontohan bagi desa-desa lingkar hutan lainnya di Jawa Timur.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.