MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kesehatan ternak dan kebutuhan pengembangan usaha menjadi tantangan yang dihadapi peternak sapi perah di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Melalui Sahabat Ternak dalam rangkaian Srawung Desa 2026, Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga menghadirkan edukasi kesehatan hewan bagi peternak di Desa Balesari, Kabupaten Malang, pada Sabtu (24/10/2026).
Salah seorang peternak sapi perah di Desa Balesari menuturkan bahwa dirinya telah menjalankan usaha peternakan di lokasi tersebut sejak 2019. Saat wawancara, ia memelihara sekitar 10–11 ekor sapi jenis Friesian Holstein (FH), meskipun jumlah ternaknya pernah lebih banyak.
Dalam kesehariannya, peternak memulai aktivitas dengan membersihkan kandang dan sapi sebelum melakukan pemerahan. Setelah itu, sapi diberi pakan berupa hijauan dan pakan tambahan, seperti konsentrat serta kulit singkong. Pola pemeliharaan serupa kembali dilakukan pada sore hari, termasuk pemerahan susu.
Baca juga: Kasih Pakan Lele Kini Bisa Otomatis, Tim PkM Polinema Latih Peternak Putukrejo Pakai Auto Feeder
Baca juga: Kemandirian Pangan, Rutan Bangil Laksanakan Panen Telur dari Peternakan Ayam Petelur
Dari usaha tersebut, produksi susu keseluruhan mencapai rata-rata sekitar 100 liter per hari. Sementara itu, produksi masing-masing sapi bervariasi, dengan kisaran sekitar 8–15 liter. Namun, kegiatan peternakan tersebut masih menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga kesehatan sapi dan menyesuaikan biaya pemeliharaan.
Peternak mengungkapkan bahwa sapi peliharaannya pernah mengalami demam dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain risiko penyakit, perubahan harga pakan tambahan turut memengaruhi pengeluaran usaha. Peternak harus menyesuaikan jumlah pakan dengan kemampuan finansial agar biaya yang dikeluarkan tetap seimbang dengan pendapatan yang diperoleh.
“Jadi kalau penghasilannya kecil, makannya ya harus kecil. Tapi kalau makannya terlalu banyak pengeluaran uang juga banyak, nanti kan enggak imbang penghasilannya,” ujar peternak.
Penanganan kesehatan sapi selama ini banyak dibantu oleh anaknya yang memiliki pengalaman di bidang kesehatan hewan. Meski demikian, perhatian terhadap kesehatan ternak tetap menjadi hal penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan.
Dalam kegiatan Sahabat Ternak, drh. Zilly Zenianti Zandriana, M. Si dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang turut memberikan edukasi mengenai pentingnya kewaspadaan peternak terhadap kondisi kesehatan hewan. Berdasarkan kunjungannya ke sekitar empat hingga lima peternak, ia menilai kondisi kandang yang diamati cukup baik. Kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang ditemuinya juga dinilai cukup terjaga.
drh. Zilly menjelaskan bahwa upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan melalui penerapan biosekuriti, antara lain dengan penyemprotan kandang menggunakan disinfektan dan vaksinasi rutin. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan peternak mengenali kondisi ternak yang sakit serta mengetahui jalur untuk memperoleh bantuan tenaga kesehatan hewan.
“Setelah diadakannya acara Srawung Desa, diharapkan peternak lebih aware kepada apabila ada ternak yang sakit,” tuturnya.
Menurutnya, peternak juga perlu mengetahui cara menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala sakit. Dengan demikian, penanganan dapat dikonsultasikan kepada pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan hewan.
Di sisi lain, peternak berharap adanya dukungan pemerintah berupa tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Ia secara khusus menginginkan bantuan untuk menambah jumlah induk sapi agar kapasitas peternakannya dapat berkembang.
Harapan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan peternakan di tingkat desa berkaitan erat dengan kebutuhan menjaga kesehatan ternak sekaligus memperkuat kemampuan usaha. Bagi peternak di Desa Balesari, keberlanjutan usaha tidak hanya bergantung pada produksi susu, tetapi juga pada kemampuan mengelola biaya pemeliharaan dan memenuhi kebutuhan pengembangan ternak.
Penulis: Mina Octaviana


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.