Langsung ke konten
Kamis, 1 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Gerakan Tanam Serempak di Wonoasri, Strategi Kabupaten Madiun Perkuat Lumbung Pangan di Tengah Cuaca Ekstrem

Pemkab Madiun menggelar Gerakan Tanam Serempak di Wonoasri, sebagai cara memperkuat lumbung pangan di tengah cuaca ekstrem.

Gerakan Tanam Serempak untuk kebangkitan nasional di Wonoasri, Kabupaten Madiun pada 30 September 2026./dok.DNY-Kominfo

Gerakan Tanam Serempak untuk kebangkitan nasional di Wonoasri, Kabupaten Madiun pada 30 September 2026./dok.DNY-Kominfo

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Ancaman krisis pangan dan fenomena perubahan iklim yang memicu kekeringan direspons cepat oleh Pemerintah Kabupaten Madiun.

Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Pemprov Jawa Timur, Pemkab Madiun menggelar Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Rabu (30/9/2026).

Aksi tanam padi secara simbolis ini diarahkan sebagai langkah taktis percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus mitigasi konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Turut hadir pada kesempatan itu antara lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Madiun, Ir. Yuristiyanto (Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Jatim), Nurul (Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan).

Kemudian, Denny Kurniawan (Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Jatim), Abu Bakar (Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian).

Lalu, Ndaru Kandaryanto (Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Madiun) dan jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Camat, serta Forkopimcam Wonoasri.

Dalam sambutan pengarahannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Madiun, Didik Hariyanto, mengapresiasi dukungan penuh Kementerian Pertanian mulai dari bantuan alsintan, sarana prasarana, hingga pelatihan SDM petani dan PPL.

Dengan luas lahan sawah mencapai lebih dari 32.418,3 hektar, Kabupaten Madiun berkomitmen mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan Jawa Timur.

Iklan

“Selama 2024 dan 2025, Madiun konsisten menjadi produsen beras terbesar ke-6 di Jawa Timur dengan rata-rata produksi 480.264 ton Gabah Kering Giling (GKG) per tahun,” ungkap Didik.

Didik juga mengimbau para petani untuk segera mengolah tanah dan menanam secara serempak, serta meminta petugas PPL gencar mendampingi petani.

Tujuannya adalah memantau ketersediaan pupuk bersubsidi, distribusi air, dan mengantisipasi serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Prov. Jatim, Ir. Yuristiyanto, memaparkan empat strategi utama untuk mengantisipasi dampak El Nino dan kelangkaan air.

Empat strategi utama tersebut antara lain dengan Penggunaan Benih Unggul menggunakan varietas tahan kekeringan, berumur pendek, dan berproduksi tinggi.

Kemudian, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Optimalisasi Irigasi, dan Tanam Serempak.

Sebagai solusi jangka panjang, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ndaru Kandaryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menerapkan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PMAS).

“Metode PMAS ini sudah didemplot di 15 kecamatan dan diharapkan dapat terus diadopsi oleh petani secara meluas. Kami juga menantikan pelaksanaan modifikasi cuaca untuk membantu pasokan air di wilayah kita,” ujar Ndaru.(DNY/Kominfo)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.