Langsung ke konten
Selasa, 25 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

DPD RI Lia Istifhama Dikenal Sebagai Senator Cantik, Bukan Sekedar Tentang Penampilan

Sebagai perempuan yang aktif di ruang publik, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, dinilai mampu memadukan

DPD RI Lia Istifhama pose ketika pencalonan dan balihonya di area Muktamar Jombang

DPD RI Lia Istifhama pose ketika pencalonan dan balihonya di area Muktamar Jombang (Foto: Dok Istimewa tim Lia Istifhama)

SURABAYA| JATIMSATUNEWS.COM: Senator DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., dikenal luas dengan julukan “Senator Cantik”. Namun, sebutan tersebut tidak semata-mata merujuk pada penampilan, melainkan menjadi bagian dari pesan yang terus ia gaungkan melalui tagline CANTIK: Cerdas, Inovatif, dan Kreatif.

Sebagai perempuan yang aktif di ruang publik, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, dinilai mampu memadukan kiprah politik dengan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

Tagline CANTIK tersebut menjadi identitas yang ingin ditegaskan Ning Lia dalam mendorong perempuan Indonesia agar tidak hanya menjadi pelengkap dalam kehidupan sosial dan politik, tetapi mampu mengambil peran serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Baca juga: Senator Cantik DPD RI Lia Istifhama tentang Simbol Kecantikan Sejati Perempuan Indonesia, Kebaya Tak Sekadar Kain

Baca juga: Senator Cantik DPD RI Lia Istifhama Siap Jadi Pembicara Utama Seminar Parenting dan Penyerahan Beasiswa PIP di Warung Apung Gresik

Salah satu pengurus Muslimat NU Cabang Bangil, H. Sulachah, menilai sosok Ning Lia memiliki karakter yang dekat dengan masyarakat dan mampu membawa pesan pemberdayaan perempuan secara positif.

Menurutnya, perempuan saat ini memiliki ruang yang semakin luas untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, ekonomi maupun politik.

“Menurut saya, CANTIK yang dibawa Ning Lia itu memiliki makna yang lebih luas. Perempuan tidak cukup hanya dilihat dari penampilan, tetapi bagaimana kecerdasannya, kreativitasnya dan kemampuannya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar H. Sulachah eks guru agama dan pernah menjadi ketua TP PKK berbagai kecamatan di Kabupaten Pasuruan saat wawancara 25 Agustus 2026 di sela kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.

Ia menambahkan, nilai tersebut penting terutama bagi generasi perempuan muda agar memiliki keberanian untuk tampil, menyampaikan gagasan dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan.

“Saya sepakat dengan Ning Lia, perempuan harus percaya diri dan berani berkontribusi. Ketika memiliki kecerdasan, inovasi dan kreativitas, perempuan bisa menjadi penggerak di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” imbuh perempuan yang di usia hampir 80 masih aktif memberi ceramah dan berorganisasi.

Hj. Sulachah juga berharap semangat yang dibawa Ning Lia dapat menjadi inspirasi bagi perempuan, khususnya kader dan anggota Muslimat NU, untuk terus meningkatkan kapasitas diri.“Yang terpenting adalah bagaimana perempuan bisa memberikan manfaat. Perempuan yang cerdas, inovatif dan kreatif tentu akan lebih mudah menghadapi perubahan zaman dan mampu membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat,” katanya.

Senator DPD RI Lia Istifhama selama ini dikenal aktif menyuarakan sejumlah persoalan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Isu pemberdayaan perempuan, pendidikan, perumahan rakyat, ekonomi hingga perlindungan masyarakat dari persoalan sosial menjadi bagian dari perhatian yang ia bawa ke tingkat nasional.

Terpisah, Ning Lia menjelaskan perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan bangsa.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui konsep CANTIK yang berarti Cerdas, Inovatif, dan Kreatif.

“Perempuan zaman sekarang harus memiliki daya saing. Kita ingin perempuan bukan hanya hadir sebagai simbol, tetapi benar-benar mampu memberikan gagasan dan solusi,” ucap Ning Lia saat wawancara WhatsApp menanggapi tagline akronim Cantik dari kediamannya di Surabaya.

Darwis, salah satu tenaga ahli Ning Lia, menjelaskan bahwa tagline CANTIK bukan sekadar identitas personal, tetapi merupakan bagian dari semangat perjuangan yang ingin dibangun.

“Tagline CANTIK itu bukan hanya bicara soal fisik, tapi lebih pada kualitas perempuan Indonesia yang harus cerdas, inovatif, dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman,” kata Darwis.

Menurut Darwis, nilai-nilai tersebut tercermin dari aktivitas Lia Istifhama dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI. Ia menyebut Ning Lia konsisten mengangkat berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu keadilan daerah, pemberdayaan perempuan dan anak serta kebijakan yang menyentuh kelompok masyarakat bawah.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah persoalan fintech dan pinjaman online (pinjol). Lia mendorong adanya pengawasan serta regulasi yang lebih ketat agar kemudahan akses pinjaman digital tidak justru menjerat masyarakat ke dalam persoalan utang berkepanjangan.

“Perjuangan Ning Lia adalah bagaimana kebijakan yang dibuat bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu, CANTIK bukan hanya slogan, tetapi bagaimana kecerdasan, inovasi dan kreativitas itu diwujudkan dalam tindakan,” jelas Darwis.

Ia menilai gaya komunikasi Ning Lia yang relatif sejuk, tetapi tetap tegas dalam menyampaikan sikap, membuat pesan-pesan yang dibawanya dapat diterima oleh berbagai kalangan.

“Dari masyarakat bawah sampai kalangan akademisi, Ning Lia berusaha membangun komunikasi yang terbuka. Karena itu, menurut kami, sebutan Senator Cantik bukan sekadar julukan, tetapi sudah menjadi bagian dari personal branding yang memiliki substansi,” ujarnya.

Di sisi lain, Darwis menegaskan bahwa konsep CANTIK kini tidak hanya diposisikan sebagai identitas Ning Lia secara personal. Menurutnya, nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi gerakan perempuan di berbagai daerah, termasuk kalangan muda dan komunitas perempuan.

“Ning Lia bukan hanya tampil cantik secara visual, tapi juga membawa pesan bahwa perempuan bisa berdaya, memimpin, dan memberi solusi,” tegas Darwis.

Dengan demikian, julukan “Senator Cantik” yang melekat pada Lia Istifhama memiliki makna yang lebih luas. Kecantikan tidak berhenti pada aspek fisik, tetapi diwujudkan melalui kecerdasan dalam berpikir, inovasi dalam menghadapi perubahan dan kreativitas dalam melahirkan solusi.

Semangat itulah yang terus dibawa Ning Lia dalam menjalankan perannya sebagai senator asal Jawa Timur sekaligus sebagai figur perempuan yang ingin mendorong semakin banyak perempuan Indonesia berani mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ans

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.