BATU | JATIMSATUNEWS.COM: Guna menjaga konsistensi dan kelayakan mutu produk susu pasteurisasi, tim Dosen Berkarya Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 2026 menginisiasi penerapan Statistical Process Control (SPC) di Koperasi Margo Makmur Mandiri, Dusun Brau, Kota Batu.
Program pendampingan yang berlangsung sejak 13 Juli hingga 13 Agustus 2026 ini berfokus pada pemantauan dan evaluasi proses produksi secara sistematis. Alih-alih sekadar mencatat hasil akhir, tim UB mengolah data krusial seperti suhu, waktu pasteurisasi, hingga mengidentifikasi kecacatan fisik produk—seperti susu menggumpal, botol penyok, atau kebocoran kemasan.
Ketua program Dosen Berkarya UB, Ahmad Zaki Mubarok, STP., M.Si., Ph.D., memaparkan bahwa penerapan SPC menggunakan instrumen analitik terukur seperti X̄ Chart, R Chart, P Chart, serta diagram Pareto dan Fishbone.
Baca juga: UMiCamp 2026 Universitas Negeri Malang: Satukan 66 Peserta dari 29 Negara Lewat Persahabatan Budaya
Baca juga: Zajuli, Anak Pesantren yang Betah Kuliah di Universitas Ma Chung
“Analisis dengan diagram Pareto membantu tim menentukan jenis kerusakan yang paling dominan. Melalui pendekatan ini, evaluasi didasarkan pada data objektif, sehingga masalah utama bisa segera diprioritaskan dan ditangani,” jelas Zaki.
Mahasiswa pelaksana program PMM, Malya Yasmin Dwiannisa, menambahkan bahwa metode ini memberikan wawasan baru bagi produsen bahwa data produksi adalah kunci untuk menemukan celah evaluasi di tengah proses pengolahan.
“Penerapan SPC ini memantau proses pasteurisasi secara terukur. Variasi penyebab turunnya mutu bisa segera dideteksi dan diminimalkan, sehingga susu yang diproduksi jauh lebih konsisten dan aman untuk pasar,” ungkap Malya.
Melalui program ini, Koperasi Margo Makmur Mandiri diharapkan mampu menerapkan pengendalian proses secara berkelanjutan, memastikan produk susu olahan dari Dusun Brau tetap memenuhi standar mutu tinggi dan berdaya saing.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.