PASURUAN|JATIMSATUNEWS.COM
Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan melalui aksi nyata donor darah di Masjid Al Falah, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (25/10/2026). Kegiatan sosial yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali ini berhasil menghimpun 70 pendonor yang sukses mendonorkan darahnya. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan kepedulian terhadap kebutuhan darah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Di tengah pentingnya ketersediaan darah untuk menunjang pelayanan kesehatan, kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi kemanusiaan yang memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain. Setiap kantong darah yang terkumpul berpotensi menjadi harapan baru bagi pasien yang membutuhkan transfusi, baik akibat kecelakaan, tindakan operasi, maupun kondisi medis tertentu.
Melalui kegiatan ini, Masjid Al Falah Pandaan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ibadah, tetapi juga menunjukkan peran strategisnya sebagai ruang penggerak solidaritas sosial dan kepedulian kemanusiaan.
Sejak kegiatan berlangsung, antusiasme warga sekitar terlihat dari kehadiran masyarakat yang secara sukarela mengikuti proses donor darah. Mereka datang dengan semangat untuk memberikan sumbangsih nyata bagi sesama yang membutuhkan.
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat perhatian dari pengurus Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kabupaten Pasuruan.
Kehadiran pengurus PDDI menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan donor darah yang terus digalakkan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan donor darah di Masjid Al Falah Pandaan memiliki nilai lebih karena dilaksanakan secara konsisten setiap tiga bulan sekali. Rutinitas tersebut memperlihatkan bahwa aksi kemanusiaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen berkelanjutan dalam membangun kepedulian masyarakat.
Sebanyak 70 pendonor berhasil mendonorkan darahnya dalam kegiatan kali ini. Angka tersebut menjadi capaian positif sekaligus dorongan agar gerakan donor darah semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
KETUA PDDI KABUPATEN PASURUAN APRESIASI KONSISTENSI MASJID AL FALAH
Ketua PDDI Kabupaten Pasuruan, Mas Zaini, menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Al Falah Pandaan atas konsistensinya menyelenggarakan kegiatan donor darah secara rutin.
Menurutnya, keterlibatan masjid dalam kegiatan sosial kemanusiaan merupakan langkah positif yang patut dipertahankan dan dikembangkan. Masjid memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu pusat penggerak partisipasi warga dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk donor darah.
"Masjid Al Falah Pandaan merupakan masjid yang cukup aktif dalam mengadakan kegiatan sosial donor darah ini. Saya berharap semakin banyak masjid yang ada di Kabupaten Pasuruan mendukung kegiatan sosial donor darah ini," jelas Mas Zaini.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Kebutuhan darah di fasilitas pelayanan kesehatan berlangsung setiap hari, sementara ketersediaannya sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela.
Karena itu, diperlukan gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat agar kegiatan donor darah tidak hanya berlangsung di lokasi tertentu, tetapi juga semakin meluas ke berbagai wilayah.
Masjid, organisasi kemasyarakatan, komunitas pemuda, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, hingga lingkungan perusahaan memiliki peluang untuk mengambil peran dalam mendukung kegiatan tersebut.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, gerakan donor darah diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial sekaligus membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
TERIMA KASIH KEPADA PARA PENDONOR, SETETES DARAH BERARTI HARAPAN KEHIDUPAN
Selain memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Al Falah Pandaan, Mas Zaini juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Baginya, kesediaan masyarakat untuk mendonorkan darah merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti. Para pendonor telah meluangkan waktu dan memberikan kontribusi nyata tanpa harus mengenal siapa penerima manfaat dari darah yang mereka sumbangkan.
"Terima kasih saya ucapkan kepada para pendonor. Karena sumbangsihnya, harapan stok darah yang ada di Kabupaten Pasuruan bisa selalu terpenuhi," imbuhnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberlangsungan kegiatan donor darah membutuhkan dukungan dari masyarakat secara luas. Tanpa partisipasi pendonor, upaya menjaga ketersediaan darah akan menghadapi tantangan tersendiri.
Donor darah juga menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan materi. Dengan memenuhi persyaratan kesehatan dan mendonorkan darah secara sukarela, seseorang dapat ikut membantu pasien yang tengah berjuang mendapatkan kesembuhan.
Di balik setiap kantong darah yang terkumpul, terdapat nilai kemanusiaan yang tidak bisa diukur hanya dengan angka. Ada harapan pasien, perjuangan keluarga, serta kesempatan bagi seseorang untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
MASJID BUKAN HANYA PUSAT IBADAH, TETAPI JUGA PUSAT KEPEDULIAN SOSIAL
Kegiatan donor darah di Masjid Al Falah Pandaan memperlihatkan bagaimana rumah ibadah dapat mengambil peran lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain menjadi tempat mendekatkan diri kepada Tuhan, masjid juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan solidaritas, serta menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Konsistensi kegiatan setiap tiga bulan sekali menjadi contoh bahwa gerakan sosial yang terencana dan berkelanjutan dapat membangun kebiasaan positif di tengah masyarakat.
Ke depan, dukungan lebih banyak masjid di Kabupaten Pasuruan diharapkan mampu memperluas jangkauan kegiatan donor darah. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula peluang untuk membangun gerakan kemanusiaan yang kuat dan berkesinambungan.
Sinergi antara Unit Donor Darah PMI Kabupaten Pasuruan, PDDI, pengurus masjid, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong keberhasilan gerakan tersebut.
Keberhasilan Masjid Al Falah Pandaan menghimpun 70 pendonor bukan sekadar capaian dalam satu kegiatan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pesan bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari lingkungan terdekat, dimulai dari kesediaan untuk berbagi dan membantu sesama.(WK)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.