Langsung ke konten
Selasa, 18 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Daerah

Menjaga Presisi di Balik Sinar Radiasi: Cerita Pembelajaran Luar Kampus Chelsi Amelia Putri di Unit Radioterapi Adi Husada Cancer Center

Gambar 1. Mahasiswa dalam kegiatan Pembelajaran Luar Kampus di Adi Husada Cancer Center

Gambar 1. Mahasiswa dalam kegiatan Pembelajaran Luar Kampus di Adi Husada Cancer Center

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Chelsi Amelia Putri, mahasiswa Program Studi S1 Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, dengan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) 24037010032, menjalani Pembelajaran Luar Kampus di unit Radioterapi Adi Husada Cancer Center (AHCC), Surabaya, selama periode 6 Juli – 6 November 2026. Selama empat bulan tersebut, mahasiswa dibimbing oleh Fajar Timur, S.Si., M.Si. dari pihak kampus dan Achmad Haries Firmansyah, S.Si. selaku pembimbing lapangan di AHCC. Dari kegiatan ini, mahasiswa mengangkat satu topik khusus yang menjadi fokus kajian, yaitu evaluasi kesesuaian volume bladder berdasarkan verifikasi weekly Cone Beam Computed Tomography (CBCT) terhadap toksisitas radioterapi pada pasien kanker serviks yang menjalani teknik Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3DCRT).

Gambar 2. Diskusi mahasiswa bersama pembimbing lapangan terkait proses pengambilan dan pengumpulan data
Gambar 2. Diskusi mahasiswa bersama pembimbing lapangan terkait proses pengambilan dan pengumpulan data

Selama Pembelajaran Luar Kampus, mahasiswa belajar banyak hal, seperti dasar-dasar fisika radioterapi, cara kerja simulator CT Scan, praktik langsung pada akselerator linier (LINAC) dan cara membuat rencana terapi menggunakan Sistem Perencanaan Terapi (TPS). Selain itu, mahasiswa mengumpulkan data lapangan untuk analisis topik Pembelajaran Luar Kampus yang diangkat dan membantu proses verifikasi CBCT mingguan.

Gambar 3. Mahasiswa saat proses transfer data pasien dari XVI ke MONACO
Gambar 3. Mahasiswa saat proses transfer data pasien dari XVI ke MONACO

Topik ini penting karena pada teknik 3DCRT, kandung kemih pasien harus tetap penuh setiap sesi terapi agar usus terdorong menjauh dari area radiasi. Namun volume bladder sering berubah antar sesi meski persiapan sama, sehingga berpotensi menggeser posisi target radiasi. Dalam pengambilan data, mahasiswa mengamati pasien kanker serviks yang menjalani 3DCRT dengan energi foton 6 MV, fraksinasi 25 x 2 Gy. Volume bladder saat simulasi awal dicatat sebagai acuan, lalu diverifikasi pada fraksi ke-5, 10, 15, 20, dan 25 menggunakan image guidance XVI melalui pencitraan CBCT, dibandingkan dengan rencana di TPS, dengan bladder yang di-contour ulang untuk mendapatkan volume aktual. Hasilnya dikaitkan dengan dosis radiasi pada bladder dengan batas Dmax 60 Gy dan toksisitas klinis pasien yang diklasifikasikan dengan grading RTOG Grade 1-5.

Kegiatan pembelajaran luar kampus sekaligus topik yang diangkat turut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena evaluasi kesesuaian volume bladder ini berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, serta upaya menekan efek samping radioterapi yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup pasien kanker. Program magang ini juga menyentuh SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, mengingat mahasiswa mendapat kesempatan menerapkan langsung ilmu yang dipelajari di kampus ke dalam praktik nyata di dunia kerja.

Bagi mahasiswa, pembelajaran luar kampus ini memberi manfaat besar berupa penerapan ilmu fisika dalam bidang kesehatan, peningkatan kemampuan analisis data klinis, pengalaman menggunakan teknologi radioterapi modern, serta penguatan soft skill. Sementara bagi AHCC, kehadiran mahasiswa pembelajaran luar kampus memberikan kontribusi akademik berupa hasil analisis data yang dapat menjadi bahan masukan tambahan, sekaligus mendukung budaya penelitian dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan rumah sakit

“Dalam kegiatan pembelajaran luar kampus, mahasiswa tidak langsung terlibat dalam pelayanan pasien secara mandiri, tetapi tetap mendapatkan pembelajaran melalui observasi dan pendampingan sesuai prosedur yang berlaku. Setiap penggunaan data untuk kepentingan akademik harus tetap memperhatikan kerahasiaan pasien, sehingga identitas seperti nama pasien dan informasi pribadi lainnya wajib dijaga. Hal ini menjadi bagian penting dalam membentuk sikap profesional, tanggung jawab, dan etika mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan” ujar pembimbing lapangan.

Mahasiswa berharap hasil analisis dari topik pembelajaran luar kampus ini dapat memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu fisika medis serta peningkatan kualitas dan keselamatan pelayanan radioterapi kanker serviks ke depannya. Harapan juga disampaikan agar kerja sama Pembelajaran Luar Kampus antara UPN “Veteran” Jawa Timur dan AHCC dapat terus berlanjut. Harapan serupa turut disampaikan pihak AHCC, yang menilai kerja sama dengan perguruan tinggi penting untuk terus ditingkatkan, baik dalam mendukung kualitas lulusan, pengembangan penelitian, maupun kontribusi mahasiswa bagi dunia kesehatan.

Di akhir masa pembelajaran luar kampus, mahasiswa menyampaikan terima kasih kepada Adi Husada Cancer Center yang telah memberi kesempatan belajar langsung di lingkungan rumah sakit, kepada Fajar Timur, S.Si., M.Si. selaku dosen pembimbing, kepada Achmad Haries Firmansyah, S.Si. selaku pembimbing lapangan, serta seluruh tenaga kesehatan di unit Radioterapi AHCC yang telah membimbing dengan sabar selama empat bulan. Pengalaman pembelajaran luar kampus ini mengubah cara pandang mahasiswa terhadap profesi fisikawan medis, dari yang semula dibayangkan sebatas perhitungan dosis di depan layar komputer, menjadi profesi yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan kepekaan terhadap kondisi pasien di setiap sesi terapi.

Penulis : Chelsi Amelia Putri, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur