MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam upaya mewujudkan kesetaraan pendidikan dan memperluas akses pembelajaran hingga jenjang perguruan tinggi, tim dosen dan mahasiswa S1 Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa psikoedukasi berbasis Self-Determination Theory (SDT). Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, dihadiri oleh 27 siswa dari kelas X, XI, dan XII di SMA PGRI 6 Kota Malang. Program ini dirancang secara khusus untuk menguatkan resiliensi akademik serta membangkitkan motivasi para pelajar, khususnya mereka yang berjuang di tengah berbagai tantangan zaman, tekanan pendidikan dan keterbatasan, agar optimis menyelesaikan pendidikan hingga tingkat tertinggi.
Melalui kemitraan pendidikan yang erat antara perguruan tinggi dan pihak sekolah. Tim dosen Psikologi UM, yang terdiri dari Dr. Ike Dwiastuti, Rakhmaditya Dewi N., M.Si., Farah Farida Tantiani, M.Psi., Diyah Sulistiyorini, M.Psi., dan Sri Andayani, M.Psi., memulai program dengan analisis kebutuhan, merancang desain intervensi, dan membuat produk inovatif. Pelaksanaan psikoedukasi melibatkan mahasiswa S1, yaitu Naila Naswa Salsabila dan Aisyah Salsabila Aziz, yang berperan sebagai moderator, dokumentator, dan pendamping saat sesi praktik. Dalam sesi sambutan kapala sekolah, Dyah Anggraini, S.Pd., M.Pd. menyatakan, “Besar harapan kami untuk dapat menjalin kerja sama yang sinergis dengan fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, guna mengembangkan kompetensi berkelanjutan peserta didik kami.”

Pengembangan desain psikoedukasi dan produk inovasi ini bekerja sama dengan Mitra Ceria Hati, yang dikepalai oleh Indah Yasminum Suhanti, M.Psi., Psikolog. Melalui psikoedukasi dan pendampingan ini, para pelajar laki-laki maupun perempuan dibekali keterampilan adaptif untuk merespons tantangan, tuntutan dan hambatan akademik. Siswa diajak menanamkan nilai-nilai penting pendidikan, memupuk harapan positif masa depan, mengenali kelemahan diri, menentukan solusi yang sesuai, serta berani mencari bantuan (help-seeking).

Dampak kegiatan ini terlihat nyata pada peningkatan motivasi dan ketangguhan mental para siswa. Meskipun para peserta menghadapi beragam tantangan, tuntutan, dan hambatan, mereka tidak putus asa dan mulai aktif memikirkan strategi alternatif untuk mewujudkan cita-cita mereka, seperti mencari informasi beasiswa KIPK maupun beasiswa lain, hingga berkomitmen untuk kuliah sambil bekerja. Program ini secara eksplisit berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education and Lifelong Learning), khususnya dalam mendorong motivasi pembelajaran sepanjang hayat dan pendidikan terjangkau guna meningkatkan partisipasi generasi muda di perguruan tinggi.

Dosen S1 Psikologi Universitas Negeri Malang, Dr. Ike Dwiastuti, menegaskan pentingnya pengaplikasian hasil riset akademis bagi masyarakat luas. “Melalui kegiatan psikoedukasi ini, hasil penelitian dosen dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang lebih besar dengan diimplementasikan kepada masyarakat. Sivitas akademik perlu berkolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk membantu mengatasi permasalahan nyata yang muncul,” tuturnya. Sebagai langkah keberlanjutan, produk dan sumber daya pendidikan dari kegiatan ini akan disebarluaskan kepada guru dan siswa yang membutuhkan, sehingga nilai-nilai pembelajaran sepanjang hayat serta resiliensi akademik dapat terus ditingkatkan secara mandiri di masa depan.

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini dapat terlaksana dengan dukungan pendanaan dari Dana Non-APBN Universitas Negeri Malang Tahun Anggaran 2026.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.