Langsung ke konten
Rabu, 26 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Dari 11.000 Sholawat hingga Baria’n, Maulid Nabi Jamaah Sabilul Khoir Penuh Kebersamaan

PASURUAN|JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka menyambut dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Jamaah Sabilul Khoir ST Nyel Pasuruan Kota di bawah pimpinan

11.000 sholawat telah dilantunkan, doa telah dipanjatkan, dan Baria’an menjadi penutup penuh keakraban.

11.000 sholawat telah dilantunkan, doa telah dipanjatkan, dan Baria’an menjadi penutup penuh keakraban. (Foto: Sabilul Khoir)

PASURUAN|JATIMSATUNEWS.COM:
Dalam rangka menyambut dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Jamaah Sabilul Khoir ST Nyel Pasuruan Kota di bawah pimpinan Gus Mufid Abu Amar menggelar kegiatan religius berupa pembacaan “Shollallahu ‘ala Muhammad” sebanyak 11.000 kali.
Kegiatan tersebut digelar pada Senin malam, 24 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah, bertempat di Makam Mbah Sayyid Hasan Sanusi atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Slagah. Kegiatan dimulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga selesai.
Sejak malam hari, suasana di sekitar makam mulai dipenuhi jamaah yang datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Lantunan sholawat terdengar khidmat, menciptakan suasana religius sekaligus menjadi momentum bagi jamaah untuk bersama-sama mengenang kelahiran dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pembacaan “Shollallahu ‘ala Muhammad” sebanyak 11.000 kali menjadi bagian utama kegiatan. Para jamaah mengikuti lantunan sholawat dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Tidak hanya diikuti oleh jamaah Sabilul Khoir sendiri, kegiatan tersebut juga menarik perhatian jamaah lainnya.
Menariknya, sejumlah musafir yang kebetulan berada di sekitar lokasi turut bergabung mengikuti kegiatan. Bahkan, terdapat jamaah yang datang dari luar Kota Pasuruan untuk ikut mengambil bagian dalam momentum Maulid Nabi tersebut.
Kehadiran jamaah dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang digelar Jamaah Sabilul Khoir mampu menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Istiqomah Menghidupkan Majelis Ilmu
Jamaah Sabilul Khoir ST Nyel Pasuruan Kota bukan hanya aktif dalam momentum peringatan Maulid Nabi. Di bawah kepemimpinan Gus Mufid Abu Amar, jamaah ini juga secara istiqomah menjalankan berbagai kegiatan keagamaan secara rutin.
Setiap Minggu pagi, Jamaah Sabilul Khoir selalu mengadakan pengajian rutin yang bertempat di kediaman Gus Mufid Abu Amar, tepatnya di Gang Rel, Jalan Patimura, RT 01/RW 03, Kelurahan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Pengajian tersebut menjadi salah satu agenda rutin yang terus dipertahankan. Materi kajian yang dibahas adalah Kitab Bidayatul Hidayah, yang diikuti oleh jamaah secara rutin.
Kegiatan pengajian dimulai sekitar pukul 05.15 WIB hingga 07.00 WIB. Pada pelaksanaan Minggu sebelumnya, pengajian tersebut telah memasuki putaran ke-103.
Antusiasme jamaah dalam mengikuti pengajian juga terlihat cukup tinggi. Jamaah hadir memenuhi lokasi dan menempati posisi yang telah terbagi. Jamaah putri berada di bagian sisi barat, sementara jamaah putra menempati bagian ujung timur. Di antara keduanya terdapat area tengah yang menjadi batas pemisah.
Kondisi tersebut menggambarkan konsistensi jamaah dalam menjaga keberlangsungan majelis ilmu. Dari pekan ke pekan, pengajian tetap berjalan dan menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menambah wawasan keagamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Ada Tradisi “SINGO” Setiap Kamis Malam Jumat
Selain pengajian rutin Minggu pagi, Jamaah Sabilul Khoir juga mempunyai kegiatan khas yang digelar setiap Kamis malam Jumat, yakni kegiatan tawasulan dengan tema “SINGO”.
SINGO merupakan akronim dari “Silo Lan Ngopi” di malam Jumat. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Gus Mufid Abu Amar, mulai sekitar pukul 21.30 WIB hingga 22.30 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan jamaah dalam menghidupkan malam Jumat. Selain diisi dengan kegiatan keagamaan dan tawasulan, suasana kebersamaan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan tersebut.
Berbagai kegiatan yang digelar Jamaah Sabilul Khoir menunjukkan adanya semangat untuk terus menjaga tradisi majelis, memperkuat silaturahmi dan menghadirkan ruang-ruang positif bagi masyarakat.
Maulid Nabi Jadi Momentum Mempererat Silaturahmi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Makam Mbah Slagah tahun ini menjadi salah satu kegiatan yang cukup menarik perhatian. Pembacaan sholawat sebanyak 11.000 kali tidak hanya menjadi bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana berkumpulnya masyarakat dalam suasana religius.
Bagi Jamaah Sabilul Khoir, momentum Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW serta memperkuat kecintaan kepada beliau melalui lantunan sholawat.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan makam tersebut juga memberikan nuansa tersendiri. Di tengah suasana malam, jamaah bersama-sama melantunkan sholawat dengan penuh kekhusyukan hingga rangkaian pembacaan mencapai target 11.000 kali.
Kehadiran jamaah dari luar kelompok Sabilul Khoir, termasuk musafir dan jamaah dari luar Kota Pasuruan, semakin menambah semarak kegiatan.
Gus Mufid Abu Amar bersama Jamaah Sabilul Khoir berharap berbagai kegiatan yang selama ini istiqomah dilaksanakan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, pengajian rutin, tawasulan, hingga pembacaan sholawat diharapkan mampu menjadi sarana memperkuat ukhuwah, mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Kemenag Pasuruan dan DWP Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H

Baca juga: Haul Mbah Slagah, Bersama Alim Ulama Dan Habaib Kota Pasuruan

Dengan semangat kebersamaan dan istiqomah dalam menjalankan kegiatan keagamaan, Jamaah Sabilul Khoir ST Nyel Pasuruan Kota terus berupaya menghidupkan majelis dan tradisi keislaman di tengah masyarakat.

Dari Makam Mbah Slagah, lantunan “Shollallahu ‘ala Muhammad” sebanyak 11.000 kali menjadi simbol kecintaan, doa dan kebersamaan jamaah dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.(SM)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.