Langsung ke konten
Sabtu, 29 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Edukasi Pengelolaan Sampah Plastik: Mahasiswa KKN 145 UMM Gelar Sosialisasi Pembuatan Kursi EcoBrick di Desa Kenongo

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Kelompok 145 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Kelompok 145 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berfoto bersama warga lokal setelah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program KUBRICK (Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Kursi Ecobrick.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Kelompok 145 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berfoto bersama warga lokal setelah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program KUBRICK (Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Kursi Ecobrick. (Foto: Tim KKN UMM)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Kelompok 145 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program KUBRICK (Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Kursi Ecobrick) di Balai Desa Kenongo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan limbah anorganik serta memberikan keterampilan praktis dalam mengubah sampah plastik menjadi fasilitas yang berdaya guna. Selama berjalannya forum tersebut, mahasiswa memaparkan urgensi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga serta mendemonstrasikan tahapan pembuatan ecobrick secara langsung di hadapan warga.

Tahapan pengolahan yang dipaparkan diawali dengan mengumpulkan sampah plastik,
mencucinya hingga bersih, serta menjemurnya hingga benar-benar kering untuk menghindari kelembapan ketika dimasukkan ke dalam botol. Selanjutnya, sampah plastik dipotong menjadi
serpihan kecil dan dimasukkan ke dalam botol plastik bekas hingga mencapai kepadatan maksimal. Botol-botol ecobrick tersebut kemudian direkatkan untuk membentuk struktur kursi yang kokoh dan dilengkapi busa empuk di bagian atasnya agar nyaman digunakan.

Kehadiran program KUBRICK ini pun menuai respon positif dari masyarakat setempat. Salah seorang perwakilan warga yang hadir menyampaikan apresiasinya terhadap ide kreatif mahasiswa.

“Kegiatan sosialisasi ini membuka mata kami bahwa sampah plastik rumah tangga yang biasanya hanya dibakar atau dibuang ternyata bisa diolah menjadi barang yang sangat bermanfaat. Pembuatannya cukup sederhana dan kursi yang dihasilkan sangat nyaman untuk digunakan. Harapannya warga di sini bisa menerapkannya bersama-sama agar lingkungan desa jadi lebih bersih,” ungkap salah satu warga Dusun Precet saat sesi demonstrasi berlangsung.

Sebagai wujud konkret dari program ini, tim KKN Berdampak 145 UMM menunjukkan dan
menyerahkan 4 unit kursi ecobrick hasil olahan tim untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas penunjang di Posyandu Desa Kenongo. Kursi – kursi tersebut diterima secara langsung oleh Ibu Bidan perwakilan
dari Posyandu di Desa Kenongo.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Kenongo diharapkan terdorong untuk dapat
melanjutkan pemilahan sampah plastik secara mandiri dan mengembangkannya menjadi berbagai fasilitas bernilai guna secara berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan desa yang asri dan bebasdari penumpukan limbah plastik. Tidak hanya untuk mendukung dari segi kesehatan, namun juga dari
segi kebersihan lingkungan itu sendiri.

Penulis: Habib Abdul Khaliq
Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang Koordinator Desa KKN Berdampak 145 Universitas Muhammadiyah Malang
DPL : Muhammad Muslih, S.Kep. Ns., M.Sc., Ph.D.
Editor: Ahmad Fathoni
Bahasa: Puan Nitara

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.