MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemeliharaan keamanan dan ketertiban lingkungan memerlukan langkah nyata yang lebih dari sekadar patroli pemantauan wilayah. Membuka dialog secara langsung dengan warga menjadi fondasi utama dalam memetakan potensi persoalan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial.
Hal ini diwujudkan lewat sinergi erat Babinsa Kelurahan Kotalama Koramil 0833-02/Kedungkandang, Koptu Eko, bersama Bhabinkamtibmas Kotalama, Bripka Diky, yang turun langsung menggelar komunikasi sosial (komsos) dialogis bersama masyarakat setempat, Rabu (30/09).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan di sebuah warung kopi tersebut menjadi wadah interaksi dua arah tanpa sekat formal. Warga diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan informasi, urun rembuk, hingga berbagai keluhan terkait situasi kamtibmas di lingkungannya.
Koptu Eko menuturkan bahwa pendekatan tatap muka secara santai semacam ini sangat efektif untuk menyerap aspirasi riil yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
“Komsos dialogis ini menjadi sarana untuk mendengar langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan masyarakat. Komunikasi dua arah harus terus dibangun agar setiap perkembangan di wilayah dapat diketahui dan ditindaklanjuti bersama,” tegas Koptu Eko di sela dialog.
Ia juga mengingatkan bahwa pemeliharaan stabilitas lingkungan bukan hanya beban aparat kewilayahan semata, melainkan kerja bersama yang menuntut partisipasi aktif dari seluruh elemen warga.
Senada dengan hal itu, Bripka Diky turut mengimbau masyarakat agar tidak bersikap apatis dan tidak perlu ragu melapor apabila menemukan indikasi hal-hal yang berpotensi memicu gangguan ketertiban umum. Menurutnya, kecepatan laporan dari warga menjadi kunci pencegahan dini terhadap segala bentuk gesekan atau potensi kriminalitas.
Melalui soliditas tiga pilar dan keterbukaan warga binaan, kedua aparat kewilayahan tersebut optimis bahwa sinergi ini akan terus memupuk rasa saling percaya, sehingga Kelurahan Kotalama senantiasa berada dalam kondisi yang aman, nyaman, dan kondusif.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.