Langsung ke konten
Minggu, 27 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Setelah 6 Tahun Vakum, Malang Super Fight Siap Bangkit Menggebrak di 2026

Suasana konferensi pers peluncuran kejuaraan tinju Malang Super Fight di hadapan awak media dan atlet

Suasana jumpa pers peluncuran Malang Super Fight 27 yang dihadiri jajaran pengurus Pertina, KTI, dan komunitas bela diri.

KOTA MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Gelaran tinju legendaris Malang Super Fight dipastikan kembali naik ring setelah enam tahun vakum sejak terakhir diselenggarakan pada tahun 2019. Memasuki edisi ke-27, ajang bertajuk Malang Super Fight 27 (MSF27) ini siap memukau kembali publik pecinta olahraga tarung selama dua hari penuh pada 14–15 November 2026 di Aula Skodam Kota Malang.

Kembalinya panggung pertarungan akbar ini menjadi penanda penting kebangkitan Kota Malang sebagai salah satu barometer utama olahraga adu jotos di tingkat nasional. Tidak hanya menyuguhkan tensi tinggi baku hantam di atas ring, Malang Super Fight hadir membawa visi baru melalui perpaduan konsep sportainment, pembinaan bibit muda berjenjang, hingga kolaborasi lintas federasi tinju amatir dan profesional.

Vakum 6 Tahun Sejak 2019: Kebangkitan Barometer Tinju Malang

Atraksi pad work kickboxing oleh Dyo Pandjaitan Saragih, atlet Kota Malang, pada konferensi pers Malang Super Fight.

Sejarah panjang mencatat bahwa Kota Malang pernah menjadi kiblat tinju tanah air yang disegani. Namun, sejak edisi terakhirnya terlaksana pada 2019 silam, dinamika kompetisi sempat terhenti selama enam tahun. Kerinduan para insan tinju dan masyarakat akhirnya terjawab dengan kepastian pelaksanaan edisi ke-27.

Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin (Sam Anas), menegaskan bahwa kebangkitan Malang Super Fight merupakan momentum emas untuk merajut kembali kejayaan yang sempat meredup.

“Kota Malang ini sebenarnya memiliki segudang potensi atlet tinju, baik di ranah amatir maupun profesional. Kami melihat antusiasme jaringan boxing camp di Malang Raya sangat besar. Karena itu, momentum kembalinya ajang ini menjadi titik tolak kita untuk bersama-sama mengembalikan marwah Kota Malang di level nasional,” ungkap Muhammad Anas Muttaqin (Sam Anas).

Melalui akun Instagram resmi @superfight.malang, antusiasme masyarakat mulai bergelora menyambut kembalinya ajang bergengsi ini.

Diselenggarakan di Venue Aula Skodam dengan Konsep Sportainment

Ada pemandangan yang berbeda pada perhelatan ke-27 kali ini. Jika edisi Malang Super Fight ke-1 hingga ke-26 selalu identik dengan gelaran outdoor (luar ruangan), edisi 2026 ini secara khusus digelar di dalam ruangan (indoor), yakni Aula Skodam Brawijaya.

Perubahan format ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan keterangan pihak penyelenggara, Aula Skodam dipilih karena berada tepat di kawasan landmark bersejarah dan ikonik Kota Malang, bersanding dengan Tugu Alun-Alun Bundar yang juga tercermin dalam logo resmi kejuaraan.

Iklan

Selain nilai historis lokasi, konsep indoor memungkinkan penyelenggara mengemas pertunjukan menjadi sajian sportainment yang jauh lebih megah. Perpaduan tata lampu modern, sistem audio berkualitas, penampilan musik hiburan, serta variasi eksibisi combat sport lainnya disatukan untuk memberikan pengalaman menonton yang nyaman dan atraktif bagi penonton dari berbagai kalangan.

Kolaborasi Strategis Pertina dan KTI: Solusi Regulasi Usia Atlet

Aksi atlet putri Viona Anyaci unjuk kombinasi pukulan dan tendangan di peluncuran Malang Super Fight

Keistimewaan lain dari gelaran tahun 2026 ini adalah soliditas kolaborasi antara Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang bersama Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya. Momentum kejuaraan ini juga dirangkaikan dengan seremoni pengukuhan kepengurusan baru kedua badan olahraga tersebut.

Kolaborasi ini melahirkan skema pembinaan yang berkesinambungan, terutama dalam menyikapi dinamika batas usia atlet amatir. Sebelumnya, batas usia atlet amatir sempat dipatok pada angka 21 tahun, kemudian bergeser ke 23 tahun, hingga kini disepakati di batas 25 tahun (U-25).

“Penyesuaian batas usia ini sangat menguntungkan pembinaan daerah agar selaras dengan jenjang PON (usia 31 tahun) bahkan Olimpiade (usia 34 tahun). Bagi para atlet binaan Pertina yang usianya telah melewati 25 tahun, mereka tidak akan kehilangan panggung. Atlet-atlet tersebut akan langsung ditampung dan disalurkan oleh Komisi Tinju Indonesia untuk melanjutkan karier berjenjang ke ranah tinju profesional,” papar perwakilan federasi.

Dengan ekosistem ini, masa depan para petinju di Kota Malang memiliki arah karier yang jelas dan terjamin tanpa terbentur batasan regulasi amatir.

Menatap Porprov 2027: Evaluasi Prestasi dan Penjaringan Bibit Muda

Suasana demonstrasi latihan (pad work) antara pelatih dan petarung muda di depan backdrop Malang Super Fight Sportainment. Penonton dan wartawan tampak antusias mengabadikan atraksi pukulan dan tendangan yang menjadi gambaran konsep sportainment pada gelaran MSF 27 mendatang.

Penyelenggaraan Malang Super Fight juga mengemban misi taktis jangka pendek dan menengah. Event ini diposisikan sebagai ajang seleksi, penjaringan bibit baru, serta pengasahan jam terbang bagi para atlet muda Kota Malang menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mendatang.

Mengingat torehan medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebelumnya yang mengantongi satu medali emas dan dua medali perunggu, ajang ini dijadikan batu loncatan untuk melipatgandakan prestasi.

“Gerakan baru dan soliditas insan tinju Kota Malang menjadi modal besar kami,” tegas jajaran pembina. Melalui intensitas sparring dan agenda kompetisi yang berkesinambungan, peta kemampuan atlet dapat terukur dengan presisi guna mewujudkan target medali maksimal di Porprov 2027. Pada gelaran ini, sektor tinju amatir membuka 12 kelas elite meliputi tujuh kelas putra dan lima kelas putri yang memang diproyeksikan khusus sebagai ajang penjaringan atlet daerah.

Rencana Masa Depan: Malang Super Fight Goes to Campus

Foto bersama para pengurus Pertina Kota Malang, inisiator Sam Anas Muttaqin, perwakilan Komisi Tinju Indonesia (KTI), serta tokoh pemuda d’Kross di depan banner resmi Malang Super Fight 27. Pose mengepalkan tangan dan salam komando ini menandai soliditas kolaborasi tinju amatir dan profesional untuk memajukan olahraga combat sport di Kota Malang.

Tidak berhenti pada gelaran MSF27 di Aula Skodam, penyelenggara telah menyiapkan serangkaian program berkesinambungan. Mengingat julukan Kota Malang sebagai kota pendidikan dengan puluhan ribu mahasiswa aktif, pihak inisiator merencanakan program ekspansi bertajuk Malang Super Fight Goes to Campus.

Program tersebut dirancang untuk membawa ring tinju masuk ke kampus-kampus di Kota Malang guna menjaring potensi terpendam di kalangan mahasiswa, mengedukasi teknik bela diri yang benar, sekaligus mempromosikan gaya hidup yang sehat dan disiplin khas olahraga kombat.

Iklan

Bagi Anda yang tidak ingin ketinggalan informasi jadwal pertandingan, penjualan tiket, serta susunan partai tarung di Malang Super Fight, pantau terus kanal informasi resmi di media sosial Instagram @superfight.malang serta baca berita olahraga terbaru di portal ini.

Untuk membaca artikel berita up-to-date mengenai Jawa Timur dan lainnya, Anda dapat menyimak informasi lengkapnya di portal JatimSatunews.

Foto profil Hafizh A. Maulana
Hafizh A. Maulana

Peneliti & Praktisi Psikologi Terapan. Berfokus pada integrasi pendekatan interdisipliner untuk mengakselerasi pertumbuhan manusia dan kesehatan mental di ranah Industri-Organisasi, Pendidikan, dan Sosial. Berkomitmen membumikan sains psikologi menjadi solusi konkret, berdampak, dan berbasis data.

Lihat semua artikel oleh Hafizh A. Maulana

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.