Langsung ke konten
Kamis, 27 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026Β 
Daerah

Ngalab Berkah Muktamar NU ke-35, 80 Lebih Profesor dan Akademisi APMNU Siap Hadiri Semnas dan Bahtsul Masail di Jombang

Sururin, mengatakan kehadiran para profesor di Jombang merupakan bagian dari ikhtiar untuk ikut menyukseskan Muktamar NU ke-35 sekaligus memperkuat

Prof Sururin, Sekretaris APMNU

Prof Sururin, Sekretaris APMNU (Foto: Dok Istimewa Anis Hidayatie)

JOMBANG| JATIMSATUNEWS.COM: Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU terus mematangkan berbagai rangkaian kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap hajatan besar organisasi NU tersebut.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Seminar Nasional dan Bahtsul Masail yang akan digelar di SMKN 1 Jombang pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan jajaran Muslimat NU serta para profesor dan akademisi yang tergabung dalam Asosiasi Profesor Muslimat NU (APMNU).

Sekretaris APMNU, Prof. Sururin, mengatakan kehadiran para profesor di Jombang merupakan bagian dari ikhtiar untuk ikut menyukseskan Muktamar NU ke-35 sekaligus memperkuat kontribusi akademisi Muslimat NU bagi masyarakat.

Baca juga: DPD RI Lia Istifhama Tegaskan, Muktamar NU ke-35: Meski Tanpa Hak Voting, Tegaskan Kekuatan Suara Kultural Fatayat

Baca juga: Muktamar NU ke-35 Tambakberas: Kaukus Intelektual Tuntut Hak Suara Muktamirin Dikembalikan

β€œKalau bahasa pesantren, kita ini ngalab berkah. Kita ingin ikut memeriahkan dan mendukung kesuksesan Muktamar NU ke-35,” ujar

Prof. Sururin menjelaskan, APMNU merupakan wadah yang diinisiasi untuk menghimpun para profesor dari kalangan Muslimat NU. Gagasan tersebut mulai diperkenalkan dalam Rakernas NU 2025 di Samarinda, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan atau inagurasi pada Januari 2026 di Surabaya.

Saat pertama kali diperkenalkan, jumlah anggota APMNU sekitar 70 guru besar. Jumlah tersebut kemudian berkembang menjadi 100 dan kini tercatat sekitar 207 guru besar dari berbagai bidang keilmuan.

β€œAwalnya jumlahnya sekitar 70, kemudian berkembang menjadi 100. Alhamdulillah sampai sekarang data yang ada di kami sudah sekitar 207 guru besar. Bidangnya juga sangat beragam,” jelasnya.

Menurut Prof. Sururin, perkembangan APMNU menunjukkan besarnya potensi sumber daya manusia Muslimat NU di lingkungan perguruan tinggi. Sejumlah anggota APMNU merupakan rektor, mantan rektor, pimpinan perguruan tinggi maupun akademisi yang memiliki pengalaman panjang di berbagai bidang.

β€œPengalaman dan kemampuan para profesor saya kira sudah tidak diragukan lagi. Ketika mereka terhimpun, sangat mudah melakukan kegiatan dan berkolaborasi,” katanya.

Khusus untuk rangkaian Seminar Nasional dan Bahtsul Masail di SMKN 1 Jombang sekaligus mendukung Muktamar NU ke-35, sedikitnya 82 profesor dan akademisi telah tercatat dalam daftar kehadiran.

Mereka datang dari berbagai daerah dan sebagian telah mengatur jadwal kedatangan sejak 26 Agustus hingga 30 Agustus 2026. Sejumlah peserta juga dijadwalkan tidak menginap karena hanya mengikuti agenda tertentu.

Diantara yang hadir adalah ketua Profesor Amany dan rektor UIN Malang Prof Ilfi Nur Diana
Kehadiran puluhan profesor dan akademisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme keluarga besar APMNU untuk mengambil bagian dalam momentum Muktamar NU ke-35.

Tujuh Webinar dan Kajian Persoalan Aktual

Sejak terbentuk, APMNU tidak berhenti pada pembentukan organisasi. Berbagai kegiatan akademik telah dilakukan, termasuk webinar yang secara konsisten membahas persoalan aktual.

Prof. Sururin menyebut APMNU telah menyelenggarakan sekitar tujuh kali webinar dengan mengangkat tema yang dikaitkan dengan momentum nasional, seperti Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam perkembangannya, APMNU juga mempersiapkan metodologi khusus dalam pelaksanaan Bahtsul Masail yang fokus pada persoalan keluarga, perempuan dan anak.

β€œPrinsipnya sama dengan Bahtsul Masail, tetapi kami ingin mengambil kekhususan tersendiri. Fokusnya pada keluarga, perempuan dan anak,” terangnya.

Bahtsul Masail Bahas Perlindungan Anak

Dalam kegiatan di Jombang, salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan sekaligus membangun generasi yang cerdas, bermartabat dan memiliki masa depan yang baik.

Menurut Prof. Sururin, Bahtsul Masail tersebut tidak sekadar membahas persoalan fikih secara tekstual, tetapi juga menggunakan pendekatan multidisipliner dengan mempertimbangkan perkembangan persoalan di masyarakat.

β€œBagaimana kita melindungi anak-anak kita agar tidak terjadi kekerasan, agar menjadi generasi-generasi yang hebat dan bermartabat. Harapannya seperti itu,” ujarnya.

Tahapan Bahtsul Masail sendiri disiapkan secara sistematis, mulai dari pembacaan masalah, deskripsi kasus, kajian multidisipliner, kategorisasi dan pencarian referensi, adu argumentasi, tarjih hingga tashih dan perumusan keputusan.

Buku APMNU Capai Sekitar 500 Halaman

Selain kegiatan seminar dan Bahtsul Masail, APMNU juga menunjukkan produktivitas akademik melalui penyusunan buku.

Awalnya buku tersebut hanya direncanakan memuat sekitar 10 artikel. Namun, antusiasme para profesor untuk ikut menulis membuat jumlah artikel berkembang pesat.

β€œAwalnya hanya 10 artikel. Kemudian ketika disampaikan kepada teman-teman profesor, ternyata banyak sekali yang ingin menulis. Kemarin sudah sekitar 475 halaman dan kalau ditambah pengantar dan bagian lainnya bisa sekitar 500 halaman,” ungkap Prof. Sururin.

Buku tersebut menjadi salah satu cara APMNU memperkenalkan kekuatan sumber daya manusia Muslimat NU kepada masyarakat.

β€œKami ingin memperkenalkan bahwa SDM Muslimat NU tidak hanya sekadar ibu-ibu dengan kegiatan taklim. Mereka adalah kekuatan kita, modal sosial Muslimat NU dan jamaah yang ikut merawat bangsa,” tuturnya.

Perkuat Website dan Jejaring Akademisi

APMNU juga telah menyiapkan website yang di dalamnya terdapat direktori profesor. Website tersebut diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan para akademisi Muslimat NU sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi.

Menurut Prof. Sururin, jumlah profesor yang masuk dalam direktori website masih terus bertambah karena banyak akademisi yang menyatakan keinginan bergabung.

Ke depan, APMNU juga berencana memperluas kegiatan melalui konferensi internasional serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi Islam.

Agenda internasional tersebut diarahkan untuk mempertemukan akademisi dan perempuan Muslim dari berbagai negara sekaligus memberikan apresiasi kepada perempuan Muslim yang memiliki kontribusi bagi umat dan masyarakat.

Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian

Prof. Sururin menegaskan bahwa kehadiran APMNU bukan semata-mata berkaitan dengan kegiatan akademik. Ada nilai yang ingin terus dirawat, yakni merawat tradisi, menguatkan kemandirian dan meneduhkan peradaban.

Tradisi keagamaan seperti shalawat, Yasin, Yasin Fadilah, Shalawat Nariyah dan Shalawat Burdah, menurutnya, merupakan bagian dari warisan yang harus terus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Di sisi lain, para profesor juga menunjukkan semangat kemandirian dengan hadir atas dasar pengabdian dan kecintaan terhadap organisasi.

β€œPara profesor ini mandiri. Mereka datang karena diundang dan datang sendiri. Semangatnya seperti para santri, ingin ikut berkhidmat,” katanya.

Disebutkan, sekitar 200 peserta akan mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari jajaran Muslimat NU, anggota APMNU serta peserta dari daerah sekitar Jombang dan Bojonegoro.

Rangkaian kegiatan diawali dengan launching website dan buku APMNU pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kemudian pada Jumat, 28 Agustus 2026, digelar Seminar Nasional pada pagi hingga siang hari, dilanjutkan Bahtsul Masail di Masjid Darussalam, kompleks SMKN 1 Jombang.

Jajaran Muslimat NU juga akan hadir mendukung pembukaan Muktamar NU ke-35 dan mengikuti langsung rangkaian kegiatan di arena Muktamar.

Baik PP Muslimat NU maupun APMNU berharap Muktamar NU ke-35 berlangsung aman, lancar dan penuh keberkahan.

Prof. Sururin mengajak seluruh keluarga besar NU untuk menjadikan Muktamar sebagai momentum memperkuat khidmat, persatuan dan kontribusi bagi masyarakat.

β€œKita ingin bersama-sama menyukseskan Muktamar NU ini. Siapapun yang maju dan siapapun yang menjadi ketua umum, semoga semuanya amanah dan membawa keberkahan bagi NU maupun badan otonomnya,” pesannya.

Bagi APMNU, kehadiran puluhan profesor dan akademisi di Jombang bukan sekadar menghadiri sebuah agenda organisasi. Mereka ingin ngalab berkah Muktamar NU ke-35, mengabdikan ilmu, merawat tradisi dan menunjukkan bahwa Muslimat NU memiliki kekuatan akademik yang siap berkontribusi untuk umat, bangsa dan peradaban.

Dari Jombang, para profesor Muslimat NU membawa satu semangat: merawat tradisi, menguatkan kemandirian, meneduhkan peradaban dan bersama-sama menyukseskan Muktamar NU ke-35.

Berikut daftar nama pengurus dan anggota APMNU yang tercatat akan hadir:

1. Prof. Amany Lubis β€” 27–30 Agustus
2. Prof. Sururin
3. Prof. Ema Marhumah β€” 27–29 Agustus
4. Prof. Mufidah β€” 27–29 Agustus
5. Prof. Zumrotul Mukafa β€” 26–30 Agustus
6. Prof. Martin Kustati β€” Biro Wakaf
7. Prof. Ulfiah β€” 26–29 Agustus
8. Prof. Atun Wardatun β€” 28–30 Agustus
9. Prof. Umi Sumbulah β€” 27–29 Agustus
10. Prof. Muslihati
11. Prof. Umma Farida β€” 27–30 Agustus
12. Prof. Dzurriyatun Thoyibah β€” 26–30 Agustus
13. Prof. Lindra Darnela β€” 27–29 Agustus
14. Prof. Betty Tresnawaty β€” 26–29 Agustus
15. Prof. Nyayu Khodijah
16. Prof. Husniyatus Salamah β€” 27–29 Agustus
17. Prof. Tutik Hamidah β€” 27–29 Agustus
18. Prof. Erfaniah β€” 27–29 Agustus
19. Prof. Lilik Umi Kulsum β€” 27–29 Agustus
20. Prof. Muassomah β€” 27–29 Agustus
21. Prof. Zahrotun Nihayah β€” 27–29 Agustus
22. Prof. Septi
23. Prof. Umi Muawanah β€” 26–30 Agustus 2026
24. Prof. Shofwatul Uyun β€” 27–28 Agustus
25. Prof. Elfi β€” 28–29 Agustus
26. Prof. Nurul Lailatul Musahrofah
27. Prof. Musliha
28. Prof. Muflihah Wijayanti
29. Prof. Hanun Asrohah
30. Prof. Diah Safitri
31. Siti Nurul Azkiyah
32. Prof. Ilfi Nur Diana
33. Prof. Derita β€” 26–30 Agustus 2026
34. Prof. EDA β€” 27–28 Agustus, tidak menginap
35. Prof. Imas Maesaroh β€” 27–28 Agustus 2026
36. Prof. Siti Nurjanah β€” 26–30 Agustus
37. Prof. Hj. Andi Sukmawati
38. Prof. Rifa H β€” 27–29 Agustus
39. Prof. Derita Prapti Rahayu β€” 26–29 Agustus 2026
40. Naqiyah β€” 28–29 Agustus
41. Prof. Nurul Azizah β€” 28–30 Agustus
42. Prof. Titiek Rohanah H β€” 27–29 Agustus 2026
43. Prof. Mukni’ah β€” 27–29 Agustus 2026
44. Nurul Hanani β€” hadir 28 Agustus 2026, tidak menginap
45. Najlatun Naqiyah β€” 27–30 Agustus
46. Ummu Salamah β€” tidak menginap
47. Jauharoti Alfin β€” tidak menginap
48. Prof. Wahidah Zein Br Siregar β€” 27–28 Agustus 2026
49. Sri Harini β€” 27–28 Agustus
50. Maemonah
51. Suprijati Sarib
52. Evi Fatimatur Rusydiyah β€” 27–28 Agustus 2026, tidak menginap
53. Prof. Nurhayati
54. Muflihah
55. Siti Zumrotun β€” tidak menginap
56. Prof. Bayyinatul Muchtaromah β€” 27–28 Agustus 2026
57. Prof. Eighty β€” tidak menginap
58. Prof. Hamidah β€” 27–30 Agustus
59. Prof. Zuhdiyah β€” 27–30 Agustus
60. Binti Maunah
61. Prof. Rini Setiawati β€” 26–30 Agustus
62. Prof. Sulalah β€” 27–29 Agustus
63. Prof. Baiq Elbadriati
64. Prof. Hj. St. Aminah
65. Muzdalifah Muhammadun
66. Prof. Sulistyorini
67. Leny Nofianti
68. Prof. Mutim Faidah β€” tidak menginap
69. Sylviana Murni
70. Prof. Majda β€” 27–29 Agustus
71. Prof. Wardah Nuroniyah
72. Darmawati β€” 28–29 Agustus
73. Siti Mahmudah β€” 27–29 Agustus
74. Muflikhatul Khoiroh β€” 28 Agustus
75. Prof. Roihatul Mutiah β€” 27–28 Agustus
76. Ulin Na’mah
77. Hj. Asni β€” 27–29 Agustus
78. Prof. Munifah β€” 27–28 Agustus
79. Hamdanah β€” 27–28 Agustus
80. Siti Nur Azizah Ma’ruf β€” 27–28 Agustus
81. Nurlaekah Abbas β€” 27–30 Agustus
82. Robingatun β€” 27–28 Agustus

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.