Langsung ke konten
Senin, 17 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Nasional

DPD RI Lia Istifhama Puji Kinerja MA, Komeng Sentil Eksekutor Makan Bergizi Gratis

Potret para Senator DPD RI di sela-sela Sidang Tahunan MPR RI di Senayan.

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Senayan, Jumat (14/8/2026), memantik respons positif sekaligus catatan kritis dari para senator. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, fokus mengapresiasi sektor hukum, sementara senator Alfiansyah Bustami alias Komeng menyoroti realisasi program di lapangan.

Apresiasi Kinerja MA: Cepat, Tapi Harus Tetap Adil

Senator muda asal Jatim, Lia Istifhama, memberikan pujian khusus terhadap capaian Mahkamah Agung (MA) yang disebut Presiden berhasil memutus 37.973 dari 38.148 perkara (produktivitas 99,54 persen).

Menurut Ning Lia sapaan akrabnya, kecepatan penyelesaian perkara sangat krusial bagi kepastian hukum masyarakat. Namun, ia memberi catatan penting agar angka produktivitas ini sejalan dengan kualitas putusan.

“Angka 99,54 persen patut diapresiasi. Tapi yang paling penting masyarakat merasakan proses peradilan yang makin mudah, cepat, transparan, dan adil. Kecepatan penyelesaian perkara harus dibarengi ketelitian dan independensi hakim,” tegas Ning Lia.

Komeng: Program MBG Bagus, Eksekutornya Jangan Nggak Bener

Di sisi lain, Komeng memberikan tanggapan menggelitik namun menohok terkait program andalan Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia sepakat kebijakan tersebut sangat baik, asalkan dikerjakan oleh orang yang tepat.

“Sebenarnya semua program Presiden itu bagus, cuma yang kerjanya aja (kadang) pada kagak bener,” seloroh Komeng di Gedung Nusantara II.

Komeng pun menaruh harapan besar pada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, agar eksekusi MBG ke depan berjalan optimal dan tepat sasaran. Komitmen Prabowo Berantas StuntingSebelumnya, dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan mengefisiensikan program MBG. Kebijakan ini menjadi senjata utama pemerintah untuk menekan angka stunting (gizi buruk) yang di beberapa wilayah masih menyentuh 25 persen.

“Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting, kita tidak boleh menerima itu,” pungkas Prabowo. Kedua tanggapan dari anggota DPD RI ini menjadi cerminan harapan rakyat: hukum yang adil dan program pemerintah yang benar-benar dieksekusi secara nyata di lapangan.