MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: 810 mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) dari jenjang S2, S3 dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) mengikuti rangkaian OSHIKA MABA (Orientasi Studi dan Kehidupan Mahasiswa Baru) Pascasarjana Unisma, Jumat 2/10/2026.
Direktur Pascasarjana Unisma Prof. H. M. Mas’ud Said., M. M., Ph. D memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru mengenai bagaimana menjalani kehidupan akademik di jenjang pascasarjana sekaligus meraih kesuksesan selama menempuh studi.
Prof. Mas’ud menegaskan bahwa menjadi mahasiswa pascasarjana bukan sekadar melanjutkan pendidikan setelah memperoleh ijazah sarjana. Ada perjalanan akademik yang harus dijalani dengan serius sebelum mahasiswa akhirnya memperoleh gelar dan ijazah berikutnya.
“Sudah ada ijazah yang ada di tangan. Tetapi ijazah itu tidak bisa diambil begitu saja kecuali menumpuk berbagai perjalanan akademik,” ujar Prof Mas’ud kepada mahasiswa baru.
Baca juga: OSHIKA MABA Pascasarjana UNISMA, Dr. Faruq Ubaidillah Ungkap 3 Kunci Publikasi Ilmiah Internasional
Baca juga: Mahasiswa Fakultas Hukum UB Dibekali Teknik Penyusunan Outline Penelitian di UIN Malang
Ia mengajak mahasiswa memandang pendidikan pascasarjana sebagai bagian dari perjalanan akademik sekaligus ikhtiar untuk memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi pengembangan keilmuan maupun kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Unisma memiliki sejarah dan tradisi akademik yang dibangun oleh para kiai dan tokoh-tokoh besar. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga membangun kapasitas keilmuan dan memberikan kontribusi bagi dunia.
Empat Kunci Sukses Mahasiswa Pascasarjana
Dalam kesempatan tersebut, Prof Mas’ud menyampaikan empat kunci utama yang perlu diperhatikan mahasiswa agar sukses menyelesaikan studi di Pascasarjana Unisma.
Pertama adalah time management atau manajemen waktu.
Mahasiswa pascasarjana, kata dia, harus mampu mengatur waktu dengan baik. Kesibukan pekerjaan, keluarga, organisasi maupun aktivitas lainnya tidak boleh membuat proses akademik terabaikan.
Ia mengingatkan bahwa waktu terus bergerak dan tidak bisa diulang.
“Waktu itu bergerak cepat. Jangan mengatakan minggu depan saja, setelah minggu depan, akhirnya tidak bisa lanjut,” pesannya.
Karena itu, mahasiswa harus memiliki target dan disiplin dalam menyelesaikan setiap tahapan akademik.
Kedua, Aktif Terlibat dalam Proses Pembelajaran
Kunci kedua adalah engagement atau keterlibatan dalam proses belajar.
Mahasiswa pascasarjana diharapkan tidak hanya datang ke kelas, duduk, kemudian mendengarkan dosen. Mereka harus aktif berdiskusi, membaca, bertanya, melakukan penelitian dan membangun komunikasi akademik.
Keterlibatan tersebut menjadi penting karena mahasiswa pascasarjana berasal dari latar belakang keilmuan dan pengalaman yang beragam.
Prof Mas’ud mendorong mahasiswa menjadikan proses perkuliahan sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring akademik.
Ketiga, Perkuat Literasi dan Pengayaan Materi
Kunci ketiga adalah kekuatan literasi di program studi.
Mahasiswa harus memperkaya diri dengan berbagai sumber pengetahuan yang berkaitan dengan bidang studi masing-masing. Buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian dan berbagai sumber akademik harus menjadi bagian dari keseharian mahasiswa pascasarjana.
Prof Mas’ud juga mendorong mahasiswa menjadikan setiap dosen sebagai sumber pengetahuan yang berharga.
“Jadikan setiap dosen adalah file besar,” pesannya.
Artinya, setiap pertemuan dengan dosen harus dimanfaatkan untuk menggali pengalaman, wawasan, perspektif dan pengetahuan yang dapat memperkaya kemampuan akademik mahasiswa.
Hal ini juga berkaitan dengan pentingnya publikasi ilmiah. Mahasiswa pascasarjana perlu mulai membangun tradisi membaca dan menulis secara ilmiah agar mampu menghasilkan karya akademik yang berkualitas.
Keempat, Amankan Administrasi Akademik dan Keuangan
Kunci keempat adalah tertib administrasi akademik dan administrasi keuangan.
Prof Mas’ud mengingatkan mahasiswa agar tidak menganggap administrasi sebagai persoalan sepele.
Status akademik, pemrograman mata kuliah, berbagai kewajiban administrasi hingga keuangan harus diperhatikan sejak awal.
“Amankan administrasi akademik dan administrasi keuangan,” tegasnya.
Menurutnya, mahasiswa harus memastikan seluruh proses administrasi berjalan dengan baik agar tidak menghambat perjalanan studi.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk aktif memperoleh informasi resmi kampus, terutama melalui kanal informasi yang disediakan Unisma.
Berbagai informasi mengenai profil akademik, pendaftaran, pengumuman, berita dan capaian kampus dapat diakses melalui kanal resmi universitas.
Informasi Kampus dan Komunikasi dengan Program Studi
Selain empat kunci tersebut, mahasiswa juga diminta membangun komunikasi yang baik dengan program studi.
Informasi yang berkaitan dengan perkuliahan, jadwal, administrasi, penelitian, tugas akhir maupun berbagai kebijakan akademik perlu diperoleh dari sumber resmi.
“Konsepnya adalah informasi kampus dan komunikasi dengan prodi,” menjadi bagian penting yang ditekankan dalam pembekalan mahasiswa baru.
Dengan komunikasi yang baik, mahasiswa diharapkan tidak mengalami kendala karena terlambat memperoleh informasi akademik.
Dihadiri Pimpinan dan Sivitas Akademika
Dalam rangkaian kegiatan OSHIKA MABA tersebut, turut hadir sejumlah pimpinan dan sivitas akademika Unisma dari berbagai bidang.
Di antaranya jajaran pimpinan Pascasarjana, fakultas, dosen serta unsur terkait lainnya yang akan mendampingi perjalanan akademik mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Dalam sambutannya, pihak Pascasarjana juga menyampaikan penghormatan kepada jajaran pimpinan universitas dan para akademisi yang hadir.
Disebutkan pula rencana kehadiran Rektor Unisma, serta tokoh nasional Prof. Dr. KH Nazaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, yang dalam kesempatan lain juga pernah memberikan kuliah kepada sivitas akademika.
Pascasarjana Unisma dan Jejaring Alumni
Prof Mas’ud juga memperkenalkan kekuatan Pascasarjana Unisma yang tidak hanya berada pada proses pendidikan di dalam kampus, tetapi juga pada jejaring alumninya.
Para lulusan Pascasarjana Unisma disebut telah menempati berbagai posisi dan bidang pengabdian di masyarakat.
Mereka antara lain berkiprah sebagai ilmuwan dan cendekiawan, pimpinan pondok pesantren dan lembaga pendidikan, birokrat, anggota legislatif, unsur pemerintahan, pengusaha hingga profesional.
Jejaring tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa baru untuk membangun hubungan akademik dan profesional selama menjalani pendidikan.
Karena itu, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi mulai membangun rekam jejak akademik, memperluas jaringan, serta mempersiapkan diri agar kelak mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Pascasarjana bukan hanya tempat mendapatkan gelar, tetapi juga ruang untuk membangun keilmuan, jejaring dan kontribusi,” urainya
“Tak ada orang yang pandai dan lulus cepat kecuali mereka yang rajin, berjuang secara istiqamah, ” pesannya
Menutup wawancara Prof Mas’ud menyebut kuliah di Unisma adalah jalur Yang benar
“Sebagai universitas bereputasi nasional dan unggul. Maka kuliah di sini sdh pada jalur yang benar,” jelas Prof Mas’ud.
Dengan bekal manajemen waktu, keterlibatan aktif dalam pembelajaran, kekuatan literasi, serta ketertiban administrasi akademik dan keuangan, 810 mahasiswa baru S2, S3 dan RPL Unisma diharapkan mampu menjalani perjalanan akademiknya secara optimal hingga meraih kelulusan sekaligus menjadi lulusan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.






Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.