Banner Iklan

Tata Kelola Jempolan, PPG UMM Jadi Rujukan Benchmarking Nasional, Kampus Asal Garut Rela Datang Belajar

Admin JSN
29 Juli 2026 • 12.33 WIB
Foto bersama tim PPG UMM dan rombongan IPI Garut saat agenda benchmarking tata kelola program.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan tajinya di kancah pendidikan nasional. Kali ini, sistem tata kelola Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kampus Putih sukses menjadi rujukan benchmarking bagi perguruan tinggi lain di Indonesia.

Fokus UMM dalam pengelolaan pembelajaran microteaching, kemahasiswaan, hingga sistem asrama yang ketat telah menarik perhatian Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Rombongan dari IPI Garut ini pun rela datang jauh-jauh ke Malang untuk melakukan benchmarking Penguatan Tata Kelola PPG pada Senin (27/7/2026).

Wakil Rektor I IPI Garut, Dr. Galih Abdul Fatah Maulani, M.Kom., membeberkan alasan timnya memilih PPG UMM sebagai lokasi rujukan. Menurutnya, UMM memiliki tingkat kematangan dan pengalaman yang luar biasa dalam mencetak guru-guru profesional. Hal ini menjadi referensi konkret bagi IPI Garut yang baru merintis program PPG sejak tahun 2023 lalu.

"Kami melihat UMM memiliki sistem pengelolaan PPG yang komprehensif. Pengelolaan mahasiswa di sini tidak hanya difokuskan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Harapannya, praktik baik dari Kampus Putih ini bisa kami terapkan untuk meningkatkan kualitas PPG di IPI Garut," urai Galih.

Bongkar Tiga Resep Sukses PPG UMM

Menyambut hangat kedatangan IPI Garut, Ketua Program Studi PPG UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., menjadikan momen ini sebagai ruang belajar bersama. Ia secara blak-blakan membagikan tiga kekuatan utama program PPG UMM, yaitu: pengelolaan microteaching berbasis teknologi, pembinaan kemahasiswaan, dan sistem kehidupan berasrama.

“Pengelolaan microteaching kami kembangkan menjadi pembelajaran berbasis teknologi melalui ruang terbuka. Ada praktik peer teaching yang membuat mahasiswa saling mengajar, berdiskusi, dan melakukan refleksi. Ini terbukti ampuh meningkatkan kepercayaan diri dan skill mengajar calon guru,” tegas Trisakti.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tata kelola di PPG UMM tidak melulu soal nilai akademik. Ekosistem mahasiswa digodok secara ketat lewat kegiatan wajib, seperti Duta PPG, Aliansi Mahasiswa, seminar kebangsaan, bela negara, produksi podcast, hingga pameran inovasi pendidikan. Para calon pendidik juga diwajibkan masuk asrama demi menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab.

Karakter Tak Bisa Digeser Teknologi AI

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., memberikan pandangan menarik terkait tantangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, perguruan tinggi saat ini harus bergeser dari sekadar wadah transfer ilmu menjadi tempat penggemblengan pengalaman nyata.

"Knowledge bisa diperoleh dari berbagai sumber, bahkan AI. Namun, pembentukan karakter, kepemimpinan, daya juang, critical thinking, dan kemampuan bekerja sama tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi. Di situlah pendidikan tinggi, termasuk UMM, harus terus memperkuat perannya," tutur Salis.

Melalui sinergi benchmarking ini, UMM terus membuktikan komitmennya dalam mencetak tenaga pendidik yang tak hanya cerdas secara kognitif, namun juga unggul secara moral. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata sumbangsih Kampus Putih dalam mendongkrak kualitas ekosistem perguruan tinggi keguruan di seluruh pelosok negeri.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tata Kelola Jempolan, PPG UMM Jadi Rujukan Benchmarking Nasional, Kampus Asal Garut Rela Datang Belajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?