MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sekitar 4.000 mahasantri memenuhi Sport Center (SC) Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam gelaran UIN Maliki Bersholawat. Lantunan sholawat, suasana penuh kegembiraan, dan pesan perjuangan ulama mewarnai kegiatan yang menghadirkan Lora Ismail Kholili, cicit Pahlawan Nasional Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, tersebut.
Di hadapan ribuan mahasantri, Lora Ismail mengingatkan pentingnya membangun karakter santri yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, menjadi santri bukan sekadar menuntut ilmu agama, tetapi juga melanjutkan perjuangan para ulama yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat, bangsa, dan negara.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke-65 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Lustrum XIII, sekaligus peringatan Hari Santri Nasional. Acara ini dihadiri Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., Dewan Kyai Ma’had, jajaran pimpinan universitas, dan ribuan mahasantri Kampus 1.
Baca juga: P2B UIN KHAS Jember Pelajari Tata Kelola Bisnis dan Pengembangan Aset Produktif di UIN Maliki Malang
Lora Ismail: Santri Harus Mewarisi Semangat Perjuangan Ulama
Dalam tausiyahnya, Lora Ismail Kholili menekankan bahwa generasi santri harus memiliki daya juang yang kuat. Mereka tidak boleh mudah patah semangat ketika menghadapi kesulitan ataupun kehilangan orientasi hanya karena keberhasilan membutuhkan proses dan pengorbanan.
Pesan tersebut relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Di tengah kehidupan modern yang menawarkan berbagai kemudahan, generasi Z tetap perlu membangun ketahanan mental, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola diri. Kemudahan fasilitas tidak serta-merta menjadikan seseorang tangguh dalam menghadapi persoalan.
Bagi santri, ketangguhan bukan berarti tidak pernah mengalami kegagalan. Sebaliknya, ketangguhan tercermin dari kemampuan untuk terus belajar, menjaga prinsip ketika menghadapi tekanan, dan bangkit ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.
Lora Ismail juga mengingatkan bahwa perjuangan para ulama harus diteruskan melalui penguasaan ilmu, penguatan akhlak, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, santri tidak hanya dipersiapkan untuk meraih keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ma’had, Fondasi Pembentukan Karakter Mahasantri
Pesan tentang ketangguhan tersebut sejalan dengan kekhasan sistem pendidikan UIN Maliki Malang yang mengintegrasikan perguruan tinggi dan pesantren melalui program Ma’had selama satu tahun bagi mahasiswa baru.
Selama menjalani kehidupan di Ma’had, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran keislaman dan pembiasaan ibadah, tetapi juga ditempa melalui pengalaman hidup bersama. Kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
Nilai-nilai tersebut tidak cukup disampaikan melalui teori. Mahasantri mengalaminya dalam rutinitas sehari-hari, mulai dari mengatur waktu, menaati aturan, menjalankan kewajiban, hingga belajar hidup dalam lingkungan kolektif.
Melalui integrasi pendidikan tinggi dan tradisi pesantren, UIN Maliki Malang berupaya membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kedalaman spiritual dan akhlak. Mahasantri diharapkan mampu membawa nilai-nilai pesantren ke dalam kehidupan profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
Sholawat dan Kuis Interaktif, Hadirkan Kebersamaan
Selain tausiyah, UIN Maliki Bersholawat berlangsung semarak melalui sesi kuis interaktif yang melibatkan Rektor, Lora Ismail Kholili, dan jajaran pimpinan universitas. Berbagai pertanyaan dilontarkan kepada mahasantri, disambut antusias dengan tawa, tepuk tangan, dan sorak kegembiraan.
Dua sepeda gunung, kipas angin, setrika, serta sejumlah hadiah menarik lainnya dibagikan untuk menambah kemeriahan acara. Interaksi tersebut menghadirkan suasana akrab antara pimpinan universitas, ulama, dan mahasantri.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembinaan karakter tidak harus berlangsung dalam suasana formal. Spiritualitas, kedisiplinan, dan kegembiraan dapat berjalan beriringan dalam membangun pengalaman pendidikan yang bermakna. Kebersamaan semacam ini juga menjadi ruang untuk memperkuat ikatan emosional mahasantri dengan lingkungan kampus.
Sebelum tausiyah berlangsung, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyampaikan sambutan dan motivasi kepada para mahasantri. Rektor turut mengapresiasi panitia serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Dies Natalis ke-65, Perkuat Tradisi dan Kebersamaan
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, M.A., selaku person in charge (PIC) Dies Natalis ke-65, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UIN Maliki Bersholawat.
Apresiasi secara khusus diberikan kepada Dewan Kyai Ma’had, Mudir Ma’had Dr. Izzuddin beserta tim, serta Ketua Panitia Dies Natalis, dr. Yossi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), bersama seluruh panitia.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan yang melibatkan ribuan mahasantri tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai unsur universitas.
“Sinergi pimpinan, Dewan Kyai Ma’had, panitia, dan sivitas akademika menjadi faktor penting dalam menghadirkan kegiatan yang memadukan nilai spiritual, pendidikan, dan kebersamaan” ungkapnya.
Memasuki usia ke-65 dan Lustrum XIII, UIN Maliki Malang terus meneguhkan komitmen membangun pendidikan tinggi yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan, kedalaman spiritual, dan pembentukan karakter.
UIN Maliki Bersholawat menjadi pengingat bahwa tradisi keislaman dan pendidikan karakter merupakan bagian penting dari perjalanan perguruan tinggi. Santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang kuat menghadapi tantangan, teguh menjaga akhlak, serta mampu mengabdikan ilmu bagi kepentingan umat, bangsa, dan negara.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.