Langsung ke konten
Sabtu, 15 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Kota Malang

PIPS FITK UIN Malang Perkuat Kompetensi Guru Sukopuro Hadapi Era AI dan Pembelajaran Mendalam

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Yayasan MTs dan MI Islamiyah Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, 13–14 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi guru melalui pembelajaran inovatif berbasis deep learning, literasi digital, dan Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan diikuti para guru di lingkungan Yayasan MTs dan MI Islamiyah Sukopuro. Melalui agenda tersebut, PIPS FITK UIN Malang mendorong pendidik agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menerapkannya secara tepat dalam proses pembelajaran.

Ketua Program Studi Pendidikan IPS, Dr. Saiful Amin, M.Pd., mengatakan perubahan teknologi dan karakteristik peserta didik menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi.

Menurutnya, guru tidak cukup hanya menguasai substansi materi pembelajaran. Guru juga dituntut mampu memilih pendekatan, strategi, serta teknologi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Guru perlu terus mengembangkan kemampuan agar dapat menghadirkan pembelajaran yang relevan dan bermakna di tengah perubahan teknologi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep deep learning atau pembelajaran mendalam. Pendekatan ini diarahkan untuk mendorong peserta didik tidak sekadar menghafal materi, tetapi mampu memahami konsep, berpikir kritis, melakukan refleksi, dan menghubungkan pembelajaran dengan konteks kehidupan.

Materi tersebut kemudian diperkuat dengan literasi digital. Para guru diberikan pemahaman mengenai kemampuan mengakses, memilih, menggunakan, dan mengevaluasi informasi digital secara kritis serta bertanggung jawab.

Literasi digital juga diarahkan agar guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai bagian dari strategi pembelajaran.

Selain itu, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI dalam pendidikan. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu guru menyiapkan bahan ajar, merancang aktivitas pembelajaran, mengelola informasi, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif.

Meski demikian, penggunaan AI tetap ditekankan pada prinsip etika dan tanggung jawab. AI ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperkuat produktivitas dan kreativitas guru, bukan menggantikan peran pendidik dalam proses pembelajaran.

Aspek orisinalitas, integritas akademik, serta kemampuan guru dalam melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan teknologi juga menjadi bagian dari penguatan materi.

Kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi. Para guru juga mendapatkan penguatan praktis agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Kepala Madrasah Yayasan MTs dan MI Islamiyah Sukopuro, Drs. Taufik Hidayat, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.

“Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi guru untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran,” katanya.

Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan Yayuk Nurhayati, S.Pd.I., M.Pd., selaku pengawas. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan kesiapan guru menghadapi perubahan pendidikan.

Melalui kegiatan PkM tersebut, PIPS FITK UIN Malang menegaskan komitmennya memperluas kontribusi akademik kepada masyarakat, khususnya melalui penguatan kapasitas pendidik di satuan pendidikan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut dalam penerapan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung terhadap pengalaman belajar peserta didik.

Dengan penguatan deep learning, literasi digital, dan pemanfaatan AI secara etis, guru diharapkan semakin siap menghadapi transformasi pendidikan sekaligus tetap menempatkan peran pendidik sebagai pusat dalam membangun pembelajaran yang bermakna.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman