SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dijadikan momentum penting oleh Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, untuk mengapresiasi arah pembangunan daerah. Ia menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak telah berhasil menghadirkan pola pembangunan yang kolaboratif dan menyentuh berbagai elemen masyarakat secara inklusif.
Menurut Lia, esensi dari sebuah perayaan hari jadi provinsi bukan sekadar mengenang usia, melainkan merefleksikan capaian kinerja yang telah diraih oleh kepala daerah dalam merangkul seluruh kalangan tanpa terkecuali.
“Berbicara hari jadi Pemprov Jawa Timur, maka kita pun flashback pada capaian kinerja Ibu Gubernur Khofifah dan tentunya Mas Emil Dardak. Bagaimana pasangan ini benar-benar bekerja kolaboratif secara inklusif, menyelesaikan berbagai permasalahan, dan banyak sisi yang disentuh,” ujar Lia saat memberikan pandangannya.

Tekankan Pemerataan Tanpa Ada Kelompok yang Tertinggal dan Dukung Penuh Lumbung Pangan Nusantara
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan pembangunan yang inklusif sangat krusial agar manfaat dari setiap kebijakan pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat dari beragam latar belakang. Dirinya menegaskan bahwa prinsip keadilan sosial harus senantiasa dikedepankan agar tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang merasa tertinggal.
“Kita bicara pemerataan itu benar-benar merata, keadilan juga adil, jadi semua elemen disentuh. Kita bicara elemen keagamaan, elemen yang tidak berbasis keagamaan, tetapi berbasis umum, misalnya sosial, itu juga disentuh. Jadi semuanya disentuh,” jelasnya lebih lanjut.
Dalam kesempatan yang sama, Lia juga menyoroti sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar utama kekuatan ekonomi daerah. Ia menilai langkah nyata Gubernur Khofifah yang secara rutin menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara.
“Termasuk kita bicara bagaimana Indonesia memiliki mimpi besar oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk kedaulatan pangan, maka kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk pertanian,” ungkap Senator asal Jatim tersebut.
Selain sektor pertanian, progres pembangunan di Jawa Timur juga tercermin dari keberhasilan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem serta masifnya pertumbuhan desa mandiri. Lia menilai tren penurunan kemiskinan ekstrem yang konsisten serta bertambahnya jumlah desa mandiri merupakan indikator positif yang menunjukkan bahwa roda pemerintahan berjalan secara progresif.
Memasuki usia ke-81 tahun ini, Lia berharap berbagai program strategis yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus bersinergi, berpartisipasi aktif, serta mengawal jalannya pemerintahan agar cita-cita besar menjadikan Jawa Timur sebagai motor ekonomi nasional dan lumbung pangan Nusantara dapat tercapai dengan gemilang. (Ans)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.