Langsung ke konten
Selasa, 25 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Tembus Scopus Q1, Lulusan Terbaik HI UMM Bongkar Manuver Politik Solomon Islands di Tengah Rivalitas Tiongkok-AS

Artikel ilmiah berjudul “(Re)thinking the Small State: Regime-Centric Agency and the Solomon Islands-China Alignment” ini menyoroti bagaimana Solomon Islands

Potret Hillbra Naufal Demelzha Gunawan (kanan), Lulusan Terbaik Program Studi Hubungan Internasional UMM 2026, yang sukses mempublikasikan riset geopolitik terkait manuver Solomon Islands di jurnal internasional terindeks Scopus Q1.

Potret Hillbra Naufal Demelzha Gunawan (kanan), Lulusan Terbaik Program Studi Hubungan Internasional UMM 2026, yang sukses mempublikasikan riset geopolitik terkait manuver Solomon Islands di jurnal internasional terindeks Scopus Q1. (Foto: Tim UMM)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Anggapan bahwa negara kecil hanya sekadar “pion” dalam pusaran konflik negara-negara adidaya berhasil dipatahkan. Riset tajam dari Hillbra Naufal Demelzha Gunawan, Lulusan Terbaik Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2026, membuktikan bahwa negara kecil justru memiliki manuver strategis.

Kajian mendalam tersebut berhasil diterbitkan di Social Sciences & Humanities Open oleh Elsevier dan terindeks jurnal internasional Scopus Q1 pada Juni lalu. Artikel ilmiah berjudul “(Re)thinking the Small State: Regime-Centric Agency and the Solomon Islands-China Alignment” ini menyoroti bagaimana Solomon Islands mengambil keuntungan di tengah rivalitas Tiongkok dan Amerika Serikat.

Bongkar Taktik Elite Politik Domestik
Riset ini berangkat dari fenomena pergeseran pengakuan diplomatik Solomon Islands dari Taiwan ke Tiongkok pada tahun 2019. Alih-alih menyebutnya sebagai hasil dari sekadar tekanan geopolitik atau diplomasi cek (cheque-book diplomacy), Hillbra menemukan fakta lain melalui pendekatan Regime-Centric Agency (RCA).

Baca juga: UIN Malang Percepat Internasionalisasi Akademik, Gandeng Guru Besar Mesir Perkuat Kajian Bahasa Arab

Baca juga: ICOLESS 2026 Resmi Digelar, Fakultas Syariah UIN Malang Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional

Beberapa temuan kunci dari riset ini meliputi:
Kebijakan luar negeri Solomon Islands merupakan bagian dari strategi rezim penguasa (Sogavare) untuk mempertahankan kekuasaan.

Kedekatan dengan Tiongkok didorong oleh kebutuhan pemerintah lokal akan dukungan keamanan dan pendanaan.
Manuver ini digunakan untuk meredam tekanan politik domestik, terutama persaingan dengan kelompok oposisi di Provinsi Malaita.

“Temuan paling penting dari penelitian ini adalah negara kecil tidak selalu menjadi pion. Mereka memiliki agensi dan dapat memanfaatkan persaingan geopolitik untuk mencapai kepentingan domestiknya sendiri,” tegas Hillbra.

Dari Tugas Kuliah Menjadi Publikasi Internasional

Proses penelitian hingga sukses menembus jurnal bergengsi ini memakan waktu sekitar satu setengah tahun. Menariknya, riset ini bermula dari sekadar tugas mata kuliah Metode Riset Mutakhir di semester enam.
Bersama mentor yang juga dosen UMM, Dion Maulana Prasetya, Ph.D., Hillbra terus mematangkan argumennya. Pengalaman ini membuktikan bahwa riset mahasiswa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam literatur akademik global.

“Penelitian itu bukan sesuatu yang harus ditakuti. Mulai saja dari persoalan yang benar-benar membuat kita penasaran, lalu bangun argumennya dengan data dan proses yang tertib,” pesannya kepada sesama mahasiswa.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.