Langsung ke konten
Rabu, 19 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Daerah

Mahasiswa S2 Psikologi UM Wujudkan SDGs melalui Program ISC untuk Penguatan Kesehatan Mental Mahasiswa UMLA

Mahasiswa S2 Psikologi UM Wujudkan SDGs melalui Program ISC untuk Penguatan Kesehatan Mental Mahasiswa UMLA

Dokumentasi Kegiatan Mahasiswa S2 Psikologi UM Wujudkan SDGs melalui Program ISC untuk Penguatan Kesehatan Mental Mahasiswa UMLA

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), Innaha Fahrish Safitri, S.Pd., menyelenggarakan Program Improving Self-Compassion (ISC) bagi mahasiswa S1 Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari pada 3-7 Agustus 2026 di kampus UMLA dengan melibatkan 21 mahasiswa S1 Keperawatan serta berkolaborasi dengan Lembaga Layanan Bimbingan Konseling UMLA. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa melalui penguatan self-compassion, sehingga mahasiswa lebih mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan sikap yang penuh kebaikan, pengertian, dan kasih sayang terhadap diri sendiri.

Program pelatihan intensif selama lima hari ini dilaksanakan dengan metode hybrid yang menggabungkan tiga sesi luring (offline) dan dua sesi daring (online) melalui pendekatan psikoedukasi serta experiential learning. Kegiatan diawali dengan psikoedukasi mengenai kesehatan mental, konsep self-compassion dan manfaatnya bagi kesejahteraan psikologis. Peserta kemudian mengikuti berbagai latihan yang mengintegrasikan tiga komponen utama self-compassion, yaitu self-kindness, common humanity, dan mindfulness. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga berkesempatan untuk mempraktikkan keterampilan self-compassion dalam menghadapi berbagai situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Pada hari pertama, peserta dilatih untuk melakukan Loving-Kindness Meditation guna mengembangkan sikap penuh kebaikan dan kasih sayang kepada diri sendiri dan orang lain. Penguatan self-kindness dilanjutkan pada hari kedua melalui Self-Kindness Exercise yang membekali peserta dengan keterampilan meredam kritik diri internal yang destruktif dan menggantinya dengan respons yang lebih suportif saat menghadapi kesulitan atau kegagalan. Selanjutnya, pada hari ketiga dan keempat, penguatan common humanity dilakukan melalui Just Like Me Meditation serta Shared Humanity Journaling, yang berguna untuk mengurangi perasaan terisolasi, meningkatkan rasa keterhubungan dengan sesama dan membangun empati lewat kesadaran bahwa masalah hidup merupakan bagian dari pengalaman manusia secara umum (universal). Pada hari ke lima dilakukan penguatan mindfulness melalui Mindfulness Practice untuk membantu peserta agar dapat menerima emosi secara lebih sadar dan tidak menghakimi. Seluruh rangkaian program pelatihan kemudian ditutup dengan Self-Compassionate Letter, yaitu latihan menulis surat kepada diri sendiri menggunakan bahasa yang lembut, penuh pengertian, dan suportif dengan mengintegrasikan ketiga komponen self-compassion.

Pelaksanaan program ISC memberikan berbagai dampak positif bagi mahasiswa, khususnya dalam membantu mengenali cara memperlakukan diri ketika menghadapi tekanan, kegagalan, maupun pengalaman yang tidak menyenangkan. Melalui rangkaian latihan dan refleksi, mahasiswa didorong untuk mengelola emosi dengan lebih sadar, membangun sikap yang lebih suportif terhadap diri sendiri, serta memahami bahwa kesulitan merupakan bagian dari pengalaman manusia. Dampak tersebut mendukung pencapaian SDGs 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan kesehatan mental dan layanan kesehatan preventif di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada SDGs 4 yaitu Pendidikan Berkualitas karena menghadirkan akses pembelajaran psikologi terapan yang aplikatif dan berbasis pengalaman. Kerja sama antara S2 Psikologi UM dan Lembaga Layanan Bimbingan Konseling UMLA juga mewujudkan SDGs 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi berkelanjutan dan pertukaran pengetahuan dalam mendukung inovasi layanan kesehatan mental bagi mahasiswa.

Moh. Saifuddin, S.Kep., Ns., S.Psi., M.Kes., selaku Kepala Lembaga Layanan Bimbingan Konseling UMLA, menyampaikan bahwa Program Improving Self-Compassion (ISC) menjadi salah satu upaya positif dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa.

Mahasiswa tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk menghadapi tuntutan akademik, tetapi juga perlu belajar memahami dan memperlakukan dirinya dengan lebih baik ketika menghadapi tekanan maupun kegagalan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa mengalami kesulitan merupakan bagian dari kehidupan dan bukan alasan untuk menghakimi diri sendiri. Kami berharap pemahaman tersebut dapat membantu mahasiswa membangun hubungan yang lebih sehat dengan dirinya dan mendukung kesejahteraan psikologisnya,” ujarnya.

Ke depan, Program Improving Self-Compassion (ISC) ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak mahasiswa melalui kolaborasi berkelanjutan antara S2 Psikologi UM dan Lembaga Layanan Bimbingan Konseling UMLA, sehingga upaya dalam mendukung kesehatan mental generasi muda dapat dilakukan secara lebih luas.

Penulis : Sonia Bella Prastika, Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.