Langsung ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Wisuda Akbar RTC Jatim ke-7: Kemenag Ingatkan Hafiz Tak Sekadar Hapal Teks Sekaligus Beri Warning Keras Isu Kekerasan

Tampak hadir di kursi VIP Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Achmad Shampton, Wakil Rektor Unisma Dr.

Suasana khidmat Wisuda Akbar RTC Jatim ke-7 di Auditorium Unisma Malang.

Suasana khidmat Wisuda Akbar RTC Jatim ke-7 di Auditorium Unisma Malang. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menghafal 30 juz Al-Qur’an bukanlah sebuah garis akhir, melainkan gerbang awal menuju pemahaman dan pengamalan esensi kitab suci secara mendalam. Pesan penting tersebut menggema kuat dalam helatan Wisuda Akbar Jawa Timur ke-7 yang diselenggarakan oleh Rumah Tahfizh Center (RTC) Yayasan Al Quran Lima Benua di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma), Ahad (18/10).

Acara yang diinisiasi oleh Direktur RTC, Diki Alaudin, ini berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh penting. Tampak hadir di kursi VIP Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Achmad Shampton, Wakil Rektor Unisma Dr. Muhammad Yunus, Kasi PD Pontren, serta Kabag Kesra yang mewakili Wali Kota Malang.

Apresiasi Kemenag Malang dan Pentingnya Pemahaman Esensi Al-Qur’an

Kepala Kemenag Kota Malang Achmad Shampton menegaskan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya wisuda tahfiz tersebut. Meski bangga dengan lahirnya para penjaga kalam Tuhan, ia memberikan catatan kritis kepada para wisudawan.

Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Diniyah Formal Kemenag RI, Dr. Mahrus, M.Ag., saat melakukan kunjungan kerja di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang.
Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Diniyah Formal Kemenag RI, Dr. Mahrus, M.Ag., saat melakukan kunjungan kerja di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang.

Baca juga: FTIK UIN Malang Gandeng LP2M dan Kemenag Kabupaten Malang Latih Guru MTs Deteksi Hoaks

Baca juga: Kabiro UIN Malang Ikuti Arahan Sekjen Kemenag, AI dan Kemandirian Kampus Jadi Fokus

“Pencapaian ini patut disyukuri, tetapi para wisudawan tidak boleh terjebak dalam kebanggaan hafal secara tekstual saja tanpa memahami isinya,” tegas Achmad Shampton kepada wartawan Jatimsatunews.

Iklan

Pernyataan tersebut selaras dengan orasi yang disampaikan oleh Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Diniyah Non Formal Kemenag RI, Dr. Mahrus, M.Ag. Dalam sambutannya, ia membongkar realitas bahwa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak mufasir yang andal. Gelar sarjana tafsir saja belum cukup tanpa ditopang ilmu-ilmu penyerta seperti nahwu, sharaf, hingga penguasaan tajwid tingkat tinggi yang membedah akar makharijul huruf secara presisi.

Di tengah sambutannya, Dr. Mahrus menyitir keindahan bait Qashidah Burdah karya Imam al-Bushiri. Ia mengibaratkan hafalan ayat suci laksana mutiara yang bernilai tinggi.

“Mutiara akan bertambah indah ketika dalam kondisi tersusun rapi dengan ilmu, walaupun kadar nilainya tidak berkurang saat terurai. Al-Qur’an ini laksana telaga yang dapat memutihkan wajah para pendosa. Orang yang hafal Al-Qur’an sekurangnya harus tercermin keteduhan di wajah dan perilakunya,” urainya.

Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar para hamilul Qur’an saat ini adalah gaya hidup duniawi yang kerap menggoyahkan keistiqamahan, sehingga ilmu dan adab harus terus diasah melampaui momen perayaan wisuda.

Warning Keras Kemenag Terkait Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Pesantren

Di penghujung arahannya, Dr. Mahrus menyoroti isu krusial terkait tata kelola dan keamanan di lingkungan lembaga pendidikan agama. Mewakili Kemenag RI, ia memastikan direktoratnya akan turun tangan mendampingi serta merapikan regulasi lembaga agar sejalan dengan disiplin ilmu perlindungan anak.

“Ini pesan terakhir dan sangat penting. Jangan sampai pendidikan Al-Qur’an ternodai. Na’udzubillahi min dzalik, jangan sampai terjadi lagi kekerasan fisik, psikis, maupun seksual di tempat-tempat di mana Al-Qur’an diajarkan, seperti masa kelam yang pernah terjadi sebelumnya di daerah lain,” pungkas Dr. Mahrus dengan nada tegas.

Sebagai informasi, di sela-sela kunjungan dinasnya di Kota Malang, Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Diniyah Formal, Dr. Mahrus, M.Ag., turut menyempatkan diri mengunjungi Pesantren Bahrul Maghfiroh, Ma’had Al-Qolam MAN 2 Kota Malang, serta PPTQ Nurul Huda Joyosuko pada Sabtu malam. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.