Langsung ke konten
Rabu, 26 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Artikel

Menapaki Gunung Bekel: Langkah Pertama, Jejak Persahabatan

 

FEATURE | JATIMSATUNEWS.COM – Mendaki gunung bukan sekadar soal langkah kaki dan keringat yang
menetes, tetapi juga perjalanan batin yang membawa banyak pelajaran dan
kenangan. Bagi kami—Aku, Mila dan Risma, pendakian pertama
kami di Gunung Bekel menjadi
kisah tentang keberanian, kerja sama, dan makna
persahabatan yang tumbuh di tengah dinginnya udara pegunungan.

Sabtu pagi itu, kami memulai langkah dari basecamp Gunung Bekel via Jolotundo pukul 09.30
WIB dengan semangat bercampur gugup. “Awalnya takut, karena ini pengalaman
pertama kami. Tapi justru rasa takut itu membuat kami semakin solid dan saling
mendukung,” ujar Mila, sambil tersenyum mengenang momen awal perjalanan.

Perjalanan
menuju puncak tidak selalu mulus. Jalur yang menantang namun tetap bersahabat.
Meski begitu, jalan menanjak dan cuaca yang cepat berubah sempat menguji mental
kami. Sesekali kami beristirahat dalam
perjalanan menuju puncak
dan memastikan satu sama lain 
tetap
dalam kondisi aman. Kami menapaki jalur dengan menikmati keindahan alam yang
memanjakan mata, udara khas pegunungan, bau tanah seperti
pertanda hujan akan tiba, dan setiap
momen yang tidak luput kami abadikan dalam bentuk potret menjadi tanda
perjalanan kami. “Kami belajar banyak tentang kekuatan kerja sama. Walau lelah,
kami saling menyemangati dan memastikan semua tetap aman,” tambah Risma.

Pukul 14.00 WIB kami tiba di puncak
Gunung Bekel dengan ketinggian 1238 MDPL. Rasa lelah yang kami rasakan saat menapaki
jalur pendakian terbayarkan dengan keindahan puncak yang menakjubkan. Dari
puncak Gunung Bekel kami dapat menikmati gagahnya Gunung Penanggungan dan hawa
sejuk pegununggan yang menenangkan.

Selain mendapatkan pengalaman fisik dan mental yang berharga serta keindahan alam yang dapat kami nikmati, kami juga mendapat
pelajaran berharga tentang menjaga kelestarian lingkungan. Kami juga menyadari pentingnya menjaga
kelestarian alam. “Kita harus merawat alam agar generasi berikutnya juga bisa
merasakan keindahannya.” pesan Sinta, mengingatkan pentingnya tanggung jawab
pendaki terhadap alam.

Dari
pengalaman pertama itu, kami merasakan kebersamaan saat menjelajah gunung
bersama, melewati batas
ketakutan, dan mempererat ikatan persahabatan melalui
aktivitas outdoor. Bagi kami
pendakian ini bukan sekadar cerita tentang menaklukkan ketinggian, tapi juga
tentang menemukan diri dan sahabat sejati di tengah alam bebas.

Sinta Masyithoh

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.