Langsung ke konten
Sabtu, 17 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

DPD Goes to School, Ning Lia Ajak Mahasiswa Unair Perkuat Demokrasi

Lia Istifhama, saat mengenalkan peran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) kepada ratusan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair).

Senator DPD RI Jatim Dr. Lia Istifhama berfoto bersama mahasiswa Unair usai kegiatan DPD Goes to School.

Senator DPD RI Jatim Dr. Lia Istifhama berfoto bersama mahasiswa Unair usai kegiatan DPD Goes to School. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kedekatan generasi muda dengan lembaga negara menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat sistem demokrasi di Indonesia. Hal tersebut ditekankan oleh Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, saat mengenalkan peran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) kepada ratusan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair).

Melalui program DPD Goes to School bertema Mengenal Lebih Dekat DPD RI: Rumah Perjuangan Daerah dan Masa Depan Demokrasi Indonesia, perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu mengajak para mahasiswa untuk tidak bersikap apatis serta aktif terlibat dalam kehidupan politik maupun pembangunan bangsa.

Acara yang sarat diskursus kebangsaan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan akademisi terkemuka Unair. Di antaranya Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis Prof. Dr. Koko Srimulyo, Drs., M.Si., Guru Besar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Radian Salman, S.H., LL.M., pakar komunikasi politik Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si., hingga Direktur Kemahasiswaan Dr. Eko Supeno, Drs., M.Si.

Baca juga: Mahasiswa KKN 25 Mundusewu UPN “Veteran” Jawa Timur Dorong Digitalisasi UMKM Desa Mundusewu melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pengembangan Produk serta Branding UMKM

Baca juga: FITK UIN Malang Gelar Koordinasi Bersama Pimpinan ORMAWA Bahas Agenda Strategis Kemahasiswaan

Pentingnya Kritis dan Memahami Alur Kebijakan Publik

Wakil Rektor Unair, Prof. Koko Srimulyo, menilai bahwa pengenalan lembaga negara secara langsung kepada mahasiswa merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran berdemokrasi. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang dialog agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis, berani bertanya, dan memahami dinamika tata kelola pemerintahan.

“Mahasiswa perlu belajar memahami bagaimana lembaga negara bekerja, berani bertanya, dan mendalami proses politik yang berjalan. Kelak, saudara akan memilih ruang pengabdian masing-masing dan berpartisipasi dalam memberikan kontribusi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Prof. Koko.

Iklan

Senada dengan hal tersebut, Dr. Suko Widodo mengibaratkan hubungan antara mahasiswa dan DPD RI ibarat “jodoh yang belum dikenalkan”. Meski sama-sama peduli terhadap masa depan bangsa, jarak komunikasi antarkeduanya masih perlu dijembatani melalui ruang-ruang dialog interaktif semacam ini. Suko juga memaparkan data bahwa kepercayaan publik terhadap partai politik tidak selalu linier dengan kedekatan personal, sehingga komunikasi politik yang terbuka dengan generasi muda menjadi sebuah keniscayaan.

Gagasan Konstruktif dan Peran Strategis DPD RI

Di sisi lain, Dr. Radian Salman menyoroti posisi DPD RI dalam sistem bikameral asimetris yang memegang peranan vital dalam membawa aspirasi daerah ke tingkat pusat. Penguatan agregasi kepentingan daerah, khususnya terkait hubungan keuangan pusat dan daerah, dinilai krusial agar pembangunan nasional bisa berjalan secara merata dan berkeadilan.

Menyambung pemaparan tersebut, Ning Lia menegaskan bahwa esensi demokrasi bukan sekadar kontestasi perebutan kekuasaan semata, melainkan wadah penyaluran gagasan yang konstruktif. Ia berharap mahasiswa mampu membedakan antara kritik yang membangun berbasis analisis tajam dengan retorika kosong semata.

“Partisipasi politik harus diarahkan pada upaya menjaga keberlangsungan demokrasi sekaligus memperkuat kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Ning Lia menutup sesi diskusi.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.