Langsung ke konten
Selasa, 22 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
KKN

Bantu Wujudkan Global Climate Action, Mahasiswa Universitas Brawijaya Berkolaborasi dengan UIN Sunan Ampel Surabaya Melakukan Penanaman Mangrove di Desa Patuguran

 

Mahasiswa Universitas Brawijaya dan UIN Sunan Ampel Surabaya berkolaborasi menanam mangrove di Desa Patuguran, sebagai langkah konkret mendukung aksi global melawan perubahan iklim

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM – Seiring
berkembangnya zaman secara tidak sadar kehidupan semakin tak dapat dipisahkan
dari teknologi. Masifnya tingkat produksi oleh pabrik-pabrik dan semakin
banyaknya pengguna kendaraan menjadi salah satu penyumbang polusi udara terbesar
yang kerap kali semakin memperkeruh kondisi dan keadaan lingkungan. Pasalnya,
kendaraan atau transportasi dapat menghasilkan asap mengandung zat karbon
dioksida yang dihasilkan dari sisa pembakaran bahan bakar yang dikeluarkan.

Menanggapi hal ini, banyak dari
aktivis lingkungan yang menyuarakan akan pentingnya menjaga lingkungan. Upaya
yang dilakukan beragam, dari mulai penggunaan barang yang ramah lingkungan,
mengurangi penggunaan kendaraan bermotor hingga penanaman pohon serta
pelestarian hutan.
 

Salah satu upaya untuk menangani
krisis iklim adalah dengan cara penanaman pohon. Upaya inilah yang coba
diaplikasikan oleh mahasiswa KKN Universitas Brawijaya pada program Mahasiswa
Membangun Desa (MMD) di Desa Patuguran, Kabupaten Pasuruan. Pada program
penanaman mangrove tersebut bertujuan untuk merevitalisasi kawasan hutan
mangrove Desa Patuguran serta berupaya untuk menaruh kontribusi kepada
penanganan krisis global yang dicanangkan pada poin Sustainable Development
Goals (SDGs).

Pengajuan
Permohonan Bibit mangrove

Rafi Bintang Saputra selaku
Koordinator Desa program Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya dalam
sebuah wawancara luring mengatakan, tim nya mengambil program penanaman
mangrove ini karena sadar akan kondisi iklim yang semakin krisis sehingga dibutuhkan
langkah konkrit untuk mengatasi permasalahan krisis iklim tersebut. 

“Dengan
mengambil langkah kami berharap dapat mewujudkan lingkungan yang bebas polusi
serta turut mengambil peran dalam menyukseskan program SDGs yang dibentuk oleh
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)”.

Iklan

Rafi menjelaskan bibit mangrove yang
ditanam ia dapatkan dari Cabang Dinas Kehutanan Lumajang yang berlokasi di Kota
Pasuruan. Pihaknya mengajukan permohonan bibit bersamaan dengan program
penanaman mangrove yang diajukan pula oleh mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel
Surabaya. 

Kolaborasi
UB x UINSA

Sebelumnya, ia mengajukan 500 bibit mangrove akan tetapi karena dalam
satu waktu terdapat kesamaan program yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UIN
Sunan Ampel Surabaya, akhirnya dari dinas terkait mencanangkan slogan
kolaborasi dengan membagi dua bibit yang tersedia di kantor Cabang Dinas
Kehutanan Lumajang. 

Berbeda dengan program MMD UB, KKN UIN Sunan Ampel
dilakukan di Desa Jarangan tepat berdekatan dengan Desa Patuguran tempat MMD UB
dilakukan. Oleh karenanya bibit tersebut disebar ke dua wilayah yakni Jarangan
dan Patuguran

“Dengan memberikan bantuan bibit
mangrove ini, harapannya dapat dipergunakan dengan semaksimal mungkin, sebab
menanam mangrove tidak mudah, butuh biaya yang besar, resiko
ketidakberhasilannya pun bisa dibilang besar pula” ucap pak Gunawan selaku
perwakilan Dinas Cabang Kehutanan Lumajang. Kolaborasi yang dilakukan oleh
kedua pihak dapat menjadi upaya konkrit dalam mengatasi persoalan krisis iklim.

Penulis: Muhammad Yasir Mumtaz

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.