Langsung ke konten
Rabu, 2 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Hadapi Era AI, Tadris Matematika UIN Malang Bekali Mahasiswa Baru dengan Kompetensi Digital dan Riset

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan perubahan kebutuhan dunia pendidikan mendorong calon guru untuk memiliki kompetensi yang lebih luas dari sekadar penguasaan materi pelajaran. Pesan tersebut menjadi bagian dari Sosialisasi Profil Program Studi Tadris Matematika dan Pembelajaran di Perguruan Tinggi dalam rangkaian Alpha Meet & Greet 2026, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Microteaching Lantai 2 FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut diikuti mahasiswa baru Program Studi Tadris Matematika. Sosialisasi menghadirkan Ketua Program Studi Tadris Matematika, Ulfa Masamah, M.Pd., bersama Sekretaris Program Studi Tadris Matematika, Dimas Femy Sasongko, M.Pd.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan identitas dan arah pengembangan program studi, profil lulusan, budaya akademik, serta pola pembelajaran di perguruan tinggi. Mahasiswa juga diajak memahami kompetensi yang perlu dibangun sejak awal masa studi untuk menghadapi perkembangan dunia pendidikan dan teknologi.

Ketua Program Studi Tadris Matematika, Ulfa Masamah, menekankan bahwa pembelajaran matematika di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep dan kemampuan menyelesaikan persoalan matematika. Mahasiswa juga diarahkan mengembangkan kemampuan pedagogis, teknologi, penelitian, dan inovasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan AI menuntut mahasiswa menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, adaptif, inovatif, dan produktif. Karena itu, pembelajaran di Tadris Matematika mempertemukan bidang matematika, pedagogi, teknologi, riset, dan nilai-nilai Islam.

Salah satu fokus yang diperkenalkan dalam sosialisasi adalah tiga profil lulusan Tadris Matematika, yakni Pendidik Matematika, Asisten Peneliti, dan Edupreneur.

Sebagai pendidik matematika, mahasiswa diarahkan menguasai keilmuan matematika dan pedagogi, memahami karakter peserta didik, serta mampu merancang pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi. Sementara pada jalur asisten peneliti, mahasiswa diperkenalkan dengan budaya riset melalui kegiatan membaca literatur, mengidentifikasi persoalan pendidikan matematika, hingga terlibat dalam proses pengumpulan dan analisis data.

Adapun profil edupreneur membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan menjadi inovasi pendidikan. Media pembelajaran, aplikasi edukasi, konten matematika, bahan ajar, maupun berbagai produk pendidikan menjadi sejumlah ruang yang dapat dikembangkan sesuai kreativitas dan kompetensi mahasiswa.

Selain pengenalan profil lulusan, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan perubahan pola belajar di perguruan tinggi. Dimas Femy Sasongko menjelaskan bahwa mahasiswa tidak lagi ditempatkan hanya sebagai penerima informasi, tetapi sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran.

Paradigma Student-Centered Learning menjadi salah satu pendekatan yang diperkenalkan kepada mahasiswa. Mereka didorong membangun kebiasaan akademik melalui kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, mencari referensi ilmiah, mengembangkan pertanyaan, memecahkan masalah, mengikuti seminar dan kompetisi, serta terlibat dalam kegiatan penelitian.

Dalam pola tersebut, dosen tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan. Dosen berperan sebagai fasilitator, pembimbing, mentor, sekaligus mitra akademik yang membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri.

Perkembangan AI juga menjadi bagian dari pembahasan. Mahasiswa Tadris Matematika
didorong memanfaatkan AI secara kritis, etis, dan produktif untuk mendukung proses belajar maupun pengembangan media pembelajaran.

Pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus disertai kemampuan memverifikasi informasi, mengevaluasi sumber, memahami konteks, menyusun argumentasi, dan mempertanggungjawabkan karya akademik. Dengan demikian, AI ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat proses berpikir, bukan menggantikan kemampuan berpikir mahasiswa.

Sosialisasi juga menekankan identitas Ulul Albab sebagai bagian dari karakter pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam konteks Tadris Matematika, nilai tersebut diarahkan melalui pengembangan kemampuan intelektual, karakter, integritas, kedalaman spiritual, serta kematangan profesional.

Matematika tidak diposisikan semata-mata sebagai kumpulan angka dan rumus, tetapi sebagai disiplin yang melatih kemampuan berpikir logis, kritis, sistematis, dan reflektif. Mahasiswa juga diperkenalkan pada kontribusi ilmuwan Muslim dalam perkembangan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari upaya memperluas perspektif keilmuan.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan mahasiswa baru dan pendamping dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika.

Dalam kelompok kecil, mahasiswa mendiskusikan kembali materi mengenai visi dan misi program studi, profil lulusan, sistem pembelajaran, budaya akademik, serta strategi pengembangan diri. Mahasiswa senior juga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan waktu, organisasi, kompetisi, prestasi, dan berbagai peluang pengembangan diri selama menjalani perkuliahan.

Melalui FGD, mahasiswa baru tidak hanya menerima informasi mengenai program studi, tetapi juga memiliki ruang untuk mendiskusikan dan merefleksikan langkah yang akan mereka ambil selama menjalani pendidikan.

Sosialisasi Profil Program Studi Tadris Matematika dan Pembelajaran di Perguruan Tinggi menjadi bagian dari rangkaian Alpha Meet & Greet 2026 untuk memperkenalkan arah pendidikan sekaligus ekspektasi terhadap mahasiswa sejak awal perkuliahan.

Mahasiswa baru diarahkan memahami bahwa pendidikan di Tadris Matematika tidak berhenti pada kemampuan menyelesaikan persoalan matematika. Mereka juga dipersiapkan membangun kompetensi sebagai pendidik, mengembangkan budaya riset, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta menciptakan inovasi pendidikan dalam spirit Ulul Albab.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.