Langsung ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Menuju Madiun Bebas Sampah, Wabup Purnomo Hadi Resmikan Oksinerator Suhu Tinggi

Dalam upaya menuju Madiun bebas sampah, Wabup Purnomo Hadi meresmikan oksinerator bersuhu tinggi (>1.000°C).

Dalam upaya menuju Madiun bebas sampah, Wabup Purnomo Hadi meresmikan oksinerator bersuhu tinggi (>1.000°C)./dok.DNY-Kominfo

Dalam upaya menuju Madiun bebas sampah, Wabup Purnomo Hadi meresmikan oksinerator bersuhu tinggi (>1.000°C)./dok.DNY-Kominfo

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Demi menuju Madiun bebas sampah, Pemerintah Kabupaten Madiun terus mendorong inovasi pengelolaan sampah untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).

Salah satunya melalui pengoperasian fasilitas pengelolaan sampah sistem oksinerator bersuhu tinggi di atas 1.000 derajat Celsius.

Keberadaan oksinerator ini diresmikan Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi di Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Jumat (16/10/2026).

Pengelolaannya dilakukan oleh CV Sugih Sukses Abadi bekerja sama dengan BUMDes Makmur Sejahtera.

Baca juga: Pemkab Madiun Terbitkan Perbup 18/2026 Tutup Celah Korupsi dan Perketat Tata Kelola BKK Desa

Wabup Purnomo Hadi Resmikan Oksinerator Suhu Tinggi

Pengoperasian fasilitas ini menjadi salah satu upaya menangani sampah residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan melalui proses pemilahan, penggunaan kembali, dan daur ulang (reduce, reuse, recycle).

Teknologi oksinerator diharapkan dapat mendukung optimalisasi pengelolaan sampah di tingkat desa sekaligus memperkuat peran tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

Dalam keterangannya, Wakil Bupati Purnomo Hadi menjelaskan, oksinerator dirancang untuk membakar sampah residu menggunakan sistem pembakaran bersuhu tinggi.

Menurutnya, teknologi tersebut berpotensi mengurangi volume secara signifikan sehingga residu yang tersisa untuk penanganan lebih lanjut menjadi lebih sedikit.

“Dengan pembakaran bersuhu tinggi, sampah dapat berkurang sekitar 90 hingga 95 persen, sehingga residunya tinggal sekitar lima persen. Ini tentu berpotensi mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke TPA,” ujar Purnomo Hadi.

Wakil Bupati yang akrab disapa dr. Pur itu juga menekankan pentingnya memastikan aspek keamanan, kelayakan teknis, serta pemenuhan ketentuan dan perizinan dalam pengoperasian teknologi tersebut.

Oksinerator bersuhu tinggi (>1.000°C) yang diresmikan Wabup Purnomo Hadi untuk mengelola sampah di Madiun./dok.DNY-Kominfo
Oksinerator bersuhu tinggi (>1.000°C) yang diresmikan Wabup Purnomo Hadi untuk menunjang misi Madiun bebas sampah./dok.DNY-Kominfo

Pentingnya Pendampingan dari DLH dan BRIN

Ia meminta adanya pendampingan dari instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), agar pengembangan fasilitas berjalan sesuai standar yang berlaku.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

Iklan

Purnomo berharap fasilitas di Desa Mejayan dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis desa yang bisa dikembangkan di wilayah lain setelah melalui evaluasi dan pemenuhan persyaratan yang diperlukan.

Dengan demikian, misi menuju Madiun bebas sampah makin besar karena ditunjang dari tingkat desa.

“Antardaerah bukan kompetitor, melainkan harus saling mendukung untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Inovasi ini merupakan bentuk kolaborasi yang perlu terus dikembangkan,” tegasnya.

Nilai Tambah Ekonomi

Selain aspek lingkungan dan misi Madiun bebas sampah, keberadaan fasilitas oksinerator juga diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi bagi desa.

Melalui kerja sama dengan CV Sugih Sukses Abadi, BUMDes Makmur Sejahtera memiliki peluang mengembangkan unit usaha pengelolaan sampah secara profesional.

Sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa dan membuka ruang kegiatan ekonomi bagi masyarakat.

Latar Belakang Pembangunan

Sudah Darurat

Sementara itu, Kepala Desa Mejayan Gunawan Wibisono menyampaikan, pembangunan fasilitas tersebut dilatarbelakangi persoalan darurat sampah yang membutuhkan penanganan konkret.

Pemerintah Desa Mejayan berkomitmen mengelola dan merawat fasilitas secara profesional bersama BUMDes Makmur Sejahtera.

TPS3R setempat juga diarahkan menjadi pusat edukasi dan percontohan pengelolaan di Kabupaten Madiun.

Berbagai Pihak Hadiri Peresmian

Peresmian fasilitas turut dihadiri perwakilan BRIN, Kepala Desa Taji Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, selaku penggagas teknologi oksinerator.

Kemudian, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Mejayan, pengurus Pondok Pesantren Al-Fatih Saradan, jajaran direksi CV Sugih Sukses Abadi, serta masyarakat sekitar.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Madiun yang kemudian diserahkan kepada pengelola TPS3R.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan pita dan peninjauan langsung fasilitas yang menggunakan teknologi oksinerator tersebut.(DNY/Kominfo)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.