PASURUAN– JatimSatuNews. Com
Dulu 6 dari 10 pasien TB di RSUD Grati berhenti di tengah jalan. Kini angkanya ditekan drastis.
Inovasi *Si Pinter Sakti* milik RSUD Grati Kabupaten Pasuruan berhasil membalikkan keadaan. Tingkat keberhasilan pengobatan TB melonjak dari 47% menjadi 73% dalam 2 tahun.
Angka 62% _loss to follow up_ pada 2021-2022 menjadi pekerjaan rumah besar bagi RSUD Grati. Jauh dari target nasional 90%.
“Masalah utamanya bukan obatnya. Tapi akses, biaya transport, dan pasien merasa sendiri saat berobat. Maka kami jemput bolanya,” jelas dr. Dian, penanggung jawab program TB RSUD Grati.
#### *Jemput Pasien, Bukan Tunggu Pasien*
Lewat konsep “Rumah Sakit Tanpa Dinding”, RSUD Grati mendekatkan layanan ke pasien. Si Pinter Sakti memadukan teknologi dan sentuhan manusia.
*6 Layanan kunci Si Pinter Sakti:*
1. *Satu Pintu*: Semua urusan TB selesai di 1 tempat. Dokter, lab, farmasi, gizi, edukasi.
2. *Mobil Putar*: Armada antar-jemput gratis untuk pasien yang terkendala ekonomi
3. *Teras Jaringan*: 24 Puskesmas di Pasuruan terhubung real time untuk tracking pasien
4. *Telekonsultasi*: Konsul spesialis tanpa harus ke RS
5. *Home Visit*: Tim turun langsung ke rumah pasien yang mangkir
6. *Susu Proten Gratis*: Bantuan nutrisi dari Pokja TB untuk pasien kurang gizi
#### *Dampaknya Terasa*
Hasil 2024 bicara banyak. Keberhasilan pengobatan naik 26 poin jadi *73%*. Pasien yang kabur dari pengobatan turun *67%*.
BB pasien rata-rata naik 2,6 kg dalam 90 hari pertama pengobatan.
Pelayanan juga makin memuaskan. IKM Klinik TB tembus *98,28%* di awal 2026. Total *1.114 pasien baru* berhasil ditemukan dan ditangani sejak 2023.
“Kami tidak mau ada nama yang hilang dari catatan. Target kami satu: sembuh tuntas,” tegas dr. Dian.
Kini Si Pinter Sakti tidak hanya milik Pasuruan. Jember, Lumajang, Madiun, hingga Magetan sudah meniru model ini.
RSUD Grati menargetkan 90% keberhasilan di tahun depan. Selaras dengan target eliminasi TB Indonesia 2030.
“Ini bukan soal angka. Ini soal nyawa yang kembali produktif dan keluarga yang terlindungi,” tutup dr. Dian. (Ari)

