TAIWAN | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya mendorong kemandirian ekonomi Pekerja Migran Indonesia (PMI) setelah menyelesaikan masa kerja di luar negeri terus digencarkan melalui penguatan keterampilan produktif yang aplikatif. Langkah strategis ini diwujudkan oleh Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) lewat kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional yang berfokus pada pemanfaatan teknologi vacuum frying dan perencanaan usaha bagi PMI di Taiwan.
Kegiatan yang dihelat pada Sabtu, 26 September 2026, ini digawangi oleh Dr. Ir. Mochamad Bagus Hermanto, S.TP., M.Sc. bersama Dr. Dwi Setiawan, S.TP. Bertempat di Sekretariat Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Chiayi, Taiwan, acara tersebut dihadiri secara antusias oleh sekitar 23 orang pengurus serta anggota PCINU Chiayi.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Bagus Hermanto, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk mengubah pola pikir para PMI agar siap bertransformasi menjadi calon pengusaha mandiri sekembalinya ke tanah air. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin tabungan hasil kerja keras para PMI selama bertahun-tahun di negeri orang habis tanpa menghasilkan pemasukan yang berkelanjutan. Melalui pemanfaatan teknologi vacuum frying, para peserta dibimbing untuk melihat potensi besar buah dan sayur lokal di kampung halaman agar dapat diolah menjadi produk bernilai jual tinggi.
Baca juga: Tembus Top 100 Dunia, FTAB UB Gandeng NTU Taiwan Matangkan 5 Program Strategis

Keunggulan Teknologi Sederhana untuk Skala UMKM
Dalam pemaparannya, Dr. Bagus menjelaskan bahwa mesin vacuum fryer sangat ideal diaplikasikan dalam skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menerangkan bahwa keunggulan utama alat tersebut terletak pada proses penggorengan dalam kondisi vakum sehingga suhu yang digunakan bisa ditekan lebih rendah, yakni sekitar 80 hingga 90 derajat Celsius.
Teknologi ini membuat keripik buah tetap cerah warna gizinya, terjaga aromanya, serta tidak merusak nutrisi di dalamnya, jauh berbeda dari metode penggorengan konvensional yang rentan gosong. Selain prinsip kerja alat, para peserta juga mendapatkan wawasan mendalam mengenai diversifikasi produk berbasis komoditas lokal seperti apel, nangka, salak, hingga ubi ungu. Rangkaian materi turut mencakup teknik sortasi bahan baku, proses pengolahan, hingga standar pengemasan produk agar tahan lama dan menarik di pasaran.
Simulasi Bisnis dan Sambutan Hangat dari PCINU Chiayi
Tidak hanya berhenti pada aspek teknis pengolahan pangan, para peserta juga dibekali strategi bisnis melalui penerapan Business Model Canvas (BMC) serta pelatihan simulasi keuangan menggunakan Microsoft Excel. Melalui sesi interaktif ini, peserta diajak menghitung komponen biaya produksi, menentukan harga pokok penjualan (HPP), menetapkan margin keuntungan, hingga memetakan target titik impas (break-even point) secara terstruktur.
Ketua PCINU Ranting Chiayi, Taiwan, Ari Samsudin, menyambut baik serta mengapresiasi tinggi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sangat menjawab keresahan para anggota. Menurutnya, sebagian besar anggota PCINU Chiayi merupakan PMI yang akan segera purna tugas dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun ke depan dan sering kali bingung menentukan langkah usaha sekembalinya ke desa.
Ari mengungkapkan rasa antusiasmenya karena materi pelatihan pengolahan keripik vakum dan perhitungan bisnis digital tersebut baru pertama kali mereka peroleh secara langsung. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini berhasil membangkitkan optimisme baru di kalangan pekerja migran agar masa purna kerja bukan menjadi akhir, melainkan titik awal lembaran baru sebagai pengusaha mandiri di kampung halaman.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.