PROBOLINGGO | JATIMSATUNEWS.COM: Implementasi Kurikulum Cinta menjadi perhatian dalam upaya memperkuat pendidikan karakter di madrasah. Isu tersebut dibahas dalam Workshop Implementasi Kurikulum Cinta untuk Penguatan Karakter Siswa Madrasah melalui program Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) di Probolinggo, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., sebagai salah satu pemateri.
Workshop yang berlangsung pukul 15.30–18.30 WIB tersebut juga menghadirkan Anggota DPR RI Komisi VIII, H. Syaiful Nuri, serta melibatkan mitra Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK). Forum ini menjadi ruang pembahasan mengenai penguatan pendidikan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keislaman.
Kehadiran Muhammad Walid merepresentasikan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam di lingkungan madrasah. Melalui workshop ini, perspektif akademik dipertemukan dengan peran pemangku kebijakan untuk mendorong pendekatan pendidikan karakter yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, keterlibatan H. Syaiful Nuri menghadirkan perspektif legislatif dalam agenda peningkatan mutu pendidikan Islam. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap pengembangan kurikulum dan kualitas penyelenggaraan pendidikan madrasah.

Implementasi Kurikulum Cinta menempatkan nilai kepedulian, sikap saling menghormati, tanggung jawab, dan akhlak mulia sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Penguatan nilai-nilai tersebut membutuhkan pemahaman pendidik, keteladanan dalam keseharian, serta lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Melalui kegiatan Ngopi Pendidikan Islam, workshop ini diharapkan memperluas pemahaman pemangku kepentingan madrasah sekaligus mendorong penerapan Kurikulum Cinta dalam praktik pendidikan. Dengan demikian, penguatan mutu madrasah tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan siswa, tetapi juga pembentukan pribadi yang berakhlak dan memiliki kepedulian sosial.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.