Langsung ke konten
Senin, 12 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Kolom

Puisi: Pahatan Semesta

Ilustrasi puisi Pahatan Semesta karya Iyeth./dok.istimewa

PUISI | JATIMSATUNEWS.COM:

Pahatan Semesta

Bukit berjejer tegak di atas punggung tanah,
kokoh tak tergoyah, tiang penyangga semesta;
angin berembus lirih, menyisir setiap celah,
membisikkan rahasia dalam hening yang tersisa.

Lekuknya adalah pahatan Sang Pencipta yang abadi,
tiada goresan tangan, murni karya alam,
likuk jalan di bawahnya berkelok,  
bagai arus magnetik,
melukis garis tak terputus di wajah bumi yang tenang.

Juntai dahan pohon berbaris sepanjang jalan,
menjadi bingkai alami bagi keagungan ini,
menegaskan bentuk, menyempurnakan rupa,
sebagai hiasan yang tak diminta, tak terganti.

Gundukan rumput membentang, hijau menyelimuti pandang,
menjadi narasi terpanjang yang ditulis langit,
memenuhi setiap syarat keindahan yang ada,
semesta tersenyum lebar dalam teduh hijau,
lengkung bukit ini adalah puisi yang tak bersuara.

Bukit Teluk Asmara, 11 Juli 2026
Iyeth

***

Editor: YAN

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.