Langsung ke konten
Kamis, 3 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Presiden Pimpin Panen Raya di 43 Titik, Dorong HKTI Perjuangkan Aspirasi Petani hingga Tingkat Nasional

 DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Presiden Pimpin Panen Raya di 43 Titik, Dorong HKTI Perjuangkan Aspirasi Petani hingga Tingkat Nasional

JAKARTA – Presiden Prabowo telah meresmikan panen raya di 43 titik, digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026) kemarin. Semangat ini memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bagi DPD RI Lia Istifhama ini dinilai tidak hanya menjadi bukti meningkatnya produktivitas sektor pertanian, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sebagai garda terdepan penyedia pangan nasional.

Apresiasi disampaikan senator yang kerap dipanggil Ning Lia ini. Sejalan dengan pesan utama pemerintah pada 19 Juli 2026 bahwa panen raya serentak memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, Ning Lia Istifhama, mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) agar semakin berperan sebagai jembatan aspirasi petani hingga ke tingkat nasional.

Dalam keterangannya saat menghadiri agenda Pelantikan HKTI Jawa Timur H.M ketua Arum Sabil.

Iklan

Ning Lia menegaskan bahwa organisasi petani harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

 Menurutnya, keberadaan HKTI tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga harus mampu memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada petani. 

Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menilai keberhasilan panen raya harus dibarengi dengan kebijakan yang menjamin kesejahteraan petani. Mulai dari kepastian harga hasil panen, kemudahan memperoleh pupuk, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern agar produktivitas terus meningkat.

“Ketahanan pangan tidak hanya diukur dari melimpahnya hasil panen, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani. Karena itu, suara petani harus sampai kepada para pengambil kebijakan melalui organisasi yang kuat seperti HKTI,” ujarnya.

Lia juga mengajak seluruh elemen, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi petani, akademisi hingga dunia usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada pangan hanya dapat dicapai apabila petani memperoleh dukungan penuh, baik dari sisi regulasi, pendampingan, maupun akses pasar.

Panen raya serentak yang berlangsung di berbagai wilayah menjadi bukti bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dengan produktivitas yang terus meningkat, diharapkan ketersediaan pangan nasional semakin terjaga sekaligus mampu meningkatkan pendapatan para petani.

Ning Lia berharap HKTI dapat terus memperluas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pertanian yang berpihak kepada petani, sehingga setiap aspirasi dari daerah dapat terakomodasi hingga tingkat nasional demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.