Sorotan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pengenalan Budaya Akademik Kampus Fakultas Syariah (PBAKF) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi bergulir pada Kamis (20/8/2026).
Sebanyak 656 mahasiswa baru Fakultas Syariah di Aula Lantai 5 Gedung Ir. Soekarno untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB.
Pembukaan PBAKF menjadi momentum penyambutan sekaligus pengenalan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru sebelum memulai perjalanan pendidikan di Fakultas Syariah.
Pesan kepada Mahasiswa Baru Syariah UIN Malang
Hadir sejumlah Guru Besar Fakultas Syariah, di antaranya Prof. Dr. Mufidah, M.Ag., Prof. Dr. Saifullah, M.H., Prof. Dr. Fadil, M.Ag., dan Prof. Dr. Fachruddin, M.H.I., serta jajaran pimpinan fakultas dan panitia PBAKF.
Ketua Pelaksana PBAKF, Saidul Maghfur Hakim, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru.
Ia berharap mahasiswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sekaligus mempersiapkan diri untuk menjalani proses akademik dan kehidupan kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Syariah.
Pesan mengenai pentingnya kepekaan sosial juga disampaikan Ketua DEMA Fakultas Syariah 2026, Fawwaz Fudhail Muhammad.
Ia mengajak mahasiswa baru tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kalian berproses untuk kebenaran, keadilan, dan kehidupan bermasyarakat. Identitas mahasiswa mengharuskan kalian peka terhadap isu-isu sosial di negara Indonesia,” ucapnya.
“Mahasiswa adalah agent of change yang perlu turut terlibat dalam arah perubahan negara kita ke depan,” tegas Fawwaz.
Masuk Salah Satu Terbaik Berdasarkan Scimago Rank
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., memperkenalkan jajaran pimpinan fakultas kepada mahasiswa baru.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian Fakultas Syariah di tingkat internasional, termasuk posisi fakultas sebagai salah satu institusi syariah dan hukum terbaik di Indonesia berdasarkan Scimago Rank.
Dalam sambutannya, Prof. Umi juga menjelaskan beragam prospek profesi yang dapat ditekuni lulusan Fakultas Syariah, mulai dari hakim, advokat, staf legal, hingga berbagai profesi lainnya di bidang hukum.
Namun, ia menekankan bahwa kompetensi akademik saja tidak cukup untuk membentuk seorang profesional hukum.
Menurutnya, nilai keadilan, kebaikan, integritas, dan adab harus menjadi fondasi yang terus dibangun sejak mahasiswa.
“Lima tahun ke depan, kalian akan menjadi hakim, advokat, staf legal, dan praktisi hukum lainnya. Kalau jadi hakim, jadilah hakim yang adil. Jadilah praktisi hukum yang berintegritas. Mulai hari ini, mulai detik ini, tempalah diri kalian,” ujarnya.
Prof. Umi juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial mahasiswa.
Ia menegaskan, prestasi akademik perlu berjalan beriringan dengan adab dan integritas.
“Berorganisasilah. IP bagus itu penting, tapi memiliki adab dan integritas yang bagus jauh lebih penting,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Umi menegaskan komitmen Fakultas Syariah untuk mendampingi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.
Ia berharap mahasiswa baru dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan tumbuh bersama hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
“Kami akan bersama-sama mendampingi proses yang Anda lewati sampai empat tahun ke depan. Semoga semua bisa lulus semester 7 atau 8. Masuknya bersama, keluarnya bersama,” ungkapnya.
Persiapan PBAKF
Sementara itu, Ketua Panitia PBAKF dari unsur dosen, Dr. Mahbub Ainur Rofiq, S.H.I., M.H., menjelaskan bahwa kepanitiaan PBAKF dibangun melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa.
Kolaborasi tersebut menjadi ruang untuk membangun kedekatan sekaligus komunikasi yang baik antara kedua unsur tersebut.
“Panitia kolaborasi dosen dan mahasiswa ini dibangun untuk menjalin kedekatan serta membantu memantau pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, seluruh rangkaian PBAKF yang dilaksanakan mahasiswa tetap berjalan sesuai dengan arahan dan harapan pimpinan Fakultas Syariah maupun universitas,” bebernya.
Jalannya PBAKF 2026
Pembukaan PBAKF kemudian ditandai secara simbolik dengan pemukulan gong oleh Dekan fakultas syariah Prof.Dr.Hj.Umi Sumbulah, M.Ag.
Ia didampingi Wakil Dekan I dan Wakil Dekan III, serta penyematan kartu identitas (ID card) kepada mahasiswa baru.
Prosesi tersebut menandai dimulainya seluruh rangkaian PBAKF Fakultas Syariah UIN Malang.
Usai prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 44 mahasiswa berprestasi Fakultas Syariah UIN Malang oleh jajaran dekanat.
Penghargaan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang berhasil meraih prestasi tingkat nasional dan internasional dalam berbagai kompetisi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Pembukaan PBAKF bukan sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus dan kehidupan akademik bagi mahasiswa baru.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi titik awal pembentukan karakter mahasiswa Fakultas Syariah yang memiliki kompetensi akademik, kepekaan sosial, adab, dan integritas.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi insan akademik dan calon profesional hukum yang tidak hanya unggul secara keilmuan.
Mahasiswa juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan bangsa.(MFT)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.