Langsung ke konten
Rabu, 2 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Kolom

Puisi: Pahatan Semesta

Ilustrasi puisi Pahatan Semesta karya Iyeth./dok.istimewa

PUISI | JATIMSATUNEWS.COM:

Pahatan Semesta

Bukit berjejer tegak di atas punggung tanah,
kokoh tak tergoyah, tiang penyangga semesta;
angin berembus lirih, menyisir setiap celah,
membisikkan rahasia dalam hening yang tersisa.

Lekuknya adalah pahatan Sang Pencipta yang abadi,
tiada goresan tangan, murni karya alam,
likuk jalan di bawahnya berkelok,  
bagai arus magnetik,
melukis garis tak terputus di wajah bumi yang tenang.

Juntai dahan pohon berbaris sepanjang jalan,
menjadi bingkai alami bagi keagungan ini,
menegaskan bentuk, menyempurnakan rupa,
sebagai hiasan yang tak diminta, tak terganti.

Gundukan rumput membentang, hijau menyelimuti pandang,
menjadi narasi terpanjang yang ditulis langit,
memenuhi setiap syarat keindahan yang ada,
semesta tersenyum lebar dalam teduh hijau,
lengkung bukit ini adalah puisi yang tak bersuara.

Bukit Teluk Asmara, 11 Juli 2026
Iyeth

***

Editor: YAN

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.