Langsung ke konten
Selasa, 3 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Pendidikan

Kampanye Dialogis PEMIRA Fakultas Syariah 2026, WD III Tekankan Adu Gagasan Tanpa Kebencian

Kampanye Dialogis Pemira Fakultas Syariah 2026 digelar, WD III menekankan bahwa ajang ini untuk adu gagasan tanpa kebencian.

Kampanye Dialogis Pemira Fakultas Syariah 2026 digelar, dihadiri WD III Miftahul Huda pada Selasa, 3 November./dok.UIN Malang

Kampanye Dialogis Pemira Fakultas Syariah 2026 digelar, dihadiri WD III Miftahul Huda pada Selasa, 3 November./dok.UIN Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kampanye dialogis Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Fakultas Syariah 2026 di Auditorium Gedung D Lantai 3, Kampus 1 UIN Malang, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi para kandidat organisasi mahasiswa untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja sekaligus berdialog dengan mahasiswa.

Pemira 2026 mengusung tema “Mengawal Demokrasi: Menguatkan Partisipasi, Mewujudkan Aspirasi”.

Baca juga: SEMA Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Sekolah Naskah Akademik dan Legislatif, Perkuat Kapasitas Legislator Mahasiswa

Pemira Fakultas Syariah UIN Malang 2026

Kampanye Dialogis

Kampanye dialogis tersebut diikuti oleh para kandidat dari Senat Mahasiswa (SEMA-F), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA-F), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Hukum Keluarga Islam (HKI).

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian visi dan misi masing-masing kandidat, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Melalui forum ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengenal gagasan, arah kebijakan, dan program kerja yang ditawarkan para kandidat sebelum menentukan pilihan dalam PEMIRA.

Ketua panitia Kampanye Pemira Mahasiswa (KPM) Hafid mengatakan setelah kampanye monologis & dialogis terlaksana pemilihan akan dilakukan melalui e vote yang disediakan oleh kampus tanggal 10 November 2026.

Kampanye Bukan Ajang Adu Kebencian

Kampanye Dialogis Pemira Fakultas Syariah 2026 digelar, WD III Miftahul Huda menekankan bahwa ajang ini untuk adu gagasan bukan saling menebar kebencian./dok.UIN Malang
Kampanye Dialogis Pemira Fakultas Syariah 2026 digelar, WD III Miftahul Huda menekankan bahwa ajang ini untuk adu gagasan bukan saling menebar kebencian./dok.UIN Malang

Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan, alumni dan kerjasamanya Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara.

Ia juga mengapresiasi para kandidat, serta mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam proses demokrasi mahasiswa tahun 2026.

Iklan

Ia menegaskan bahwa kampanye dialogis harus menjadi ruang adu gagasan, bukan ajang adu kebencian.

Karena itu, setiap kandidat diharapkan memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan visi, misi, program kerja, serta solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa.

“Jangan sampai kampanye justru digunakan untuk menyerang pribadi kandidat lain, membangun opini negatif, atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kedepankan argumentasi, data, dan gagasan yang realistis,” tegasnya.

Menurut Miftahul Huda, perbedaan pilihan merupakan bagian yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh merusak persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan Fakultas Syariah.

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menghormati hasil PEMIRA, siapa pun kandidat yang nantinya memperoleh amanah. Sebab, esensi demokrasi bukan semata-mata tentang kemenangan atau kekalahan, melainkan bagaimana proses pemilihan berlangsung secara sehat, jujur, dan bertanggung jawab.

“Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, mari kita hormati hasil PEMIRA. Kita boleh berbeda dalam menentukan pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu menghilangkan persaudaraan. Kita tetap satu keluarga besar Fakultas Syariah,” pesannya.

Pembelajaran Demokrasi Positif

Menutup arahannya, Miftahul Huda mengajak seluruh kandidat dan mahasiswa untuk menjadikan PEMIRA Fakultas Syariah 2026 sebagai momentum pembelajaran demokrasi yang positif.

Ia berharap seluruh tahapan kampanye dapat berlangsung secara tertib dengan mengedepankan etika, kedewasaan, dan sikap saling menghargai.

“Selamat berkampanye. Tunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah mampu berdemokrasi secara cerdas, santun, dan bermartabat,” pungkasnya.***

Kontributor: MFT

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.