Langsung ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Sambut Hari Santri 2026, MWCNU Widodaren Ngawi Gelar Ziarah Muassis ke 6 Makam Tokoh NU

Mengisi Hari Santri 2026, MWCNU Widodaren Ngawi menggelar ziarah muassis ke 6 makam tokoh NU, termasuk menyerahkan tali asih kepada ahli waris.

Sambut Hari Santri 2026, Banom Fatayat NU Widodaren Ngawi ziarah dan menyerahkan tali asih kepada ahli waris dari Muassis NU di Kecamatan Widodaren, Ibu Nyai Suziyah Kedungprahu, istri alm. KH. Asroful Anam./dok.QONY

Sambut Hari Santri 2026, Banom Fatayat NU Widodaren Ngawi ziarah dan menyerahkan tali asih kepada ahli waris dari Muassis NU di Kecamatan Widodaren, Ibu Nyai Suziyah Kedungprahu, istri alm. KH. Asroful Anam./dok.QONY

NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Widodaren, Kabupaten Ngawi, menggelar rangkaian kegiatan Ziarah Muassis pada Sabtu pagi (17/10/2026). 

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Badan Otonom (Banom) dan Lembaga di lingkungan MWCNU Widodaren dengan antusiasme yang sangat tinggi.

Ziarah muassis tahun ini menempuh rute ke enam lokasi makam tokoh dan pejuang NU di wilayah Kecamatan Widodaren, yaitu:

  • KH. Asroful Anam (Kedungprahu)
  • Simbah Kiai Mustajab (Gebang)
  • Simbah Kiai Barzaqi (Walikukun)
  • Simbah Kiai Maksum Abdurrahman (Kedunggudel)
  • KH. Ismail Abbas (Katerban)
  • KH. Abdul Azis (Tugu Sidolaju)

Baca juga: Puncak Dies Natalis ke-12 STKIP Modern Ngawi: Gelar Santunan Yatim Hingga Apresiasi Usaha Mahasiswa

NU Widodaren Ngawi Ziarah Sambut Hari Santri 2026

Sinergi dan Khidmat Jamaah

Ziarah di makam KH. Asroful Anam Kedungprahu spesial HSN 2026./dok.QONY
Ziarah di makam KH. Asroful Anam Kedungprahu spesial Hari Santri 2026./dok.QONY

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari. Wakil Tanfidziyah MWCNU Widodaren Ngawi, Purwanto, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini serta mengapresiasi partisipasi jamaah yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Kami dari MWCNU Widodaren mengadakan rangkaian kegiatan ziarah Muassis dalam rangka memperingati HSN. Kami nyuwun jamaah bisa mengikuti hingga paripurna,” ujar Purwanto dalam sambutannya.

Prosesi pembacaan doa dan tahlil di setiap titik makam berlangsung khusyuk di bawah pimpinan Rais Syuriyah MWCNU Widodaren, Kiai Mochtar Khudlori dan yang mewakili.

Teladani Biografi Salah Satu Muassis NU Widodaren

Ziarah di makam Simbah Kiai Mustajab Gebang spesial HSN 2026./dok.QONY
Ziarah di makam Simbah Kiai Mustajab Gebang spesial Hari Santri 2026./dok.QONY

Semangat khidmah dan berjuang di dalam agama serta organisasi para muassis, menjadi sebuah keteladanan.

Sehingga setiap jamaah atau kader NU dapat menyalakan api perjuangan dalam pergerakan yang membawa barokah serta kemaslahatan umat.

Di lokasi keenam tepatnya di makam KH. Abdul Azis yang ada di kompleks Ponpes Syech Salaubina Tugu Sidolaju, diceritakan biografi singkat Muassis NU tersebut.

Yakni pernah menjabat dua kali berturut-turut sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Ngawi dan sekali sebagai Wakil Rais Syuriyah PCNU.

Selain itu juga diceritakan kesederhanaan dan kecintaan Yai Azis terhadap agama dan Nahdlatul Ulama.

Iklan

Menikah dengan Syarifah putri dari Simbah Kiai Ismail, atau cucu dari Mbah Syech Salaubina Tugu Sidolaju dan mewakafkan 32 tahun hidupnya di pondok pesantren.

Ziarah di makam Simbah Kiai Barzaqi Walikukun, Muassis NU di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, mertua dari H. Mundirin, Ketua NU-Care MWCNU Widodaren./dok.QONY
Ziarah di makam Simbah Kiai Barzaqi Walikukun, Muassis NU di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, mertua dari H. Mundirin, Ketua NU-Care MWCNU Widodaren./dok.QONY
Banom dan Lembaga NU di Kecamatan Widodaren memakai seragam kebesaran masing-masing saat ziarah di makam Simbah Kiai Maksum Abdurrahman Kedunggudel spesial HSN 2026./dok.QONY
Banom dan Lembaga NU di Kecamatan Widodaren memakai seragam kebesaran masing-masing saat ziarah di makam Simbah Kiai Maksum Abdurrahman Kedunggudel spesial Hari Santri 2026./dok.QONY
Jamaah NU Widodaren ziarah di makam KH. Abdul Azis Tugu Sidolaju spesial HSN 2026./dok.QONY
Jamaah NU Widodaren berziarah di makam KH. Abdul Azis Tugu Sidolaju spesial Hari Santri 2026./dok.QONY

Pesan dari Shohibul Bait

Ziarah di makam KH. Ismail Abbas Katerban, ahli waris Muassis, Gus M. Noval Al Haidar turut menyampaikan rasa syukur dan harapan./dok.QONY
Ziarah di makam KH. Ismail Abbas Katerban, ahli waris Muassis, Gus M. Noval Al Haidar turut menyampaikan rasa syukur dan harapan./dok.QONY

Saat rombongan ziarah berkunjung ke Makam KH. Ismail Abbas di Katerban, kedatangan para peziarah disambut hangat oleh pihak keluarga besar.

Gus M. Noval Al Haidar, putra dari KH. Anis Al Affad Katerban sekaligus cicit dari KH. Ismail Abbas, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi jemaah NU dalam merawat ingatan terhadap jasa para pendahulu.

Dalam sambutannya, Gus Noval menyampaikan pesan spiritual yang menyentuh hati para peziarah terkait ikatan keimanan dan kebersamaan.

“Seseorang itu akan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang dicintainya,” tutur Gus Noval.

“Ada kemungkinan kita sebenarnya sudah pernah berjumpa di alam sebelum dunia ini, maka dari itu di dunia kita dipertemukan kembali,” lanjutnya.

“Semoga perkumpulan dan perjumpaan kita hari ini tidak hanya berhenti di dunia saja, namun berlanjut hingga ke akhirat kelak,” imbuhnya.

Ia juga berharap agar kegiatan Ziarah Muassis ini mendatangkan atsar (jejak kebaikan) serta limpahan keberkahan bagi seluruh jemaah dan masyarakat Widodaren pada umumnya.

Baca juga: Sambut Hari Santri Nasional 2026, NU Care LAZISNU PCNU Ngawi Ziarah Masyayikh

Penyerahan Tali Asih dan Peningkatan Partisipasi

Sebagai bentuk takzim dan kepedulian sosial, dalam rangkaian ziarah ini, Banom dan Lembaga MWCNU Widodaren juga menyerahkan tali asih kepada para shohibul bait atau keluarga ahli waris Muassis NU di Kecamatan Widodaren.

Pihak panitia mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah jamaah yang hadir dibandingkan penyelenggaraan ziarah HSN tahun lalu.

Hal ini menunjukkan makin menguatnya rasa cinta, kebersamaan, dan spirit bertabaruk kepada para ulama pendiri NU di kalangan warga Nahdliyin Widodaren.

Rangkaian Ziarah Muassis Hari Santri 2026 MWCNU Widodaren ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kehangatan serta keberkahan hingga seluruh agenda usai.(QONY)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.