Langsung ke konten
Kamis, 24 September 2026
Headline Self Awareness dalam Islam: Ketika Ilmu Menjadi Pembenaran Diri
Daerah

Filosofi Kupu-Kupu dan Pensil: Wamendiktisaintek Dorong Ribuan Wisudawan UMM Jadi Lulusan Berdampak Nyata

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana penuh khidmat sekaligus haru menyelimuti gelaran Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-123 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Ribuan wisudawan memadati Hall Dome UMM mengikuti prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-123 Periode III Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (24/9/2026).

Ribuan wisudawan memadati Hall Dome UMM mengikuti prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-123 Periode III Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (24/9/2026).

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana penuh khidmat sekaligus haru menyelimuti gelaran Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-123 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berlangsung di Hall Dome Kampus Putih, Kamis (24/9/2026). Pada momentum berharga tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menyampaikan orasi ilmiah penuh makna yang menegaskan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir pembelajaran, melainkan gerbang pembuktian kebermanfaatan ilmu di tengah masyarakat luas.

Dalam orasinya, Prof. Fauzan memikat perhatian ribuan wisudawan lewat metafora transformasi ulat menjadi kupu-kupu yang ia kontraskan dengan siklus ganti kulit pada ular. Beliau memaparkan bahwa pergantian kulit ular hanya mengubah tampilan fisik semata tanpa mengubah sifat dasarnya, sementara proses panjang ulat bermetamorfosis menjadi kupu-kupu melahirkan perubahan bentuk sekaligus karakternya secara menyeluruh.

“Transformasi atau evolusi dari ulat menjadi kupu-kupu bukan hanya sekadar perubahan bentuk, tetapi perubahan karakter,” ujar mantan Rektor UMM periode 2016–2024 tersebut di hadapan para wisudawan.

Baca juga: Akselerasi Transformasi Ekonomi Hijau: FEB Universitas Negeri Malang Perluas Jejaring Global Lewat BESS 2026

Baca juga: Magister Sains Psikologi Universitas Brawijaya Sambut Mahasiswa Baru untuk Dorong Riset Berdampak

Prof. Fauzan menekankan pentingnya konsep Kampus Berdampak agar perguruan tinggi dan para alumninya hadir memberi solusi konkret bagi problematika sosial di lapangan.

“Ini adalah Saudara memasuki zaman kupu-kupu. Kelahiran Saudara saat ini adalah ibarat kupu-kupu. Banyak orang yang akan menunggu nilai kebermanfaatan Saudara,” tutur Prof. Fauzan menegaskan harapannya.

Tak hanya itu, beliau turut menganalogikan perjalanan manusia seperti sebatang pensil yang tidak akan pernah menghasilkan goresan berharga tanpa adanya tangan yang menggerakkan. Oleh sebab itu, ia berpesan agar para lulusan senantiasa berbakti dan tidak melupakan jasa orang tua, dosen, pembimbing, serta lingkungan yang telah mengantarkan mereka pada gerbang kesuksesan.

Iklan

“Bukan hanya sekadar bentuk, tetapi isi,” pungkasnya seraya mengingatkan lulusan agar tetap rendah hati dan tidak terjebak pada mengejar penampilan semata.
Harapan serupa disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., yang meyakini para lulusan UMM memiliki kompetensi tangguh untuk segera terjun ke masyarakat.

“Insyaallah yang diwisuda pada hari ini dan empat kali wisuda ini adalah wisudawan yang siap kerja, wisudawan yang mampu mencetak kerja, dan wisudawan yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Prof. Dyah.

Menanggapi berbagai pesan strategis tersebut, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan komitmen Kampus Putih dalam menjalankan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) demi menjamin mutu akademik berbanding lurus dengan kemanfaatannya bagi publik. Beliau menegaskan jika pendidikan tinggi tidak menghasilkan lulusan yang memberi faedah bagi masyarakat, maka proses pembelajarannya harus segera dievaluasi.

Komitmen tersebut kini diterjemahkan melalui pembentukan ekosistem UMM Excellent Solution Center (ESC), yang menggeser peran kampus dari sekadar penyedia ilmu (knowledge provider) menuju lembaga pemecah masalah bangsa (problem-solving institution).

Mengakhiri prosesi, Prof. Nazaruddin mengingatkan seluruh wisudawan agar senantiasa merawat marwah almamater di mana pun berada.

“Almamater adalah ibu kandung kedua. Anda diharapkan dapat menjaga maruahnya dengan terus mengabdi dan berbuat kebaikan bagi masyarakat luas, yang merupakan kesejatian alumni UMM,” pungkas sang Rektor.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.