SEMARANG | JATIMSATUNEWS.COM: Siapa sangka, daun mangrove yang tumbuh di kawasan pesisir menyimpan senyawa yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung penelitian kanker? Pertanyaan tersebut mendorong mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) mengkaji kandungan metabolit daun mangrove lindur (Bruguiera gymnorrhiza) terhadap kanker kolorektal.
Penelitian ini dilakukan oleh Tim CALYPSIS melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Tim CALYPSIS terdiri atas lima mahasiswa Universitas Diponegoro, diketuai oleh Argitta Nova Triana dari Program Studi Gizi, bersama Muhammad Salman Fathurozi dari Kedokteran Umum, Fani Fajriyah dari Biologi, Cindy Aurelia Salim dari Farmasi, dan Ananda Muhammad Rakha Putra dari Bioteknologi. Penelitian ini dikembangkan melalui pendekatan interdisipliner yang mempertemukan lima bidang keilmuan, kolaborasi yang menjembatani biodiversitas, kesehatan, dan pangan.
Tim CALYPSIS meneliti potensi metabolit daun lindur terhadap sel kanker kolorektal HCT-116, sekaligus mengidentifikasi senyawa yang diduga berperan dalam aktivitas tersebut. Untuk mengetahuinya, tim mengombinasikan pengujian laboratorium dengan pendekatan komputasi. Ekstrak dan fraksi daun lindur diuji menggunakan metode MTT, sementara kandungan metabolit dianalisis menggunakan LC-HRMS. Senyawa yang teridentifikasi kemudian dikaji melalui molecular docking untuk melihat kemungkinan interaksinya dengan protein yang berkaitan dengan kanker.
“Bagi kami, program PKM-RE yang sedang kami jalani bukan hanya sekedar kompetisi, melainkan ruang belajar yang sangat berharga untuk mengeksplorasi potensi lokal Indonesia. Semoga penelitian ini kelak dapat terus berlanjut hingga benar-benar memberikan manfaat yang nyata, baik dalam mendukung terapi kanker maupun inovasi pangan dengan klaim kesehatan untuk masyarakat,” ujar Argitta, Ketua Tim CALYPSIS.

Pemanfaatan lindur juga menarik dari sisi pangan. B. gymnorrhiza telah dikenal sebagai salah satu mangrove yang memiliki potensi bahan pangan lokal. Karena itu, keberadaan senyawa bioaktif di dalamnya membuka peluang untuk dikaji lebih jauh, termasuk dalam pengembangan pangan fungsional.
Meski demikian, penelitian ini belum berarti daun lindur dapat digunakan sebagai obat kanker maupun langsung menjadi produk pangan fungsional. Diperlukan pengujian lanjutan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan potensi pengembangannya.
Melalui penelitian tersebut, Tim CALYPSIS berharap potensi biodiversitas pesisir Indonesia dapat terus dieksplorasi dan memberikan nilai tambah, baik bagi bidang kesehatan maupun pemanfaatan pangan berbasis sumber daya lokal.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.