YOGYAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Stand Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) menarik perhatian pengunjung dalam Expo OASE III PTKIN 2026.
Agenda Expo Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berlangsung pada 4–6 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diikuti PTKIN dari seluruh Indonesia.
Keunggulan pendidikan pesantren melalui Ma’had Al-Jami’ah hingga inovasi robotika karya mahasiswa UIN Malang kemudian menjadi daya tarik utama yang ditampilkan.
Baca juga: Temu Alumni Fakultas Syariah UIN Malang 2026, Dekan Dorong Alumni Berdampak
Sorotan
Expo OASE III PTKIN 2026
Stand UIN Malang Hadirkan Keunggulan Mahad hingga Konsep Kampus Hijau

Stand UIN Malang menghadirkan beragam produk unggulan, di antaranya kitab karya para pengasuh Ma’had Al-Jami’ah dan robot hasil inovasi mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).
Beragam produk tersebut menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan. Sejumlah pelajar MAN 2 Kulon Progo Yogyakarta hingga mahasiswa dari perguruan tinggi lain tampak mengunjungi stand untuk melihat langsung karya keilmuan pesantren dan inovasi teknologi yang dipamerkan.
Ketua Kontingen OASE III UIN Malang, Dr. Begum Fauziyah, S.Si., M.Farm., menjelaskan bahwa keikutsertaan UIN Malang dalam Expo menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keunggulan kampus secara menyeluruh.
Menurutnya, UIN Malang tidak hanya menampilkan produk dan karya, tetapi juga memperkenalkan integrasi pendidikan pesantren, penguatan bahasa, riset, inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan.
“Alhamdulillah, melalui Expo ini kami dapat memperkenalkan berbagai keunggulan khas UIN Malang, mulai dari Ma’had Al-Jami’ah dan pembentukan karakter Ulul Albab, penguatan bahasa Arab dan Inggris melalui PKPBA, PKPBI, serta BIPA, hingga konsep green campus, riset, inovasi, dan kolaborasi global,” ungkapnya.
Selain itu, UIN Malang turut memperkenalkan integrasi Islam dan sains sebagai identitas pengembangan keilmuan kampus, termasuk berbagai capaian rekognisi internasional.
Ruang Strategis Kenalkan Potensi Kampus

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Malang, Ita Hidayatus Sholihah, M.M., mengapresiasi semangat mahasiswa dan seluruh tim yang terlibat.
Ia menilai Expo OASE III menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi kampus sekaligus menunjukkan perkembangan prestasi mahasiswa.
Ia menegaskan, peningkatan prestasi mahasiswa perlu terus didukung melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan.
Keberhasilan UIN Malang meraih juara umum kedua pada ajang Porsi Jawara PTKIN di Pekalongan menjadi modal sekaligus motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih baik.
“Semangat mahasiswa dalam berkompetisi harus terus kita dukung. Prestasi yang telah diraih menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan mengawal lahirnya prestasi-prestasi berikutnya. Semoga melalui OASE III PTKIN 2026 ini, UIN Malang kembali memperoleh hasil yang membanggakan,” harapnya.
Baca juga: Kampanye Dialogis PEMIRA Fakultas Syariah 2026, WD III Tekankan Adu Gagasan Tanpa Kebencian
38 Mahasiswa Lolos Babak Final 14 Cabang Perlombaan
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, Ph.D., menyampaikan bahwa UIN Malang mengirimkan 38 mahasiswa yang berhasil melaju ke babak final pada 14 cabang perlombaan OASE III PTKIN 2026.
“Saya berharap seluruh delegasi mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi bagi almamater. Capaian juara umum kedua pada Porsi Jawara PTKIN di Pekalongan diharapkan menjadi penyemangat untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
Pembukaan Expo tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I Dr. Basri, Ph.D., Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, Ph.D., Kepala Biro AAKK Ita Hidayatus Sholihah, M.M., Direktur Ma’had Al-Jami’ah, serta para Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan, alumni dan kerjasamanya.
Melalui partisipasi dalam Expo OASE III PTKIN 2026, UIN Malang tidak hanya memperkenalkan keunggulan institusi, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi keilmuan pesantren dapat berjalan beriringan dengan perkembangan sains dan teknologi.
Semangat integrasi keilmuan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam melahirkan generasi unggul, berkarakter, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.***
Kontributor: MFT


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.