SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Semangat membangun kampung yang ramah lingkungan terus tumbuh di Kelurahan Rungkut Kidul, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Salah satunya ditunjukkan melalui pengembangan berbagai inovasi lingkungan di RW 9 Rungkut Kidul yang kini turut melangkah ke kancah nasional dalam Program Kampung Iklim (ProKlim). Upaya tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur melalui pengembangan program berbasis pemberdayaan masyarakat dan lingkungan berkelanjutan.
RW 9 Rungkut Kidul memiliki Taman Edukasi Energi yang dikembangkan sebagai salah satu kawasan edukasi lingkungan bagi masyarakat. Kawasan tersebut telah mengintegrasikan berbagai bentuk inovasi, mulai dari pemanfaatan energi surya, pengelolaan sampah, komposter sampah organik, kebun dan hidroponik, hingga berbagai kegiatan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Keberadaan berbagai inovasi tersebut menjadi salah satu wujud komitmen masyarakat dalam membangun lingkungan yang mandiri dan berwawasan iklim.
Kolaborasi mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur dengan Kelurahan Rungkut Kidul kemudian menghadirkan inovasi tambahan melalui program “Jelantah Transformation”, yaitu penyuluhan dan workshop pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring. Program tersebut mengangkat permasalahan limbah minyak rumah tangga yang selama ini kerap dibuang dan berpotensi mencemari lingkungan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali.
Melalui Jelantah Transformation, masyarakat diperkenalkan pada proses pengolahan minyak jelantah mulai dari tahap persiapan bahan, pengolahan, hingga pembuatan produk sabun cuci piring. Kegiatan tidak hanya menitikberatkan pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular, yakni bagaimana limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki potensi nilai ekonomi.
Inovasi tersebut mendapat respons positif dari Lurah Rungkut Kidul, Nurnaning. Ia menilai pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dapat menjadi salah satu bentuk kegiatan sederhana yang mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi masyarakat.
“Minyak jelantah yang diubah menjadi sabun ini sangat menginspirasi sekali ya, karena kita bisa memanfaatkan minyak jelantah yang sudah tidak terpakai menjadi bernilai ekonomis, baik dalam penggunaan sendiri maupun diperjualbelikan,” ujar Nurnaning.

Dukungan serupa disampaikan Ketua RW 9 Rungkut Kidul, Surachman. Menurutnya, pemanfaatan kembali limbah menjadi produk yang dapat digunakan masyarakat sejalan dengan berbagai gerakan lingkungan yang sedang dikembangkan di wilayahnya.
“Alhamdulillah, program sabun cuci piring berbahan minyak jelantah ini sangat bagus sekali, karena semua limbah akan diproses dan akan digunakan kembali sehingga program ini akan sangat mendukung program nasional seperti Program Kampung Pancasila, ProKlim, dan Kampung Zero Waste,” ujar Surachman.

Program Jelantah Transformation juga didukung dengan pengembangan EcoStir, sebuah Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengaduk yang dirancang mahasiswa untuk membantu proses pencampuran bahan dalam pembuatan sabun. Kehadiran EcoStir diharapkan dapat membuat proses pengadukan lebih praktis dan membantu menghasilkan pencampuran bahan yang lebih merata dibandingkan pengadukan manual.
Kolaborasi tersebut menjadi semakin relevan dengan pengembangan Taman Edukasi Energi RW 9. Selain menjadi ruang hijau dan edukasi masyarakat, kawasan ini telah menerapkan berbagai bentuk pemanfaatan teknologi dan sumber daya lingkungan. Kehadiran inovasi pengolahan minyak jelantah memberikan peluang untuk menambah bentuk edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memperkuat semangat pengurangan limbah melalui pemanfaatan kembali menjadi produk yang berguna.
Tidak berhenti pada aspek lingkungan, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur juga membawa semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sabun cuci piring berbahan minyak jelantah diperkenalkan tidak hanya sebagai produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sebagai alternatif produk bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan masyarakat maupun pelaku usaha lokal.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, pengurus RW, dan masyarakat tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya Kelurahan Rungkut Kidul dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Kolaborasi juga menjadi bentuk nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
Melalui semangat tersebut, langkah RW 9 dan Kelurahan Rungkut Kidul dalam ProKlim tidak hanya diwujudkan melalui pencapaian administratif maupun perlombaan, tetapi juga melalui berbagai praktik nyata yang tumbuh dan dapat diterapkan masyarakat. Mulai dari energi terbarukan, pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pemanfaatan minyak jelantah, berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi dalam mewujudkan kampung perkotaan yang berwawasan lingkungan.
Kehadiran mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur melalui Jelantah Transformation dan EcoStir pun diharapkan menjadi bagian dari keberlanjutan tersebut. Dengan menggabungkan edukasi lingkungan, teknologi tepat guna, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang terus berkembang bahkan setelah rangkaian kegiatan KKN berakhir.
Penulis : Mahasiswa KKN kelompok 19 UPN “VETERAN” Jawa Timur

