MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memasuki ruang kuliah dan mengenal tradisi akademik. Sejak hari pertama, mahasiswa juga perlu memahami bagaimana membangun relasi yang sehat, menghargai keberagaman, serta memastikan lingkungan kampus menjadi ruang yang aman bagi setiap orang.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa baru dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026. Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Malang hadir memberikan materi tentang keadilan gender, perlindungan kelompok rentan, serta inklusi disabilitas kepada para mahasiswa baru.
Mengusung tema “Merajut Cahaya Dharma untuk Bekal Menjadi Maliki Muda”, pembekalan berlangsung Rabu (19/8/2026) di Gedung Student Center Lantai 2 Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan dilanjutkan di Gedung Ar Rohim Kampus 3 UIN Malang.
Agenda tersebut diinisiasi oleh Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) selaku panitia pelaksana PBAK. Kehadiran PSGAD dalam rangkaian pembekalan menjadi bagian dari upaya universitas memperkenalkan nilai-nilai inklusivitas kepada mahasiswa sejak awal mereka memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan pada prinsip kesetaraan, perlindungan anak, hak-hak penyandang disabilitas, serta pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang terbebas dari diskriminasi dan kekerasan seksual.
Materi tersebut menjadi penting karena kehidupan kampus mempertemukan mahasiswa dengan latar belakang, karakter, kemampuan, dan pengalaman yang beragam. Pemahaman mengenai kesetaraan dan penghormatan terhadap hak setiap individu diharapkan menjadi bekal mahasiswa dalam membangun relasi sosial dan akademik yang sehat.
Kepala PSGAD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., menilai momentum PBAK merupakan kesempatan strategis untuk membentuk paradigma mahasiswa sejak awal.
Menurutnya, tema “Merajut Cahaya Dharma” memiliki relevansi kuat dengan upaya membentuk generasi Ulul Albab yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Momentum PBAK ini merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam membentuk paradigma mahasiswa. Kampus harus menjadi ruang aman dan inklusif yang memanusiakan manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa perlu dipersiapkan menjadi bagian dari perubahan dalam membangun budaya akademik yang edukatif, humanis, dan saling mendukung. Karena itu, pemahaman tentang keadilan gender dan hak kelompok rentan tidak semestinya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi perlu diterjemahkan dalam perilaku sehari-hari di lingkungan kampus.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru juga didorong untuk berperan aktif dalam mencegah berbagai bentuk perundungan, kekerasan seksual, maupun diskriminasi. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh menjadi budaya bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga atau unit tertentu.
Kehadiran PSGAD dalam PBAK sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara unit akademik, kepanitiaan, dan pusat studi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif. Nilai-nilai tersebut diperkenalkan bukan setelah muncul persoalan, melainkan sejak mahasiswa pertama kali mengenal kehidupan kampus.
Bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pembentukan lingkungan akademik yang inklusif menjadi bagian dari upaya menghadirkan kampus yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.
Melalui pembekalan keadilan gender dan inklusi disabilitas dalam PBAK 2026, para “Maliki Muda” tidak hanya diajak mengenal kehidupan akademik, tetapi juga memahami tanggung jawab sosial sebagai bagian dari komunitas kampus.
Dari ruang PBAK, pesan itu ditanamkan sejak awal: keberagaman bukan alasan untuk membangun jarak, melainkan modal untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih setara, aman, dan manusiawi.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.