Langsung ke konten
Jumat, 11 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Targetkan Mandiri dan Kurangi Beban APBD Kota Malang, Ketua Komis B Bayu Dorong MCC jadi BLUD

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji Dorong MCC Mandiri dan Kurangi Beban APBD

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menegaskan bahwa keberadaan Malang Creative Center (MCC) merupakan aset strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang. Namun, ia mengingatkan bahwa pengelolaan MCC perlu terus dievaluasi agar tidak selamanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Saat ini, operasional MCC dalam setahun mencapai sekitar Rp7,5 miliar dan masih sepenuhnya ditopang APBD. Menurut Bayu, angka tersebut cukup besar sehingga diperlukan model pengelolaan yang lebih adaptif, progresif, dan berorientasi pada kemandirian.

Iklan

“Kita ingin MCC bukan sekadar gedung megah, tetapi benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang hidup, produktif, dan mandiri,” tegasnya.

Komisi B DPRD Kota Malang pun mendorong Pemerintah Kota Malang untuk mempelajari model pengelolaan Solo Technopark yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan terbukti mampu lebih mandiri secara operasional. Skema BLUD dinilai memberi fleksibilitas pengelolaan keuangan, membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta, serta tetap menjaga orientasi pelayanan publik tanpa meninggalkan fungsi sosial.

Bayu menilai pembentukan BLUD bagi MCC merupakan langkah strategis menuju kemandirian fiskal sekaligus memperkuat peran MCC sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif. Dengan skema tersebut, MCC diharapkan dapat lebih agresif menjalin kemitraan industri, menyelenggarakan pelatihan profesional berbayar, mengelola coworking space, hingga menghadirkan program inkubasi bisnis yang berorientasi pasar.

“Prinsipnya sederhana, APBD jangan terus menjadi penopang utama. MCC harus kita dorong menjadi pusat kreatif yang mandiri, produktif, dan memberi dampak ekonomi nyata bagi warga Kota Malang. Kita ingin ekosistem ekonomi kreatif naik kelas, dan itu membutuhkan tata kelola yang berani, profesional, serta berorientasi hasil,” pungkas Bayu Rekso Aji. Ans 

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.