MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melakukan kunjungan studi wawasan ke P2B UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (23/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum pertukaran pengalaman mengenai tata kelola unit bisnis, pengembangan aset produktif, hingga penguatan kemitraan di lingkungan perguruan tinggi.
Rombongan UIN KHAS Jember dipimpin Kepala P2B, Dr. H. Munir Is’adi, SE., M.Akun. Turut serta dalam rombongan sejumlah unsur pengawasan internal, keuangan, perencanaan, organisasi dan tata laksana, humas, sarana dan prasarana, serta jajaran P2B UIN KHAS Jember.
Kegiatan diawali dengan pemaparan profil dan pengelolaan P2B UIN Maliki Malang. Dalam sesi tersebut, P2B UIN Maliki Malang berbagi pengalaman mengenai tata kelola kelembagaan, model bisnis, pengelolaan aset produktif, pengembangan kerja sama dan kemitraan, serta strategi pengembangan unit bisnis perguruan tinggi.
Kepala P2B UIN KHAS Jember, Dr. H. Munir Is’adi, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan bisnis perguruan tinggi melalui pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarlembaga.
“Kunjungan ini bukan hanya untuk melihat bagaimana unit bisnis dikelola, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, dan bertukar pengalaman. Kami berharap apa yang kami dapatkan di UIN Maliki Malang dapat menjadi bahan pengembangan dan penguatan tata kelola P2B UIN KHAS Jember.”
Menurutnya, pengembangan bisnis perguruan tinggi membutuhkan tata kelola yang profesional, inovasi, serta kemampuan membangun kemitraan yang memberikan manfaat bagi institusi.
“Kami ingin membangun P2B yang semakin profesional, produktif, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan kelembagaan. Karena itu, praktik baik dari UIN Maliki Malang menjadi salah satu referensi penting bagi kami.”

Sementara itu, Kepala P2B UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Suud Fuadi, S.HI., M.EI., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pengembangan bisnis perguruan tinggi tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga perlu menghasilkan nilai tambah bagi institusi dan mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“P2B harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki perguruan tinggi menjadi aset yang produktif. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, terukur, dan berkelanjutan.”
Ia menambahkan, sinergi antarpengelola P2B di lingkungan PTKIN penting untuk mempercepat proses pembelajaran dan inovasi kelembagaan.
“Setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik, potensi, dan model pengelolaan yang berbeda. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk saling belajar. Apa yang berhasil di satu perguruan tinggi dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perguruan tinggi masing-masing.”
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session mengenai tata kelola bisnis dan praktik pengelolaan usaha. Kedua pihak mendiskusikan berbagai tantangan sekaligus peluang dalam mengembangkan unit bisnis perguruan tinggi, termasuk pengelolaan aset produktif dan penguatan kemitraan.
Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelola bisnis perguruan tinggi, khususnya di lingkungan PTKIN. Forum semacam ini juga membuka ruang bagi masing-masing institusi untuk mengenali praktik pengelolaan yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakter, potensi, dan kebutuhan kelembagaan.
Bagi UIN Maliki Malang dan UIN KHAS Jember, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi momentum memperkuat jejaring kelembagaan antarsesama PTKIN dalam mengembangkan tata kelola bisnis perguruan tinggi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.