MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Lilin aromaterapi kopi diperkenalkan mahasiswa Kelompok 122 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada kelompok Dasawisma Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan KKN 122 UMM selama menjalankan pengabdian di Desa Ampelgading. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan keterampilan pembuatan produk kreatif yang dapat digunakan sebagai produk rumah tangga sekaligus dikembangkan menjadi peluang usaha.
Sosialisasi tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik pembuatan secara langsung. Para anggota Dasawisma diberikan penjelasan mengenai bahan yang digunakan serta tahapan produksi agar keterampilan tersebut dapat diterapkan secara mandiri.
KKN 122 UMM Kenalkan Lilin Aromaterapi Kopi
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 122 memperkenalkan pembuatan lilin menggunakan soy wax sebagai bahan utama. Bahan tersebut kemudian dipadukan dengan aroma kopi untuk menghasilkan produk lilin aromaterapi.
Proses pembuatan dimulai dengan mempersiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan. Mahasiswa kemudian menjelaskan proses pengolahan soy wax sebelum dicampurkan dengan aroma kopi.
Tahapan berikutnya adalah pemasangan sumbu pada wadah yang digunakan sebagai tempat lilin. Setelah bahan siap, campuran dituangkan ke dalam wadah dan dibiarkan hingga mengeras. Produk yang telah selesai kemudian memasuki tahap pengemasan.
Setiap tahapan diperagakan oleh mahasiswa KKN 122 agar peserta dapat memahami proses secara lebih praktis. Anggota Dasawisma juga diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan.
Keterlibatan peserta menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti setelah sosialisasi selesai. Masyarakat dapat mencoba kembali proses pembuatan dengan bahan dan peralatan yang tersedia.
Lilin Aromaterapi Kopi Berpotensi Dikembangkan Menjadi Usaha
Selain mengajarkan proses produksi, mahasiswa KKN 122 juga mendorong peserta untuk melihat peluang pengembangan produk. Lilin aromaterapi dapat dikemas sebagai produk kreatif dengan memperhatikan tampilan, identitas produk, dan strategi pemasaran.
Salah satu anggota Dasawisma menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat membantu karena kami jadi punya keterampilan baru. Kalau dikembangkan dan dikemas dengan menarik, lilin aromaterapi kopi ini bisa dipasarkan dan menjadi tambahan penghasilan bagi ibu-ibu,” ujarnya.
Menurutnya, keterampilan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif bagi anggota Dasawisma. Produk yang dihasilkan juga dapat dikembangkan dengan berbagai pilihan kemasan dan konsep pemasaran sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Pengembangan usaha selanjutnya dapat mencakup penentuan harga jual, penghitungan biaya produksi, desain kemasan, hingga pemasaran melalui media sosial dan berbagai kanal penjualan digital.
Dengan pengelolaan yang tepat, keterampilan pembuatan lilin dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif. Namun, keberlanjutan usaha tetap bergantung pada kemampuan masyarakat dalam menjaga kualitas produk, mengelola biaya produksi, serta membangun strategi pemasaran.
Pemberdayaan Dasawisma melalui Program KKN
Program pembuatan lilin aromaterapi kopi menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN 122 UMM dalam meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Ampelgading.
Kelompok Dasawisma dipilih sebagai sasaran kegiatan karena memiliki potensi untuk menjadi kelompok yang mengembangkan keterampilan tersebut secara bersama-sama. Melalui praktik langsung, peserta mendapatkan pengalaman mulai dari mengenal bahan hingga menghasilkan produk yang siap dikemas.
Kegiatan tersebut juga memberikan alternatif pemanfaatan waktu produktif melalui pembuatan produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun dikembangkan sebagai produk jual.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan KKN yang menghubungkan pengetahuan dan kreativitas dengan kebutuhan masyarakat. Program tidak hanya diarahkan untuk memberikan informasi, tetapi juga menghasilkan keterampilan yang dapat dipraktikkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Klik laman : SIMPPM UMM
KKN 122 UMM Dorong Produk Kreatif Desa Ampelgading
Kelompok 122 KKN UMM berharap keterampilan pembuatan lilin aromaterapi kopi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Ampelgading setelah kegiatan berakhir.
Pengembangan produk dapat dilakukan melalui inovasi desain, variasi aroma, peningkatan kualitas kemasan, serta strategi pemasaran yang lebih luas. Masyarakat juga dapat memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen di luar wilayah desa.
Mahasiswa berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan produk dalam satu kali pelaksanaan, tetapi menjadi pengetahuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui program ini, KKN 122 UMM berupaya mendorong masyarakat untuk mengembangkan keterampilan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan peluang ekonomi. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendukung kegiatan produktif dan pengembangan potensi masyarakat Desa Ampelgading.
(Raf)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.