GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM: Dinda Diva Ramadhani, mahasiswa Program Studi Fisika UPN “Veteran” Jawa Timur, mengikuti Program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA) di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Gresik. Ia dibimbing dosen pembimbing Nenni Mona Aruan, S.Pd., M.Si. Program ini menjadi kesempatan baginya untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dalam lingkungan industri yang nyata.
Selama enam bulan, mulai 13 Juli hingga 31 Desember 2026, Dinda ditempatkan di Unit Research and Development (R&D) Laboratorium Fisika. Di sana ia terlibat dalam pengujian sifat fisis material untuk penelitian dan pengembangan produk semen.
Dua pengujian yang dijalani berkaitan dengan kehalusan semen. Pertama, Particle Size Distribution (PSD) untuk mengetahui ukuran butiran semen. Sampel dimasukkan ke alat, disinari laser, lalu cahaya yang menyebar dibaca oleh detektor. Prinsipnya adalah hamburan cahaya: butiran kecil menyebarkan cahaya ke sudut yang lebih lebar daripada butiran besar. Ukuran butiran ini penting karena semen yang lebih halus lebih cepat bereaksi dengan air, sehingga memengaruhi kekuatannya.
Kedua, uji kehalusan menggunakan Blaine Apparatus untuk mengukur luas permukaan semen. Sampel ditimbang, dipadatkan di wadah uji, lalu udara dialirkan melewatinya sambil dicatat waktu alirnya. Semakin halus semen, semakin banyak celah sempit di antara butiran, sehingga udara membutuhkan waktu lebih lama untuk lewat. Prinsip ini sejalan dengan Hukum Darcy, yaitu kecepatan aliran udara melalui bahan berpori dipengaruhi oleh kerapatan celah di dalamnya.
Pengujian ketiga adalah uji kuat tekan memakai Compression Testing Machine untuk mengetahui seberapa besar beban yang dapat ditahan material. Sampel dicetak, dirawat sampai umur tertentu, lalu ditekan mesin perlahan sampai pecah, dan beban maksimumnya dicatat. Kekuatan tekan dihitung dari gaya dibagi luas bidang yang ditekan. Material pecah ketika tekanan yang diterimanya melebihi batas kemampuannya, sesuai konsep elastisitas dan kekuatan bahan dalam fisika. Hasil uji ini menjadi gambaran mutu semen sehingga menjadi salah satu parameter penting dalam penelitian dan pengembangan produk.

Menurut Dinda, di laboratorium fisika tidak hanya mengoperasikan alat. Ia juga menyiapkan sampel, mengikuti prosedur, mencatat hasil ukur, dan mengolah data dengan menerapkan prinsip Good Lab Practice (GLP) serta SNI ISO/IEC 17025:2017. Dari situ ia belajar bahwa ketelitian sangat penting karena hasil uji harus bisa dipertanggungjawabkan.
Ia juga melihat langsung penerapan ilmu Fisika yang dipelajari di kampus, mulai dari pengukuran, sifat material, dan mekanika sampai analisis data.
Program ini memberi Dinda pengalaman dunia kerja industri, termasuk bekerja dalam tim. Pengalaman ini juga melatih komunikasi dan tanggung jawab. Kegiatannya sejalan dengan SDGs poin ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), karena semen adalah bahan utama pembangunan infrastruktur. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat penerapan ilmu Fisika secara langsung, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kerja sama kampus dan industri. Dinda berterima kasih kepada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, khususnya Unit R&D Laboratorium Fisika, Bapak Ahmad Riyanto selaku pembimbing lapangan, Bapak M. Yahya Widyanto selaku karyawan analis laboratorium fisika, serta seluruh tim atas bimbingan, arahan, ilmu, dan dukungan penuh selama pelaksanaan magang.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.