Langsung ke konten
Senin, 12 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Kasih Pakan Lele Kini Bisa Otomatis, Tim PkM Polinema Latih Peternak Putukrejo Pakai Auto Feeder

Pelatihan Pengoperasian Auto Feeder guna Peningkatan Efisiensi Pemberian Pakan Lele di Desa Putukrejo, Gondanglegi

Serah terima alat auto feeder dari Tim PkM Politeknik Negeri Malang kepada Direktur BUMDes Barokah Desa Putukrejo, Zainur Rozikin, S.M.

Serah terima alat auto feeder dari Tim PkM Politeknik Negeri Malang kepada Direktur BUMDes Barokah Desa Putukrejo, Zainur Rozikin, S.M. (Foto: Dok. Tim PkM Polinema)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Urusan kasih makan lele yang selama ini serba manual di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, kini mulai naik level. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Malang (Polinema) menghadirkan teknologi auto feeder alias alat pemberi pakan otomatis, lengkap dengan pelatihan cara mengoperasikannya, bagi unit usaha peternakan BUMDes Barokah.

Desa Putukrejo sendiri punya modal yang lumayan kuat. Sebagai desa dengan karakter pedesaan, wilayah ini kaya potensi sumber daya alam sekaligus sumber daya manusia yang mendukung sektor pertanian dan peternakan. Banyak warganya menggantungkan hidup dari bertani, beternak, dan menjalankan usaha berbasis potensi lokal, termasuk budidaya ikan air tawar.

Peta wilayah Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Di sisi barat desa terdapat kawasan Wisata Sumber Sira. (Foto: Tangkapan layar peta digital)

Lahan yang tersedia, pasokan air yang relatif cukup, dan semangat wirausaha warga yang tinggi membuat budidaya ikan lele tumbuh menjadi salah satu usaha produktif desa. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Lele punya siklus produksi yang relatif singkat, permintaan pasarnya stabil, dan ikannya dikenal tangguh beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.

Baca juga: Sumber Sirah Wajah Baru Ekonomi Desa: Dari Mata Air Jernih Menuju Wisata Edukasi Berbasis Masyarakat, Laporan Khusus | Sumber Sirah, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang

Baca juga: Inovasi Ekonomi Sirkular, Desa Putukrejo Gondanglegi Sulap Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif

Masalahnya, pemberian pakan di kolam-kolam lele milik mitra masih dilakukan secara manual. Akibatnya, jadwal makan ikan kurang teratur dan takarannya tidak terukur. Kebiasaan ini berujung pada pakan yang terbuang percuma, ukuran ikan yang tidak seragam, serta biaya operasional yang terus membengkak. Padahal, pakan merupakan komponen pengeluaran paling besar dalam usaha budidaya lele.

Kondisi kolam budidaya ikan lele milik unit usaha peternakan BUMDes Barokah di Desa Putukrejo, Gondanglegi. (Foto: Dok. Tim PkM Polinema)

Dari situlah tim PkM menawarkan solusi lewat penerapan auto feeder. Alat ini dirancang untuk mengatur waktu dan dosis pakan secara lebih teratur dan presisi. Hasilnya, pemborosan pakan bisa ditekan, penggunaan pakan jadi lebih efisien, dan pertumbuhan lele pun lebih optimal serta seragam.

Programnya tidak berhenti di penyerahan alat. Tim lebih dulu menyosialisasikan teknologi auto feeder kepada pengelola pertanian dan peternakan Desa Putukrejo. Setelah itu, peserta diajak praktik langsung mengoperasikan alat, lalu didampingi untuk menyesuaikan jadwal dan takaran pakan sesuai umur serta kepadatan ikan di kolam. Tahap terakhir adalah evaluasi awal untuk melihat dampak penerapan teknologi tersebut.

Iklan

Kegiatan ini diketuai oleh Nurul Hidayati, S.T., M.T., dengan anggota Aad Hariyadi, S.ST., M.T.; Ir. Hudiono, M.T.; Putri Elfa Mas’udia, S.T., M.Cs.; Atik Novianti, S.ST., M.T.; dan Rieke Adriati Wijayanti, S.T., M.T. Tim dosen ini juga turut melibatkan sejumlah mahasiswa Program Studi Teknik Telekomunikasi Polinema.

Tim PkM Program Studi Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Malang berfoto bersama perwakilan mitra seusai rangkaian kegiatan pengabdian. (Foto: Dok. Tim PkM Polinema)

Lewat program ini, mitra diharapkan makin terampil mengoperasikan auto feeder, lebih hemat dalam penggunaan pakan, dan tidak lagi terlalu bergantung pada tenaga kerja manual.

Dalam jangka panjang, “Dengan auto feeder ini diharapkan ikut mendongkrak produktivitas dan pendapatan unit usaha peternakan BUMDes Barokah. Lebih dari itu, langkah kecil ini menjadi pijakan bagi Desa Putukrejo untuk menerapkan budidaya perikanan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan”, ujar Nurul Hidayati, S.T., M.T.

Penulis: Tim PkM Politeknik Negeri Malang

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.