Langsung ke konten
Minggu, 27 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
PC GP Ansor

Lokakarya Kaderisasi PW GP Ansor Jatim Rumuskan Sistem Kaderisasi Tiga Matra, Siapkan Legacy untuk Masa Depan Ansor Nasional

BATU | JATIMSATUNEWS.COM: — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur menggelar Lokakarya Kaderisasi dengan mengusung tema “Integrasi Sistem Kaderisasi: Membangun Soliditas, Kemandirian dan Militansi Kader Menyongsong Peradaban Baru Nahdlatul Ulama.”Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 26–27 September 2026, tersebut digelar di Yayasan Nurul Qolby, Kota Batu, Jawa Timur. Lokakarya diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan perwakilan tim kaderisasi dari Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Jawa Timur.

Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Batu Nurochman, S.H., M.H., ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan dalam penyusunan prototype kaderisasi yang dapat menjadi panduan bersama bagi tiga matra kaderisasi GP Ansor, yakni Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, serta Dirosah Ula MDS RA.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor H. Hasan Bisri, Sekretaris Kaderisasi Pimpinan Pusat GP Ansor Zulkarnaen Machmud, Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur Dr. M. Sukur, M.Pd.I., Kasatkorwil Banser Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin, Ketua Dewan Penasehat Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur H.M. Basori, Ketua Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur Samsul Mashudi beserta sekretaris Choirul Mubtadi’in, Sekretaris PW MDS RA Jawa Timur Gus Rizmi Al Haitami, serta Anggota Bawaslu Kota Batu Yogi Eka Chalid F., S.Sos.

Menyatukan Nafas Kaderisasi Tiga Matra

Ketua Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur, Samsul Mashudi, menyampaikan bahwa lokakarya tersebut merupakan cita-cita besar yang telah dirancang sejak periode kepemimpinan sebelumnya, namun baru dapat diwujudkan pada periode kepengurusan saat ini.Menurutnya, kegiatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan panduan kaderisasi yang baku, sistematis, dan terdokumentasi dalam bentuk buku.“Kami ingin meninggalkan warisan sistem kaderisasi yang baku. Kaderisasi tiga matra, yakni PKD, Diklatsar, dan Dirosah Ula, jangan berjalan secara parsial. Kita ingin menyamakan nafas, langkah, gerak, dan tujuan kaderisasi,” ungkap Sahabat Samsul.

Menurutnya, integrasi sistem tersebut penting agar seluruh proses kaderisasi di lingkungan GP Ansor memiliki arah yang sama, sekaligus mampu menjawab kebutuhan organisasi dan perkembangan zaman. Dengan adanya panduan bersama, kaderisasi diharapkan tidak hanya menghasilkan kader yang memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga memiliki soliditas, kemandirian, militansi, serta komitmen terhadap perjuangan Nahdlatul Ulama.

Iklan

Sementara itu, Sekjend PW GP Ansor Jawa Timur, Dr. Muhammad Sukur, M.Pd.I., berharap hasil lokakarya tidak berhenti sebagai dokumen internal Jawa Timur. Ia mendorong agar modul yang disusun dapat menjadi desain pelatihan kader yang unggul dan memiliki manfaat lebih luas. “Kegiatan ini diharapkan dapat mendesain modul pelatihan kader yang unggul, tidak hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga secara nasional. Ansor Jawa Timur adalah barometer Ansor Nasional,” ujarnya.

Kegiatan Lokakarya secara simbolis dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor H.M. Hasan Bisri. Dalam sambutannya, Hasan Bisri menekankan pentingnya setiap generasi kepemimpinan meninggalkan warisan yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi dalam jangka panjang. “Ansor Jawa Timur harus meninggalkan legacy. Maka ciptakanlah warisan yang bisa menjadi legacy yang akan dipakai sepanjang masa,” tegasnya. Pesan tersebut menjadi salah satu spirit utama dalam lokakarya. Sistem kaderisasi yang terintegrasi diharapkan tidak bergantung pada figur atau periode kepengurusan tertentu, tetapi dapat terus digunakan, dikembangkan, dan disempurnakan oleh generasi berikutnya.

Salah satu peserta yang hadir dari perwakilan PC GP Ansor Kota Pasuruan, Sahabat Miftah, dia melihat lokakarya sebagai kesempatan untuk ikut memberikan gagasan dalam penyusunan sistem kaderisasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan wilayah urban. “Saya sangat bersemangat mengikuti kegiatan lokakarya, dengan harapan bisa menyampaikan aspirasi Kota Pasuruan. Sekaligus saya ingin terlibat langsung dalam proses merumuskan sistem kaderisasi khusus untuk Ansor perkotaan yang sesuai dengan kultur masyarakat kota,” ujarnya. Aspirasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan modul. Sebab, kondisi sosial masyarakat di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Sistem kaderisasi yang baik diharapkan memiliki standar bersama, namun tetap memberi ruang adaptasi sesuai kebutuhan dan kultur masing-masing wilayah.

Pada sesi penutupan, Samsul Mashudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya tim kaderisasi dan panitia yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian acara.

Iklan

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Batu atas dukungan yang diberikan sehingga lokakarya dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pengurus PC yang hadir, para instruktur, pelatih, serta mudarris yang telah berpartisipasi dalam proses penyusunan sistem kaderisasi. “Hasil lokakarya hari ini adalah kesepakatan kita bersama. Mari kita patuhi dan kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” kata Samsul.

Lokakarya ini pun menjadi langkah awal untuk membangun sistem kaderisasi GP Ansor Jawa Timur yang lebih terintegrasi. Bukan sekadar menghasilkan sebuah modul, tetapi membangun fondasi agar proses kaderisasi mampu melahirkan kader yang memiliki kesamaan visi, solid dalam organisasi, mandiri dalam bergerak, serta militan dalam mengabdi.(Amin)

Foto profil Miftachul Amin
Miftachul Amin

Saya adalah pejuang informasi Siap menyampaikan berita fakta tanpa dusta

Lihat semua artikel oleh Miftachul Amin

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.