MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya memperkokoh ketahanan ekonomi keluarga melalui peningkatan keterampilan kerja kaum perempuan terus digencarkan secara berkesinambungan. Langkah konkret tersebut diwujudkan lewat pembukaan program Mobile Training Unit (MTU) UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari untuk kejuruan potong rambut (barbershop), yang digelar di Gedung Pertemuan Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Jawa Timur, Jalan Raden Intan, Polowijen, Blimbing, Kota Malang, Kamis (1/10/2026).
Pelatihan vokasi ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh Pokok Pikiran (Pokir) Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P. Inisiatif tersebut ditujukan secara khusus untuk memperluas kemandirian finansial dan daya saing kaum hawa agar mampu menciptakan ladang rezeki baru di sektor jasa perawatan diri.
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P., menyampaikan bahwa pembekalan keahlian ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kemandirian bagi kaum perempuan. Menurutnya, potensi industri barbershop kini sangat terbuka lebar dan bisa menjadi sumber pemasukan yang menjanjikan apabila ditekuni secara profesional dan konsisten.
Baca juga: Rektor UIBU Tutup UKW-59, Wartawan JatimSatuNews Kompeten Terbaik
“Pelatihan ini kami hadirkan agar kaum perempuan memiliki keterampilan nyata yang langsung bisa diterapkan untuk menambah pendapatan keluarga. Kami ingin perempuan tidak hanya berdaya secara sosial, tetapi juga tangguh dan mandiri secara ekonomi,” ujar Sri Untari menegaskan komitmennya.
Sementara itu, pihak penyelenggara dari UPT BLK Singosari menjelaskan bahwa program ini dirancang agar para peserta tidak sekadar mahir mencukur, melainkan juga dibekali mentalitas wirausaha. Disampaikan pula bahwa selama satu bulan penuh para peserta akan menerima materi praktik intensif serta wawasan manajemen bisnis secara mendalam demi memastikan mereka siap membuka usaha secara mandiri.
Tercatat sebanyak 32 peserta perempuan antusias mengikuti pelatihan ini yang terbagi dalam dua kelas. Rinciannya, 16 peserta merupakan perwakilan Kopmen SBW Malang binaan Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati), sedangkan 16 peserta lainnya berasal dari Koperasi Wanita Panji, Cepokomulyo, Kepanjen, yang bernaung di bawah payung Asosiasi Koperasi Wanita Malang Raya (Askowmara).
Rangkaian pelatihan intensif tersebut dijadwalkan bergulir selama 30 hari di dua lokasi berbeda, yaitu di kantor Puskowanjati serta kawasan Kepanjen. Lewat kolaborasi ini, diharapkan angka pengangguran dapat ditekan sekaligus mempercepat lahirnya wirausahawati baru berbasis koperasi di Jawa Timur.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.